Sunday, May 18, 2014

Cara Menyambung Kabel RPM Meter (Tachometer)


Dapatkan uang Rp 500 ribu dari kartu Citibank, klik di sini.


Tachometer berfungsi untuk mengukur putaran engine dalam satuan RPM (Rotation Per Minute, putaran per menit). Lebih lanjut tentang fungsi RPM dapat dibaca di artikel "Apakah Fungsi Tachometer pada Kendaraan?".

Di pasaran, tachometer sering juga disebut RPM meter atau RPM saja. Penyambungan kabel tachometer sering menemui kendala karena tidak ada keterangan dari pabrikan. Penjual juga tidak tahu cara menyambung kable. Sedangkan mekanik hanya mengandalkan cara coba-coba, karena tidak mencatat dan tidak mengerti prosedur test, mekanik sering mencoba kombinasi yang salah dan sama berulang-ulang, yang beresiko merusak tachometer.




Lihat video tentang tiga origami model kapal berlayar bersamaan tanpa listrik, tanpa bahan bakar, tanpa tiupan angin. Kapal-kapal berwarna-warni tersebut berlayar cepat bersama-sama dengan bantuan reaksi kimia dari molekul-molekul air. Kapal terbuat dari material yang mudah ditemukan di rumah tangga, seperti: gabus (polystyrene), lembaran plastik, yang biasanya disia-siakan menjadi polusi tanah. Berbagai model kapal dapat dengan mudah dirakit. Sangat baik untuk belajar dan praktek mendesain kapal sederhana. Sehingga kapal ini dapat dijadikan mainan edukatif (educational toy) yang mendidik dan merangsang kreatifitas.                    


Untuk tachometer analog (dengan jarum) merk Garcons sebagaimana foto diatas, penyambungan kabelnya adalah:

Kabel kuning adalah tegangan positif disambung ke kunci kontak posisi ON.
Kabel hijau ke negatif atau body.
Kabel hitam untuk sensor putaran atau sinyal, disambung ke coil negatif, agar tachometer dapat ‘merasakan’ putaran engine.

Tachometer tersebut cocok untuk sepeda motor dengan engine 1 silinder 4 tak (4 siklus), seperti Honda dan umumnya sepeda motor saat ini.

Jika digunakan pada sepeda motor dengan engine 2 tak (2 siklus) dengan 1 silinder, maka RPM yang terbaca akan dua kali lipat RPM sebenarnya. Contoh engine 2 tak dengan 1 silinder adalah pada skuter Vespa dan Yamaha RX King.

Jika dipasang pada engine 4 silinder 4 tak dengan 1 coil, maka RPM yang terbaca akan 4 kali lipat. Tapi jika setiap silinder dari engine tersebut mempunyai 1 coil, maka RPM yang terbaca akan akurat. Karena tachometer hanya berpatokan pada 1 silinder.

Positif koil adalah tegangan positif dari aki yang melalui kunci kontak pada posisi ON, jadi positif koil bisa dijadikan sumber arus bagi RPM. 

Jika arus listrik yang suplai dari posisi ON kunci kontak sangat terbatas, misalnya karena kabel ON dari kunci kontak berukuran kecil, maka bisa disambung pada posisi kunci kontak ACC (accesories) jika ada. Posisi ACC adalah posisi kunci kontak saat diputar persis setelah posisi LOCK (kunci setang) atau OFF.

Dua kabel kecil berwarna merah dan hitam yang diikat menjadi satu adalah kabel untuk lampu penerangan tachometer.

Check dengan multitester apakah salah satu kabel lampu terkoneksi ke body tachometer, misalnya jika kabel hitam terkoneksi ke body maka kabel hitam adalah ground atau negatif, dan dapat dipastikan bahwa kabel merah adalah positif yang akan disambung ke switch (saklar) lampu kendaraan.

Jika tidak ada dari kedua kabel hitam dan merah tersebut yang terhubung ke body tachometer. Karena kabel untuk lampu pijar bisa dipasang bolak-balik, maka boleh menentukan sendiri kabel mana untuk positif yang disambung ke switch lampu kendaraan. Dan kabel lainya disambung ke body kendaraan sebagai ground atau negatif.

Jika ternyata kabel tachometer tidak sesuai dengan kode warna sebagaimana diatas, maka harus dicari dengan metoda matematika permutasi berikut: Ada tiga buah kabel yang harus dihubungkan dengan 3 buah komponen. Perlu dicari dulu jumlah kemungkinan kombinasi penyambungan. Menurut rumus permutasi akan didapat:

                     3 faktorial =   3 x 2 x 1 = 6 kemungkinan penyambungan.

Kemudian kita buat tabel penyambungan kabel dengan 6 kemungkinan, dengan warna kabel hitam, hijau, kuning, yang akan disambungkan ke:
                       negatif (-) atau body atau ground
                       positif (+) sebagai sumber daya bagi tachometer agar dapat bekerja
                      sinyal atau coil agar tachometer dapat mengukur putaran engine (RPM).

