Monday, March 26, 2012

Isi-ulang Batere Kering Jenis Non-rechargeable dengan Aki Kendaraan


Beberapa batere kering memang tidak didesain untuk diisi-ulang (non-rechargeable), tapi masih bisa diisi-ulang walau tidak sebaik batere isi-ulang (rechargeable). Pada artikel sebelumnya dibahas isi-ulang batere kering jenis non-rechargeable dengan adaptor. Sedangkan pada artikel ini dibahas cara isi-ulang batere kering jenis non-rechargeable dengan aki kendaraan.

Prosedur yang dibahas disini tidak untuk diterapkan pada semua batere jenis rechargeable. Gunakan charger yang sesuai untuk mengisi ulang batere rechargeable.

Sebuah batere non-rechargeable ukuran AA bertegangan 1.5 volt dapat menarik arus sebesar 10 ampere saat diisi-ulang dengan aki 12 volt. Arus yang besar tersebut dapat merusak batere, panas yang ditimbulkan dapat membuat batere meledak karena tekanan gas di dalam. Untuk itu dibutuhkan resistor untuk menghambat arus.

Resistor yang dibutuhkan adalah sebesar sekitar 33 ohm dan berdaya sebesar 5 watt. Untuk amannya maka sebaiknya menggunakan resistor berdaya 10 watt. Tapi resistor berdaya 10 watt harganya jauh lebih mahal dari harga total 10 buah resistor 1 watt, karena resistor berdaya 10 watt lebih jarang dipakai dibanding resistor 1 watt. Jadi jika menggunakan resistor, maka agar murah dapat menggunakan 10 buah resistor 330 ohm 1 watt yang dihubungkan secara paralel sehingga nilai totalnya menjadi 33 ohm. Bisa juga dengan menggunakan 10 buah resistor 3.3 ohm 1 watt yang dihubungkan secara serie.

Cara lain adalah dengan menggunakan lampu otomotif 12 volt 5 watt tipe C5W sebagaimana yang saya gunakan. Lampu dipasang pada socket sekring. Harga lampu dan sekring tersebut sangat murah sekali, saya dapatkan dengan harga dibawah 4000 rupiah untuk total keduanya.

Berikut adalah cara mengisi ulang batere kering non-rechargeable yang biasa dipakai untuk jam dinding, senter, mainan, remote, dll yaitu ukuran D, C, AA, AAA, PP3 (9 volts), juga batere ukuran koin.

Pastikan batere yang akan diisi-ulang masih baik kondisinya. Jika ada tanda –tanda kebocoran dibadan batere seperti: lembab, minyak, noda, berkarat, dll; maka batere tidak dapat diisi-ulang. Ganti saja dengan yang baru. Cairan dari batere yang bocor dapat merusak peralatan yang menggunakan batere tersebut.

Ukur tegangan batere yang akan diisi-ulang dengan multitester. Tegangannya tidak boleh terlalu rendah. Untuk batere 1,5 volt maka tegangannya tidak lebih rendah dari sekitar 1,2 volt. Untuk batere 3 volt, maka tegangannya tidak lebih rendah dari sekitar 2,4 volt. Untuk batere 9 volt, maka tegangannya tidak lebih rendah dari 7,2 volt. Jika tegangan sudah terlalu rendah maka akan sulit diisi-ulang.

Foto dibawah memperlihatkan saat sebuah batere kering ukuran AA diisi-ulang dengan aki. Perhatikan lampu otomotif yang menyala terang saat menghambat arus aki menuju batere.



Diagram koneksi kabel adalah sebagaimana gambar dibawah.


Tampak pada foto dibawah detail lampu otomotif 12 volt 5 watt tipe C5W , beserta soket sekring yang digunakan.


Bisa juga menggunakan continuity tester / electrical circuit tester sebagaimana foto dibawah sebagai resistor, tapi harganya lebih mahal dari sistem diatas.


Isi-ulang dilakukan selama lebih kurang 1-2 menit. Segera hentikan jika batere terasa hangat. Kenaikan temperatur tersebut bukan karena dipegang tangan, tapi karena reaksi kimia di dalam batere. Jangan teruskan isi-ulang jika batere terasa panas dan tidak bisa dipegang tangan, atau lebih dari 40 derajat Celcius. Tunggu sebentar agar batere dingin sendiri.

Check tegangan batere dengan multitester, apakah sudah mencapai tegangan normalnya (1,5 volt, 3 volt, atau 9 volt). Jika tegangannya sudah normal maka batere sudah dapat digunakan.

Jika tegangan batere belum normal, maka lanjutkan isi-ulang sebagaimana prosedur diatas. Biasanya batere ukuran AA akan normal tegangannya setelah diisi-ulang selama total waktu lebih kurang hanya 5 menit. Makin besar ukuran batere makin lama waktu isi-ulang.

Cara mengisi-ulang batere kering yang dijelaskan di sini dapat diterapkan jika menggunakan sumber arus besar bertegangan 12 volt lainnya seperti power supply, adaptor besar, 12 volt battery charger, dll.

Mengisi ulang batere bukan saja menghemat secara ekonomi tapi juga membantu mengurangi polusi akibat limbah batere bekas. Batere yang sudah tidak digunakan lagi jangan dibuang sembarangan karena dapat mencemari tanah dan air. Pastikan batere bekas dibuang ke tempat yang dapat mendaur ulang batere bekas.

Video isi ulang batere AA dengan aki kendaraan, klik di sini.





No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site