Friday, February 3, 2012

Apakah Fungsi Tachometer pada Kendaraan?


Sejak sekitar pertengahan tahun 1980-an, tachometer mulai menjadi perlengkapan standard di industri kendaraan berdampingan dengan speedometer sebagai salah satu instrumen atau alat utama yang membantu pengendara. Awalnya hanya diterapkan untuk balap, tapi sekarang kendaraan keluarga juga menerapkannya. Pabrikan harus investasi cukup besar demi memenuhi persaingan pasar yang menginginkan tachometer sebagai perlengkapan standard. Sayangnya banyak diantara pengemudi terutama wanita belum mengetahui fungsinya. Apakah fungsi tachometer dan bagaimana cara menggunakan tachometer?

Tachometer atau nama lainnya adalah: revolution counter (rev-counter), RPM gauge, dll, adalah suatu alat yang mengukur putaran poros engkol (engine crankshaft). Satuan yang digunakan adalah putaran per menit (Revolutions Per Minute, RPM).



Mekanik menggunakan tachometer untuk menyetel putaran terendah engine (engine idle speed), kadang disebut putaran stasioner atau langsam, yaitu berkisar antara 500-1000 RPM, pada saat tidak menggunakan AC. Jika AC dinyalakan maka secara putaran engine harus dinaikkan ke sekitar 100-200 RPM lebih tinggi, agar didapat daya untuk memutar kompressor AC. Kenaikan putaran saat AC bekerja diatur secara otomatis, mekanik hanya perlu menyetel seberapa tinggi putaran saat AC on dan saat AC off.

Dengan tachometer kita dapat mengetahui putaran engine dan menjaga agar tidak melampaui putaran yang diizinkan (redline). Untuk kendaraan sedan biasanya putaran maximal engine dibatasi sampai 6000 RPM, ada beberapa yang mencapai 7000 RPM. Untuk jeep, pickup dan truck dengan Diesel engine putaran maximal biasanya sekitar 4000 RPM. Engine sepeda motor mempunyai batas putaran 12000 RPM, ada yang mencapai 17000 RPM. Engine pada mobil balap formula satu dapat mencapai putaran setinggi 18000 RPM. Putaran tinggi biasanya terjadi saat kendaraan dipacu, atau saat menurunkan kecepatan dengan menggunakan kompresi (engine brake).

Jika putaran engine maximal dilampaui maka akan menyebabkan keausan yang lebih cepat pada komponen-komponen engine, bahkan dapat menyebabkan engine macet (engine jam). Beberapa hal yang menentukan batas putaran maximal engine antara lain: kemampuan sistem lubrikasi engine, berat komponen, keseimbangan komponen, susunan komponen, dll. Diesel engine biasanya mempunyai batas putaran lebih rendah karena keterbatasan sistem injeksi bahan bakar. Engine sepeda motor mempunyai batas putaran yang sangat tinggi karena berat komponen yang lebih ringan, terutama pada komponen yang bergerak bolak balik (resiprok) seperti piston, stang piston (connecting rod), katup, dll. Beberapa kendaraan dilengkapi dengan pembatas putaran yang bekerja dengan mengurangi injeksi bahan bakar agar putaran engine tidak melampaui redline.

Beberapa kendaraan yang digunakan untuk menarik beban berat seperti truck dan traktor, tachometernya dilengkapi dengan garis biru atau hijau yang menyatakan daerah putaran dimana engine memproduksi torsi maximum. Torsi maximum dari engine truck dan traktor didapat pada putaran serendah 1500-2500 RPM (low end torque). Sehingga pengendara tidak perlu menekan pedal gas dalam-dalam saat menarik beban berat, juga tidak perlu terus menerus menggunakan perseneling di gigi rendah saat menarik beban berat. Jika Anda mengemudi truk tanpa menarik beban berat, Anda bisa menanjak menaiki bukit dengan gigi 5, jika Anda mengendarai sedan Anda mungkin harus beralih ke gigi 3 untuk naik bukit. Hal ini karena engine pada truk memiliki torsi pada putaran rendah, sementara engine sedan memiliki torsi besar pada RPM tinggi.

Pada kendaraan penumpang seperti sedan dengan transmisi manual, tachometer dapat digunakan untuk menentukan saat terbaik mengganti persneling. Biasanya untuk penggunaan ekonomis, perseneling dapat dipindahkan ke satu tingkat lebih tinggi di saat putaran engine 2000-3000 RPM, jika melalui tanjakan atau menarik beban berat maka penggantian perseneling harus dilakukan pada putaran engine yang lebih tinggi, misal mencapai 4000 RPM. Pada kendaraan dengan transmisi otomatis, maka pengendara tidak lagi terlalu memperhatikan tachometer.

Pada mobil balap atau motor balap, tachometer selain digunakan untuk membatasi putaran maximal engine juga dapat digunakan untuk mengukur kecepatan kendaraan. Karena modifikasi pada roda dan transmisi, maka speedometer standard tidak lagi bekerja akurat. Maka pada mobil balap dan motor balap, tachometer digunakan untuk mengukur kecepatan. Dengan mengetahui rasio roda gigi transmisi dan keliling roda, maka dapat diketahui putaran roda pada putaran engine tertentu. Dengan mengalikan putaran roda dengan keliling roda maka akan didapat kecepatan kendaraan.

Lihat artikel Hubungan antara RPM, Transmisi, Roda, Kecepatan untuk lebih detail.

Sekarang ini GPS (Global Positioning System) sudah populer, pengukuran kecepatan kendaraan dapat juga dilakukan dengan GPS. Karena ukurannya yang kecil, ada GPS yang bisa digunakan pada handphone dan ada yang digunakan pada sepeda.


2 comments:

  1. kalau aq lihat itu di ahass ada tachometer sebagai standart pengecekan. Nah itu menunjukkan angka sekita 1300. Nah itu apa artinya 1300 rpm?

    Dokterpena.com
    Jasa tulis, jasa penulisan artikel

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau display pada tachometer tersebut menunjukkan sekitar angka 1300 saat engine idle, mesin hidup dan gas dilepas / dibiarkan , berarti memang benar 1300 rpm ( engine idle speed ).

      Delete

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site