Perhatikan tabel di bawah, negatif (-) atau body selalu disambung lebih dulu dan dijadikan acuan awal saat menggunakan tabel. Karena jika salah sambung dengan body, resiko kerusakan tachometer sangat kecil.

Kabel sinyal atau coil selalu disambung paling akhir, karena coil menghasilkan tegangan tinggi induksi yang dapat merusak tachometer walau hanya satu kabel yang dihubungkan ke coil dan kabel lainnya menyentuh badan anda sehingga menjadi ground. Badan anda sudah cukup untuk mengalirkan tegangan tinggi dari coil melalui tachometer dan dapat merusak tachometer jika salah kabel.


Jika tachometer anda mempunyai kabel dengan warna yang berbeda dengan tabel, maka tabel dapat dimodifikasi agar sesuai dengan tachometer anda. Misal tachometer anda mempunyai kabel hitam, merah dan hijau, tidak ada kabel kuning. Maka ganti warna kuning pada tabel dengan warna merah, lalu tabel dapat dipergunakan.


Cara menggunakan tabel permutasi:

Start engine, biarkan dalam keadaan stasioner (tidak di gas). Agar mengurangi resiko yang dapat merusak tachometer, selalu sambung kabel yang diduga sebagai negatif (-) ke body terlebih dulu. Baru kemudian tempelkan kabel yang diprediksi sebagai positif dan sinyal (coil), cukup ditempelkan saja agar dapat segera dilepas jika salah agar tidak merusak tachometer. Khusus untuk kabel yang dihubungkan ke coil, gunakan alat yang terisolasi atau gunakan sarung tangan, karena tegangan induksi dari coil dapat membuat anda terkejut walau tidak fatal.

Lihat baris nomor 1, sambungkan kabel hitam ke body atau negatif (-). Lalu tempelkan kabel kuning ke positif aki, dan kabel hijau ditempelkan ke negatif coil. Lihat apakah jarum tachometer bergerak, jika tidak maka segera lepas kabel hijau dan kuning, jangan dibiarkan terlalu lama menempel karena karena dapat merusak tachometer. Tandai tabel pada baris 1 dan kolom Check dengan tanda kali (X) yang menyatakan cara pemasangan kabel tersebut salah, agar kita tidak mengulangi lagi cara tersebut.

Lanjutkan dengan baris nomor 2, sambungkan kabel hitam ke body atau negatif (-). Lalu tempelkan kabel hijau ke positif aki, dan kabel kuning ditempelkan ke negatif coil. Lihat apakan jarum tachometer bergerak, jika tidak maka segera lepas kabel hijau dan kabel kuning agar tachometer tidak rusak.

Lanjutkan ke baris 3, dan seterusnya sampai ditemukan pemasangan yang benar. Jika sudah ketemu, misalnya cara pemasangan nomor 4 adalah yang benar, maka tidak perlu melanjutkan ke nomor 5 dan 6, karena hanya ada satu cara pemasangan kabel yang benar, cara lainya dapat dipastikan adalah salah.

Matematika permutasi seperti diatas dapat juga dipakai untuk mencari kombinasi kabel dari komponen selain tachometer.

Untuk lebih jelasnya, skema berikut menggambarkan penyambungan 3 kabel utama dari tachometer.



Jelas terlihat bahwa kabel positif dari tachometer disambung ke kunci kontak (ignition switch). Kabel signal ke negatif coil sebelum platina (contact point) atau sebelum ignitor untuk kendaraan dengan sistem pengapian elektronik. Dan kabel negatif tachometer tersambung ke body kendaraan.

PERHATIAN: jangan menyambung kabel pada output coil. Pada output coil terdapat kabel yang berdiameter besar dengan isolasi yang tebal. Kabel output coil mempunyai ujung yang tersambung ke busi (spark plug) dan bertegangan tinggi (>10.000 volt), yang dapat merusak perangkat elektronik yang dilalui arus listrik bertegangan tinggi tersebut.

Sedangkan kabel untuk lampu tachometer sengaja tidak digambarkan karena biasanya tidak terlalu membingungkan. Hal ini untuk menjaga agar skema diatas tampak sederhana, mudah dibaca dan mudah dimengerti.

Fungsi coil sama dengan fungsi transformator, pada sistem pengapian digunakan untuk menaikkan tegangan. Trafo atau coil hanya dapat bekerja menaikkan atau menurunkan tegangan jika medan magnetnnya berubah-rubah, tidak statis. Perubahan medan magnet dapat dilakukan dengan arus bolak-balik (AC), atau dengan arus searah (DC) yang terputus-putus (berdenyut). Coil bekerja dengan prinsip induktor Ruhmkorff , dimana arus searah dibuat berdenyut agar coil dapat menaikkan tegangan. Platina (contact point) berfungsi untuk memutus arus dari kumparan primer coil ke body (ground), sehingga medan magnet coil akan runtuh dan menginduksikan listrik tegangan tinggi ke kumparan sekunder atau output coil. Tegangan tinggi output dari coil dapat melompati celah pada busi, sehingga menimbulkan percikan bunga api listrik di celah busi. Percikan api akan membuat gas terbakar, menimbulkan tekanan, dan mendorong piston sehingga menghasilkan daya mekanis. Pada sistem elektronik, platina digantikan oleh igniter. Karena platina / iginiter berfungsi mirip saklar On-Off, maka denyut tegangannya menjadi signal bagi tachometer untuk mengukur kecepatan putar engine.

