Di
jalan bebas hambatan terdapat dua atau lebih jalur kendaraan. Berkendara di
sebelah kiri jalan adalah sistem yang berlaku di Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia,
India, Inggris, Australia, dan lain-lain. Pada sistem ini jalur di jalan tol
dimana kendaraan paling lambat terletak di sebelah paling kiri, jalur paling
cepat disebelah paling kanan. Di jalur paling kiri adalah untuk bus, truk,
pickup, di jalur paling kanan untuk mobil kecil (sedan, jip, minibus, dll).
Tapi
ternyata, untuk mengirit bahan bakar, jalur terbaik adalah di sebelah paling
kiri, yaitu jalur untuk kendaraan besar. Hal ini karena berkurangnya hambatan
aerodinamis akibat udara yang dibelah oleh kendaraan besar di depan anda.
Teori
ini dibuktikan oleh Mythbuster acara tivi dari Discovery Channel bahwa berkendara di belakang truk dapat menghemat
bahan bakar sekitar 10%. Bahkan bisa mencapai 40% jika jaraknya sangat dekat, Drafting behind a big rig will improve your car’s fuel efficiency.
Saya
sering memanfaatkan cara ini untuk menghemat bahan bakar saat berkendara dari
Jakarta ke Bandung saat melalui jalan tol Jakarta Outer Ring Road, Cikampek dan
Purbaleunyi (Cipularang).
Berikut
adalah cara yang biasa saya pakai untuk berbaris di belakang kendaraan besar
(truk, trailer, bus):
·
Cari
kendaraan besar yang berjalan sekitar 60-80 kmh.
·
Pastikan
lampu rem di belakang kendaraan tersebut bekerja baik dan terlihat jelas oleh
anda.
·
Pilih
truk yang dilengkapi dengan bumper belakang yang rendah, agar mengurangi resiko
dan mencegah kendaraan anda masuk ke
kolong truk jika truk direm mendadak (semoga tidak terjadi).
·
Pastikan
truk dikendarai dengan tenang dan kecepatannya stabil, tidak terlalu sering
menginjak rem dan menambah kecepatan.
·
Pastikan
supir truk tidak suka berpindah jalur atau zig-zag.
·
Ikuti
truk dengan jarak 2 detik di belakangnya atau sekitar 33 meter di belakang truk
pada kecepatan 60 kmh, dan sekitar 44 meter di belakang truk pada kecepatan 80
kmh. Jarak 2 detik adalah jarak aman yang disarankan agar anda dapat bereaksi
jika truk di depan anda mengerem mendadak.
·
Pastikan
asap truk tidak terlalu tebal agar anda dan kendaraan anda cukup mendapat
oksigen.
·
Pastikan
tidak ada resiko muatan pada kendaraan besar yang dapat terjatuh.
Jika
ditinjau dari sisi keselamatan, berbaris di belakang kendaraan besar mengandung
resiko bahwa pengemudi kendaraan besar tersebut tidak melihat kendaraan anda
yang lebih kecil di belakangnya, sehingga ada kemungkinan kendaraan besar
tersebut direm mendadak tanpa memperhitungkan adanya mobil kecil di belakang.
Tapi karena kendaraan besar mempunyai jarak pengereman yang jauh lebih panjang,
maka resiko akibat direm mendadak dapat lebih kecil dari pada resiko jika ada
mobil kecil yang direm mendadak di depan kendaraan anda.
Pada
saat mengantri untuk membayar tiket tol, saya juga suka menggunakan jalur
antrian truk dan bus. Hal ini karena antrian truk terlihat panjang, tapi
sebenarnya jumlah kendaraannya sedikit karena truk yang sangat panjang bodinya
jika dibanding mobil kecil. Panjang satu buah truk dapat sebanding dengan
panjang 2 atau 3 mobil kecil. Antrian mobil kecil sepanjang 50 meter dapat
terdiri dari sekitar 10 unit mobil kecil, sedangkan antrian truk sepanjang 50
meter hanya terdiri dari sekitar 3-5 unit truk saja. Juga supir truk biasanya
sudah mempersiapkan uang pembayaran tol, apalagi jika dia dibantu oleh kenek
untuk mempersiapkan uang pembayaran, maka lamanya proses pembayaran bisa lebih
cepat dari mobil kecil. Sehingga mengantri membayar tiket tol di jalur kendaraan
besar bisa lebih cepat daripada mengantri di jalur mobil kecil. Saat ini di
Indonesia tidak ada peraturan yang melarang mobil kecil masuk ke antrian truk
saat membayar tol.
Jika
anda tidak yakin dengan keselamatan saat berbaris di belakang truk, maka
berbaris di jalur mobil kecil juga dapat menghemat bahan bakar, walau kalah
hemat dibanding berbaris di belakang kendaraan besar. Jika jalan tol tersebut
terdiri dari 3 jalur atau lebih, maka anda dapat memilih jalur yang tengah,
dimana banyak mobil kecil berbaris. Jika memilih jalur paling kanan maka anda
harus memacu kendaraan karena jalur paling kanan adalah jalur untuk kendaraan
yang lebih cepat. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi akan memboroskan
bahan bakar.
Jadi
selalu gunakan jalur yang sesuai dengan kecepatan, kebutuhan, dan tujuan anda.
Berbaris di belakang kendaraan lain dapat menghemat bahan bakar, apalagi jika
berbaris di belakang kendaraan besar. Selalu berbaris dengan tertib dan
sesuaikan jarak dengan kendaraan di depan sesuai dengan aturan 2 detik.

No comments:
Post a Comment
Your positive comment will be highly appreciated to improve this site