Friday, March 23, 2012

Apakah Batere Kering Bisa Diisi-ulang?


Beberapa batere kering memang tidak didesain untuk diisi-ulang (non-rechargeable), seperti batere jenis: Alkaline, Lithium, Mercury, Silver Oxide, Zinc Air.

Beberapa batere kering lainnya dapat diisi-ulang (rechargeable), seperti batere jenis: Lead Acid Gel, Lithium-ion, Nickel Cadmium, Nickel Metal Hydride.

Batere kering yang tidak bisa diisi-ulang (non-rechargeable), ternyata bisa juga diisi-ulang walau kemampuannya tidak seperti batere yang memang didesain untuk diisi-ulang (rechargeable battery).

Harap diperhatikan penggunaan istilah batere kering yang dimaksud di sini bukanlah untuk batere yang digunakan pada kendaraan, tapi batere kering yang biasa digunakan untuk senter, mainan, jam dinding, remote, dll. Untuk isi-ulang atau cas (charge, recharge) batere kering pada kendaraan (dry cell battery), harap membaca artikel "Cara Mengisi Ulang (Recharge) Aki Kendaraan".

Berikut adalah cara mengisi ulang batere kering yang biasa dipakai untuk jam dinding, senter, mainan, remote, dll, yaitu ukuran D, C, AA, AAA, PP3 (9 volts), juga batere ukuran koin.


Alat yang dibutuhkan adalah adaptor dengan tegangan output 12 volt 300 miliampere, sebagaimana foto dibawah. Adaptor seperti ini harganya sangat murah, sekitar belasan ribu rupiah saja. Bisa juga menggunakan sumber tegangan 12 volt lain seperti aki kendaraan, tapi karena arusnya besar maka dapat terjadi korslet dan merusak batere. Prosedur untuk sumber tegangan aki kendaraan, klik disini.

Dibutuhkan juga multitester untuk mengukur tegangan batere.


Ukur tegangan batere yang akan diisi-ulang. Tegangannya tidak boleh terlalu rendah. Untuk batere 1,5 volt maka tegangannya tidak lebih rendah dari sekitar 1,2 volt. Untuk batere 3 volt, maka tegangannya tidak lebih rendah dari sekitar 2,4 volt. Untuk batere 9 volt, maka tegangannya tidak lebih rendah dari 7,2 volt. Jika tegangan sudah terlalu rendah maka akan sulit diisi-ulang.

Periksa apakah ada kebocoran pada badan batere. Jika di badan batere sudah ada tanda-tanda kebocoran, seperti lembab, berminyak, noda, karat, dll, maka jangan diisi-ulang. Ganti saja dengan yang baru. Batere yang bocor mengeluarkan cairan yang dapat merusak alat yang menggunakan batere tersebut.

Diagram koneksi kabel adalah sebagaimana gambar dibawah.


Pegang batere yang akan diisi-ulang dengan tangan. Tempelkan kabel positif dari adaptor 12 volt ke kutub positif batere, dan kabel negatif dari adaptor 12 volt ke kutub negatif batere. Pertahankan posisi ini selama sekitar 1-2 menit. Video isi-ulang dengan adaptor, klik di sini.

Batere yang diisi-ulang akan terasa menghangat, dan dapat dirasakan oleh tangan anda. Kenaikan temperatur ini bukan karena panas dari tangan anda, tapi karena reaksi kimia di dalam batere akibat diisi oleh tegangan 12 volt. Lepaskan batere dari adaptor jika menghangat, dinginkan sebentar. Jangan biarkan batere menjadi terlalu panas sehingga tidak dapat dipegang tangan, atau temperaturenya diatas 40oC. Panas yang terlalu tinggi akan merusak batere.

Check tegangan batere dengan multitester apakah sudah mencapai tegangan normalnya (1,5 volt, 3 volt, atau 9 volt). Jika tegangan sudah normal maka batere sudah dapat digunakan.

Jika tegangan belum normal, maka isi-ulang lagi sebagaimana dijelaskan diatas. Biasanya batere 1.5 volt ukuran AA, yang biasa digunakan pada jam dinding, sudah normal tegangannya jika diisi selama total waktu hanya sekitar 5 menit saja. Semakin besar batere maka semakin lama waktu pengisian. Batere ukuran D, yang biasa digunakan pada lampu senter, butuh waktu sekitar 15 menit jika diisi-ulang menggunakan 12 volt adaptor seperti foto diatas.

Mengisi ulang batere bukan saja menghemat secara ekonomi tapi juga membantu mengurangi polusi akibat limbah batere bekas. Batere yang sudah tidak digunakan lagi jangan dibuang sembarangan karena dapat mencemari tanah dan air. Pastikan batere bekas dibuang ke tempat yang dapat mendaur ulang batere bekas.

Video isi ulang batere AA dengan aki kendaraan, klik di sini.













3 comments:

  1. Wah, ternyata bisa ya baterai yang bekas diisi ulang,,, mantap infonya

    ReplyDelete
  2. dari aritikel di atas saya menyimak dan memberi saya masukan dan menjadi pengetahuan baru untuk saya. Terima kasih atas informasinya mungkin saya bisa terapkan hal yang positif dari artikel anda diatas :)

    ReplyDelete
  3. Masukan yang sangat bagus....thx info nya!

    ReplyDelete

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site