82 comments:

  1. Gan, itu skemanya hanya contoh atau asli yg sudah bisa diterapkan pada motor?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Skema tersebut sudah pernah diterapkan pada motor dan mobil..Salam, Heru.

      Delete
    2. Om admin ,akirnya setelah frustasi nyari2 di google ndak ketemu yang pas ,nyasar juga di mari :) mau tanya om kalo kabel hitam kan di sambung ke koil negatif tu? Maksud nya apakah langsung ke output coil ? Trs yang ke kontak on itu bagaimana cara mengetahui kabelnya itu bermuatan negatif ,saya udah coba pasang tp motor saya larinya jadi brebet .

      Delete

    3. Yth Agus..
      Dari pertanyaan Anda, saya menangkap ada empat hal yang perlu diperjelas:

      Menurut hasil test saya, kabel hitam itu disambung ke koil negatif, yaitu kabel dari coil menuju platina atau igniter.

      Mohon jangan rancu dengan output coil. Karena output coil bisa diartikan sebagai tegangan tinggi yang disuplai ke busi, yaitu kabel tegangan berdiameter besar berisolasi tebal. Kabel ini tidak boleh disambung ke tacho, karena tegangan tingginya (>10.000 volt) akan merusak semua komponen elektronik yang dilaluinya.

      Kabel dari kontak posisi 'On' bertegangan positif, bukan negatif. Cara mengetahuinya dapat dicheck dengan multitester atau lampu test. Saat kontak diposisikan ke 'On', maka multitester akan menampilkan tegangan aki (12V) atau lampu tester akan menyala. Jika kontak diposisi 'Off" maka multitester atau lampu tester tidak bekerja. Bisa saja kabel positif tacho disambung ke pin positif di coil, karena pin tersebut juga disuplai tegangan positif dari kontak 'On'.

      Jika tacho sudah bekerja tapi ternyata tenaga motor jadi menurun (engine low power), hampir dapat dipastikan bahwa tacho tersebut terlalu banyak menarik arus dari coil, sehingga output coil jadi turun dan menurunkan performa engine. Coba hubungkan positif tacho langsung ke positif aki, check apakah tenaga kembali semula, jika 'Ya' maka perlu buatkan saklar tersendiri untuk tacho, bukan dari kunci kontak. Jika tenaga 'Tidak’ kembali normal, coba lepaskan kabel signal tacho dari coil sehingga tacho tidak bekerja. Jika tenaga pulih, berarti tacho menarik terlalu banyak arus dari coil untuk signal. Sehingga Anda perlu mengganti dengan tacho yang lebih bagus. Atau merakit rangkaian transistor untuk penguat signal tacho.

      Hal yang sama (engine low power) juga dialami oleh Mikey yang menulis komentar pada versi bahasa Inggris dari artikel ini. Saya sarankan kepada beliau untuk merakit rangkaian penguat signal dengan transistor. Penguat signal tersebut menyuplai arus yang cukup besar untuk signal tacho, tapi dengan input arus yang sangat kecil yang diambil dari coil. Tacho yang berharga murah biasanya tidak mempunyai penguat signal yang bagus, sehingga kita harus merakit sendiri.

      Salam, Heru

      Delete
  2. Thanks om admin ,akan saya coba dulu. Salam bloger indonesia

    ReplyDelete
  3. merk tachometer apa ya yang cocok untuk mio 2009 ??
    agar engine perform tidak terpengaruh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf saya tidak bisa kasih saran merk tertentu.. Guna mengikuti selera pasar, produk aftermarket (bisa ditafsirkan sebagai: peralatan dan perlengkapan non original, yang digunakan sesudah kendaraan terjual/dibeli konsumen) biasanya sangat beragam, bukan cuma modelnya yang beragam, tapi merknya juga beragam walau diproduksi oleh pabrik yang sama..

      Mungkin pembaca lainnya ada yang pernah mencoba dan bisa kasih saran tachometer yang bagus untuk Yamaha Mio 2009??

      Delete
  4. gan nanya, saya kan udah pasang takometer.. sudah jalan jarumnya... tp kok waktu motor saya jalankan jarum stabil di angka 4000rpm setelah itu saat di geber lebih dari itu jarumnya seperti gx mw naik... malah terlihat naik turun antara 6000 dan 4000rpm, setelah saya turun kan gasnya stabil lagi putaran nya...
    kira2 yg salah apa?? instalasinya kah atau takometernya??
    ty sblmnya gan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya tachometernya yang kurang bagus...Biasanya kalau salah sambung kabel, tachometer tidak hidup sama sekali.

