Saat berkendara di jalan tol, kita perlu
menjaga jarak aman antara kendaraan kita dengan kendaraan di depan. Karena
kecepatan adalah jarak dibagi waktu, maka pada kecepatan tinggi waktu 1 detik
dapat sangat menentukan.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan
dalam menentukan jarak dengan kendaraan di depan:
·
Kecepatan
reaksi pengendara
·
Jarak
pengereman kendaraan
Panduan yang biasa digunakan untuk
pengendara di jalan tol adalah aturan 2 detik
(Two-second rule). Saya sering
menggunakan aturan 2 detik ini untuk berbaris dibelakang truk agar menghemat
bahan bakar.
Tabel berikut menggambarkan jarak 2
detik pada setiap kecepatan tertentu:
Vehicle
Speed
|
Distance in
2 Seconds
|
||
kmh
|
mph
|
meters
|
feet
|
50
|
31
|
28
|
91
|
60
|
37
|
33
|
109
|
70
|
43
|
39
|
128
|
80
|
50
|
44
|
146
|
90
|
56
|
50
|
164
|
100
|
62
|
56
|
182
|
110
|
68
|
61
|
200
|
120
|
75
|
67
|
219
|
130
|
81
|
72
|
237
|
140
|
87
|
78
|
255
|
150
|
93
|
83
|
273
|
160
|
99
|
89
|
292
|
170
|
106
|
94
|
310
|
180
|
112
|
100
|
328
|
Dari
tabel diatas dapat diambil secara garis besar bahwa untuk kecepatan dalam
kilometer per jam (kmh) maka jarak aman adalah kecepatan dibagi 2 dalam satuan
meter. Misal:
Untuk
kecepatan 60 kmh, jarak aman = 60 / 2 = 30 meter, di tabel 33 meter.
Untuk
kecepatan 100 kmh, jarak aman = 100 / 2 = 50 meter, di tabel 56 meter.
Untuk
kecepatan dalam satuan mile per jam (mph) maka secara garis besar jarak dengan
kendaraan di depan adalah sekitar 3 kali kecepatan, dengan jarak dalam satuan
feet. Misal:
Untuk
kecepatan 37 mph, jarak aman = 37 x 3 = 112 feet, dalam tabel 109 feet.
Untuk
kecepatan 62 mph, jarak aman = 62 x 3 = 186 feet, dalam tabel 182 feet.
Jika
diperhatikan pada tabel tersebut, tampak juga bahwa nilai kecepatan dalam mph
adalah sekitar besarnya jarak dalam meter. Sehingga secara sederhana dapat
diestimasi, misal:
Untuk
kecepatan 50 mph, jarak aman sekitar 50 meter, pada tabel 44 meter.
Untuk
kecepatan 99 mph, jarak aman sekitar 99 meter, pada tabel 89 meter.
Tetapi bagaimana mengukur jarak saat berkendara? Jika pada jalan tol tersebut terdapat patok-patok pengukur jarak yang banyak dan dengan kelipatan 20 atau 50 meter maka dapat digunakan untuk mengestimasi jarak.
Cara
lain adalah dengan berpatokan pada suatu benda dipinggir jalan. Lihat saat
benda, misal pohon, yang dilewati
oleh kendaraan di depan. Lihat gambar di bawah, mobil warna kuning melintasi
pohon di pinggir jalan. Mobil anda berwarna merah di belakang mobil kuning.
Lalu
hitung detiknya dengan cara menyebut ‘seribu satu’ dan ‘seribu dua’ di dalam
hati. Jika saat selesai menyebut ‘seribu dua’ pohon tersebut tepat berada di sisi
kendaraan anda, maka jarak anda dengan kendaraan di depan sudah sesuai dengan
aturan 2 detik, sebagaimana gambar dibawah
Jika
kondisi jalan buruk karena hujan, lumpur, salju, dll, maka tambahkan jarak
hingga 3 kali lipat 2 detik atau sama dengan 6 detik. Jarak pandang yang buruk
dan jalan yang licin akan mempersulit untuk pengemudi bereaksi dan menghentikan
kendaraan.
Banyak
kejadian tabrak belakang terjadi karena kendaraan di belakang terlalu dekat. Di
beberapa negara, jika anda berkendara terlalu dekat dengan kendaraan dimuka (tailgating)
dapat dikenakan sanksi hukum. Beberapa organisasi transportasi bahkan
menganjurkan untuk menggunakan aturan 3 detik agar lebih aman.
Jika
ada kendaraan lain yang terlalu dekat di belakang anda, berpindahlah ke jalur
lain agar kendaraan tersebut berlalu. Hal ini jauh lebih baik daripada
menanggung resiko yang diakibatkan oleh kecerobohan orang lain.


No comments:
Post a Comment
Your positive comment will be highly appreciated to improve this site