      Delete
    2. makasi ya gan... jadi nyoba genti takometer yg baru... :D

      Delete
  5. Om mau nanya... untuk menghitung torsi selain pakajmi dynotest.. pakai tachometer bisa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tachometer fungsinya untuk mengukur kecepatan putar (RPM, radian per detik). Untuk menghitung torsi juga dibutuhkan data daya keluaran (output power, watt, hp). Selanjutnya daya keluaran dibagi kecepatan putar akan diketahui torsi (Nm).

      Untuk mengukur daya motor bakar torak (engine) atau sering juga disebut mesin motor atau mesin mobil, paling populer digunakan dinamo meter. Cara lain mengukur daya engine dengan mengukur tekanan di ruang bakar, tapi sulit dilakukan karena harus memasang sensor tekanan di cylinder head.

      Untuk mengukur daya keluaran sebuah motor listrik, dapat menggunakan volt meter dan ampere meter yang mengukur input listrik. Sehingga volt x ampere = watt (daya). Dan saat ini sudah populer alat ukur daya listrik (wattmeter) portable. Tapi daya keluaran selalu lebih kecil dari daya masukan, karena faktor effisiensi. Untuk itu perlu diketahui effiensi motor listrik tersebut.

      Lebih detail tentang daya, torsi dan RPM bisa dibaca di:

      http://maruzar.blogspot.com/2012/02/hubungan-antara-daya-torsi-rpm.html

      Delete
  6. Gan, numpang tanya. Knp ya rpm gue klo mesin langsam tanpa lampu dinyalakan, rpm stabil di 1100-1200. Akan tetapi ketika lampu depan dinyalakan rpm menjadi loncat-loncat 1000-2000. Dan ketika lampu tanda belok dinyalakan rpm menjadi 2x lipat, sesuai nyala-nya lampu belok. Untuk informasi, sinyal rpm tako, saya ambil di kabel input koil. Trima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya penyambungan kabel-kabel sudah benar. Mungkin tachometernya yang peka terhadap perubahan tegangan, akibat lampu depan dan lampu sein dinyalakan.

      Coba sambung kabel positif dan negatif dari tachometer langsung ke aki. Jika kemudian hasinya tachometer jadi normal walau lampu-lampu dinyalakan, berarti harus dipastikan tachometer mendapat suplai daya yang cukup. Bersihkan semua sambungan kabel, dudukan sekring, kunci kontak, dan komponen-komponen dari rangkaian yang mensuplai arus ke tachometer. Gunakan amplas halus dan spray pembersih seperti WD-40. Pastikan semua kabel negatif tersambung dengan baik ke bodi (ground), seperti kabel negatif dari aki, juga dari kabel negatif tachometer. Slm

      Delete
    2. Akhirnya setelah lama mencari dan uji coba, ternyata memasang DIODE berhasil membuat Tachometer saya stabil (hore).

      Delete
    3. Bos klo blh tau ukuran diodenya brapa ampere dan di pasang dimananya?di kabel koil tsb kah?

      Delete
    4. Gue gunakan diode dgn kode 1n4007. Dan gue pasang diantara kabel sinyal rpm pada tachometer dan kabel input koil.

      Delete
    5. itu cara nyambung resistornya gmna gan ? apa cma di lilit gitu aj ya ?? kaya nyambung kabel ??

      Delete
    6. Yang dipasang oleh Dian itu adalah dioda, bukan resistor..sebaiknya penyambungan disolder supaya tahan goncangan

      Delete
    7. saya udh pasang gan dioda tersebut ke kabel sinyal taco dgn melilit kaya nyambung kabel pada kabel tersebut, alhasil pertama stabil , stlah 3 atau 4 detik mesin brebet lg trus kaya telat bensin dan mesin mati. dimana yang salah ? coba jelaskan pemasangan diode yg bnar sedetil detilnya . mtr saya new jupiter mx.

      Delete
    8. Sulit mendiagnosa krn tidak mencheck langsung. Dioda fungsinya meneruskan arus hanya ke satu arah, kearah lain tidak bisa. Sehingga lambangnya adalah panah (anoda, positif) dengan palang (katoda, negatif), arus hanya dapat mengalir searah panah. Untuk 1N4007, katodanya diberi tanda garis putih (gelang).

      Delete
  7. Om klo negatif dr koil itu yg nempel dibaut ke bodi motor bkn? Soalnya ane mau cb pasang tako jg nih yg model analog di honda verza kira2 bs nyala ga ya om soalnya udh injeksi om. Makasih om

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabel sinyal RPM tidak disambung ke kabel negatif atau bodi atau ground. Sistem injeksi bahan bakar tidak berhubungan langsung dengan RPM, tapi sistem pengapiannya (coil) yang berhubungan dengan RPM.

      Delete
    2. Ane punya tachometer merk garcons tapi yg digital , ane mau pasang di beat injeksi , ada 3 kabel ijo. Kuning , item , itu kmana aja ya kabelnya gan ???
      Makasi sebelumnya

      Delete
    3. Mungkin sama..tapi supaya pasti, silakan gunakan prosedur sebagaimana di artikel

      Delete
  8. bisa diperjelas pak, bagaimana caranya dari penyambungan kabel tacho ke negatif coil bisa terbaca putaran mesin (poros engkol)?
    bagaimana perhitungannya, rumusnya?
    rangkaian tacho pada mobil kijang platina.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Negatif coil tidak langsung terhubung ke bodi (ground). Negatif coil terhubung ke platina (contact point). Platina mengatur kapan coil harus mendapat arus listrik, dan kapan coil diputus arus listriknya. Saat coil terputus arus listriknya (coil dimatikan), muncul induksi tegangan tinggi pada output coil yang menjadi percikan bunga api listrik di busi (spark plug).

      Platina digerakkan oleh cam shaft (noken as) yang terhubung ke poros engkol (crank shaft). Jadi platina bekerja berdasarkan putaran engine, dan negatif coil terhubung ke platina. Maka putaran engine dapat dideteksi oleh tacho dengan menghubungkan kabel sinyal tacho ke negatif coil.

      Untuk siklus 4 tak, dua putaran poros engkol akan membuat satu putaran cam shaft platina. Mobil kijang mempunyai engine dengan 4 silinder. Maka untuk satu kali cam shaft platina berputar, terjadi 4 kali pemutusan arus dari coil (4x coil hidup-mati). Sehingga ada 4 sinyal yang terbaca oleh tacho untuk setiap satu putaran cam shaft platina, sama dengan dua putaran poros engkol.

      Jadi tacho akan mengkalkulasi: setiap 2 sinyal dari coil berarti sama dengan 1x putaran poros engkol = 1x engine RPM.

      Delete
    2. Mohon pencerahannya,sy berencana pasang tacho juga di kijang super platina.. bagaimana skema pemasangan kabelnya om? Suwun

      Delete
    3. Wiring kijang super simpel dan efektif. Skemanya mirip dengan yang di artikel. Tinggal memastikan kabel-kabelnya.

      Delete
  9. Pak mau nanya,rpm inova naik turun.dalam keadan. Langsam posisi jarum rpm berada di 100.normalnya kan di posisi 900.suara mesian normal normal saja.yang jadi masalah kenapa jarum rpm bisa berada di posisi 100.'apakah ada sensor yang bermasalah.trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba check sambungan kabel-kabelnya, mungkin ada yang kendor atau perlu dibersihkan dengan semprotan WD-40.

      Delete
  10. Om Heru, minta tolong bang, mobil ane Toyota Great Corolla, mau dipasang RPM meter Eks Singapore, setelah ane pasang dengan benar, jarum RPM bergerak, namun saat di injak gas nya, jarum RPM bergerak kekiri atau berlawanan arah jarum jam, lalu saya coba tukar bolak balik kabelnya, malahan posisi sambungan yg lain jarum RPM tidak bergerak. Jadi bagaimana menurut om cara dan solusi supaya jarum RPM nya berputar normal. Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya cuma ada 1 kombinasi sambungan kabel-kabel agar tacho berfungsi...mungkin kabel positif dan kabel ground tidak bagus nempelnya sehingga arus yang disuplai ke tacho berkurang saat tacho harus bekerja saat gas diinjak, bisa jadi juga tacho kurang bagus atau tidak cocok...

      Delete
  11. gan punya saya itu akselerasinya lambat alias tidak akurat.klo di gas kenceng paling jarumnya hnya nyampe angka 2.tolong penjelasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tacho yang ada di pasaran biasanya untuk engine dengan jumlah silinder 1, 4, dan 6. Beberapa tacho ada yang bisa disetel untuk 4 atau 6 silinder.

      Jika menggunakan tacho untuk 4 silinder tapi dipasang pada engine 1 silinder, maka tacho akan menghitung 1/4 dari putaran (RPM) sebenarnya.

      Delete
  12. om saya beli tacho merk shark.ada tiga kabel hijau.hitam.kuning.saya psang di beat fi.rpm jalan normal2 aja dibawah skla 6000.tp knpa cma mentok di skla 6000 sja wlau mesin di geber penuh.

    ReplyDelete
  13. Sepertinya tacho tersebut memang didesain untuk kapasitas engine (cc) besar, diatas 1000 cc. Makin besar cc, maka makin rendah putaran maximalnya. Pada kendaraan roda empat, biasanya putaran maximal sekitar 6000 RPM. Pada truk besar, putaran maximum bisa di bawah 3000 RPM.

    Tapi ada juga tacho yang bisa disetel batas maximum RPM nya, coba dicheck mungkin di tacho tersebut ada setelannya.

    ReplyDelete
  14. Om....mau tanya....apakah output negatif coil yg menuju ke platina berbeda antara motor karbu sama motor injeksi??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada prinsipnya sama. Tapi pada sistem injeksi, biasanya coilnya memakai transistor, bukan platina. Kabel-kabel (wiring) pada sistem injeksi biasanya diisolasi rapat sehingga agak lebih sulit untuk dikenali.

      Delete
    2. Mkasih om...soalnya aq buat sendiri tachometer led,,tp wktu di coba g bsa nyala sma skali...(motor injeksi)...

      Delete
    3. Om..saya mau tanya, saya pakai tachometer motor suzuki fu..input tacho nya dari sensor pick up sekarang saya pakai cdi aftermarket tp tacho nya gak hidup, kalo saya ganti dgn cdi std tacho nya hidup, kira2 knapa ya om? Mungkin ada solusi dari om Heru, dengan cdi aftermarket tacho saya bisa hidup. Thanks

      Delete
    4. Dari tulisan Anda saya menyimpulkan bahwa ignitor (CDI) yang diganti, sedangkan tacho tetap orisinil.

      Sepertinya sinyal dari sensor pickup hanya cocok untuk tacho orisinil yang tersambung dengan iginitor orisinil. Perbedaan perangkat dapat merubah tegangan (Volt) dan arus (Ampere) dari sinyal.

      Saya kurang paham wiring dari Suzuki Anda. Sebaiknya selalu berpatokan pada coil. Biasanya aftermarket tacho bekerja baik jika mendapa sinyal langsung dari kutub negatif coil.

      Tapi ada tacho orisinil mendapat signal dari pickup, bukan dari coil. Beberapa aftermarket ignitor (CDI) menyediakan koneksi khusus untuk sinyal tacho, bisa jadi ignitor Anda juga demikian??

      Delete
  15. Om mau tanya . Ane beli voltmeter aki + rpm jadi satu merk TDH . Ada 3 kabel 1. Positif aki dr kontak 2. Negatif aki 3. Pulser .
    Pas dipasang di CB150R voltmeter aki nya nyala normal tp rpm nya ngaco gak stabil , kn rpm cm dsambung ke pulser kalo motor karbu . Gmn solusi nya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya sambungan kabel power (positif & negatif) sudah benar, voltmeter pasti tidak akan bekerja kalau sambungan power tidak benar..

      Mungkin kabel sinyal (pulser) yang salah sambung atau kurang nempel. Pada komentar terdahulu: ada pembaca yang mencoba memasang dioda 1N4007 pada kabel sinyal, dan ternyata berhasil menstabilkan tacho. Mudah2an bukan karena tachonya yang tidak cocok/kurang baik.

      Delete
  16. Mlm om, mau nanya nih.. Kmren sya pasang tachometer dihonda grand civic, dipasangin sma bengkel sesuai manual booknya,, ada 5 kabel, hijau(sinyal RPM), Merah(power), hitam(ground), kuning(lampu kecil illuminator), putih(acc/kontak),, hasilnya tacho gerak loncat" (keadaan langsam), pas mobil jalan RPM geraknya cepet naik (ga akurat).. Tapi kalo lampu depan mobilnya dinyalain semuanya stabil.. Kira" yg salah apa ? Mohon pencerahan solusinya om.. Skdr info kabel hijau(RPM) disambungin k kabel di soket speedometer.. Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya kasusnya mirip komentar sebelumnya, tapi kebalikannya: komentar sebelumnya tacho tidak stabil saat lampu nyala, sedangkan yang ini tacho justru stabil saat lampu nyala.

      Menurut saya, coba dicheck sambungan kabel daya (positif dan negatif) tacho, bila perlu sambung langsung ke aki, lalu check apakah sudah stabil. Ada kemungkinan daya yang diterima tacho tidak stabil (voltage spike), dan lampu meredam voltage spike tsb. Jika disambung langsung ke aki, maka voltage spike yang timbul di wiring kendaraan diredam oleh aki.

      Pada komentar terdahulu, beliau memasang dioda 1N4007 pada kabel sinyal tacho, dan ternyata berhasil menstabilkan tacho.Saran ini bisa juga dicoba. Salam

      Delete
  17. Assalamualaikum, pak saya diwarisi mobil hijet 1000 3 silinder, dan saya punya rencana pasang tachometer. mohon petunjuknya pak apakah bisa pakai tacho variasi motor ? bagai mana cara pasang tach var motor di mesin 3 sili ? apakah akurat dan gimana perhitungannya. kalau pakai tachometer aftermarket untuk mobil 4,6,8 silinder apakah juga bisa ? bagaimana perhitungan dan akurasinya ? terimakasih atas informasinya, semoga dilancarkan segala urusan baiknya karena berbagi ilmu yang berman faat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Supaya akurat harus menggunakan tachometer untuk 3 silinder. Kalau menggunakan tacho untuk 4 cylinder akan terbaca 3/4 dari RPM aktual. Jika menggunakan tacho untuk 6 silinder akan terukur 3/6 dari RPM sebenarnya.

      Seingat saya dulu pernah ada tacho yang menggunakan sensor ditempelkan di salah satu kabel busi, bukan sensor yg dihubungkan ke kabel tegangan rendah coil, bukan juga ke tegangan tinggi coil. Sensor di kabel busi 'merasakan' induksi tegangan saat busi menyala. Tacho dengan sensor di kabel busi ini dapat membaca RPM semua engine tanpa terpengaruh jumlah silindernya. Tapi tetap ada perbedaan setelan untuk tipe 2 atau 4 tak (siklus). Karena pada engine 2 tak, terjadi 1 putaran engkol (crankshaft) untuk setiap 1x penyalaan busi. Pada engine 4 tak, terjadi 2 putaran engkol setiap 1x penyalaan busi. Salam, Heru.

      Delete
  18. mau tanya om,cara pemasangan tachometer merk defi di lancer evo4 injektion.. soalnya koilnya hanya pakai 2 dari 4 silinder.sy bingung ngambil negatif coilnya.karena skrg sudah coba pasang tp pembacaan nya tidak akurat alias lebih rendah dr pembacaan aslinya.misalnya di tacho aslinya 3000 rpm,di tacho defi hanya terbaca 2000 rpm,mohon pencerahan nya,terimakasih..salam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya Mitsubishi Lanver Evo menggunakan 2 coil untuk mensupplai 4 buah busi. Setiap coil terhubung serie dan menyalakan dua busi sekaligus di dua silinder/ruang bakar berbeda. Ada busi yang menyala saat piston di akhir langkah kompresi sehingga menyebabkan proses pembakaran. Busi lainya menyala bersamaan tapi pada posisi piston di akhir langkah buang (exhaust), busi ini menyala tanpa ada effeknya. Dengan cara ini maka tidak dibutuhkan distributor yang mengatur pembagian listrik tegangan tinggi dari coil ke busi-busi. Sistem dua coil juga lebih murah dari sistem 4 coil, atau 1 coil untuk tiap silinder.

      Jika tacho tersebut untuk 4 silinder dan dihubungkan dengan salah satu coil, maka akan membaca 2/4 rpm aktual. Sepertinya penyambungan kabel sudah benar, hanya tacho tersebut membaca sedikit lebih tinggi dari 2/4 rpm aktual. Sebaiknya menggunakan tacho untuk 2 cylinder. Kalau tahu koneksi tacho pada ECU bisa langsung disambung ke ECU, tapi kalau salah resikonya ECU bisa rusak. Salam...

      Delete
    2. Sudah di coba hubungkan 2 coilnya belum bro krisna purnama

      Delete
  19. maaf kalau pasang RPM di 2TAK gimana caranya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagaimana dijelaskan pada komentar sebelumnya, sambungan kabel tacho untuk 2 tak adalah sama dengan 4 tak. Tapi karena 2 tak hanya 2 siklus, maka tacho akan membaca 2x lebih tinggi rpmnya. Jadi untuk 1 silinder 2 tak, membutuhkan tacho yang didesain untuk 2 silinder 4 tak.

      Delete
  20. Mlm om mau tanya klw tako stc sama g pemasangan nya kaya di atas cumn yg warna kuning ada setrip hitam apakah untk ke koil ap untuk positif jarum tako.saya mau cba pasng di vario 110 injek.dan untuk positif koil nya dimn y om soal nya ad dua kabel yg masuk ke koil hitam am kuning strip hijou.mksih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabel ke coil memang biasanya ada 2, selain kabel tegangan tingginya (busi). Silakan dicoba metoda matematika di atas, agar didapat kombinasi hubungan kabel yang benar. Salam

      Delete
  21. Maaf om mau nanya ,kalo untuk mobil sohc(2coil) apakah harus kabel hitam nempel di 22nya kabel coil atau salah satu ,mohon pencerahannya om om semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabel sinyal cukup dihubungkan ke salah satu coil.

      Delete
    2. Malam om sy hbs pasang tachometerdi mobil ayla pake type R.yg ada setelan 4.6.8.tp waktu mesin dihidupkan rpm gak naik.gmn solusinya.mohon bantuanya

      Delete
  22. Malam om.mau nanya klu mau pasang tachometer di mobil ayla apa bisa.posisi kabel sinyalnya dmn.mohon bantuanya

    ReplyDelete
  23. Daihatsu Ayla menggunakan 1 coil untuk tiap busi, setiap silinder mempunyai busi tunggal, jadi 1 coil per silinder.

    Sepertinya tacho yang Anda miliki bisa disetel untuk 4,6 atau 8 silinder. Agar pengukuran RPM akurat, akan lebih cocok menggunakan tacho untuk 1 silinder, tacho untuk sepeda motor 1 silinder. Karena Ayla menggunakan 1 coil per silinder, dan jumlah silindernya 3, tidak ada setelannya pada tacho Anda.

    Kabel-kabel pada coil adalah kabel tegangan positif dari kunci kontak, kabel negatif (bodi), dan kabel sinyal dari ECM.

    Kabel tegangan positif bisa dilacak dengan tester (voltmeter), karena selalu ada tegangan saat kontak On.

    Kabel negatif bisa ditest dengan tester ohmmeter, selalu terhubung ke bodi.

    Kabel sinyal hanya mendapat tegagan dari ECM saat busi dinyalakan, tegangannya terputus-putus (On-Off), dicheck dengan voltmeter saat engine hidup.

    Untuk memudahkan pengetesan dengan kabel-kabel (wiring harness) tetap terpasang dan engine hidup, bisa dilakukan dengan prosedur menusukkan jarum pentul ke kabel yang akan ditest. Jarum pentul menembus isolasi kabel dan menyentuh konduktor tembaga kabel. Selanjutnya jarum pentul dihubungkan ke tester, sehingga tegangan pada kabel terbaca tanpa harus mengupas isolasi kabel agar probe tester bisa ditempelkan ke konduktor kabel.

    Hati-hati jangan sampai jarum pentul yang menusuk kabel juga menempel ke bodi atau menembus kabel lain di sebelahnya, karena akan menyebabkan korslet dan dapat merusak ECM.

    ReplyDelete
    Replies
    1. MISI GAN, NUMPANG TANYA, KLO KABEL NEGATIVE KOIL MOTOR YAMAHA JUPITER MX 135 WARNA APA ? DA DIMANA LETAKNYA, MOHON INFONYA.

      Delete
    2. Biasanya warnanya orange untuk yang kabel positif dari CDI, kabel ground coil berwarna hitam. Karena negatif coil disambung langsung ke ground (bodi), maka untuk sinyal tacho bisa disambung ke kabel positif coil.

      Delete
    3. BANG HERU, SAYA UDH PASANG TACHO NYA, TP PAS HIDUPKAN MESIN , JARUM TACHO BERGERAK TAPI PAS 2 DETIK MESIN LANGSUNG MATI, KAYA GK ADA TENAGA, DI GAS PUN LANGSUNG MATI GAK ADA TENAGA, MOHON PENJELASANNYA

      Delete
    4. Mungkin kabel sinyal tacho terlalu banyak menarik arus sehingga coil kekurangan daya, coba pasang resistor dengan ukuran sekitar 120 ohm di kabel sinyal tacho..Ukuran resistor harus dicoba-coba, supaya tenaga engine pulih tapi tacho tetap bisa bekerja.

      Delete
  24. Tanks.. Martunuwun... Trimakasih... Barusan berhasil om....

    ReplyDelete
  25. misi mas maru,, saya coba yg perkabelan tabel nomor 1, jarum bergerak nunjuk 0.7an, tapi ktika di gas jarum malah ke 0 lagi, itu knapa ya,, thanks info before

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin ada sambungan yang kendor, mudah-mudahan bukan tachonya yang bermasalah

      Delete
  26. Misi om heru mau nanya,saya pasang tacho digital ke old vixion..semua dah ok,tp rpm nya ketika di gas tak bergerak,namun setelah jalan dan gas kendor malah rpmnya naik kira2 masalahnya dimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba pastikan sambungan kabelnya..itu ciri-ciri sambungan terputus-putus

      Delete
  27. om bolwh mintya skema transitor untuk penguat sinyal dari pulser tanpa mengganggu kinerja nya?

    ReplyDelete
  28. maaf skema penguat sinyal belum sempat saya test, skarang ini lagi sibuk..

    ReplyDelete
  29. mas mau tanya motor saya scorpio z, saya mau pasang tachometer RPM plus bensin ( dalam tachometer tsb ada RPM juga indikator bensin bentuk lampu led) kabelnya cuman 4 hitam ijo kuning dan merah, mohon petunjuk mas...terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti kolom pada tabel harus ditambahkan, yaitu kolom bensin, selanjutnya tabel bisa dipergunakan secara permutasi.

      Delete
  30. ane minta bantuan temen pasang, cuma pas jalan jadinya brebet brebet. dan suka mati. solusinya apa ya bro? tako ane ada 5 kabel. merah, hitam, kuning, hijau dan hitam lagi. terima kasih. motor ane jupiter mx.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya tacho tersebut kurang sensitif, banyak menarik arus yang seharusnya mengumpan coil, sehingga output coil atau tegangan tinggi ke busi jadi kecil

      Delete
  31. mas mau tanya kalau motor2 injeksi biasanya ambil sinyal rpm nya dari mana ya? mau coba tachometer yg rpm model jarum (tacometer aslinya rpm model bar) trus kalo tachometer untuk motor karbu dan injeksi sama aja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya sistem injeksi menyediakan konektor tersendiri untuk sinyal RPM (pulser). Pada prinsipnya cara kerjanya sama saja. Karena sistem injeksi menggunakan sirkuit elektronik yang rumit, jadi sulit untuk mengetahui konektor yang mana untuk sinyal RPM. Sebaiknya cari info dari skema kabel (wiring diagram).

      Delete
    2. kabel rpm nya udh nemu mas cma masih gak bisa gerak jarum rpmnya, trus saya coba di honda tiger normal tachometernya. kebetulan motor saya ninja rr mono, apa mungkin motor dengan rpm bawaannya (model bar) itu tidak cocok dengan tachometer model analog mas?

      Delete
    3. kayaknya sinyal di Ninja tidak cukup kuat untuk tacho tersebut, coba check tegangan (volt) dan arus (ampere) dari sinyal tsb.

      Delete
    4. kalau memang sinyalnya yang tidak kuat apa ada solusinya mas supaya tacometernya mau gerak normal?

      Delete
  32. Bisa ditambahkan penguat sinyal dengan transistor, tapi saya sendiri belum ada waktu untuk mencoba rangkaian tersebut.

    ReplyDelete

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site