Monday, April 2, 2012

Berbaris Dengan Truk di Jalan Tol Dapat Menghemat Bahan Bakar


Di jalan bebas hambatan terdapat dua atau lebih jalur kendaraan. Berkendara di sebelah kiri jalan adalah sistem yang berlaku di Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, India, Inggris, Australia, dan lain-lain. Pada sistem ini jalur di jalan tol dimana kendaraan paling lambat terletak di sebelah paling kiri, jalur paling cepat disebelah paling kanan. Di jalur paling kiri adalah untuk bus, truk, pickup, di jalur paling kanan untuk mobil kecil (sedan, jip, minibus, dll).

Tapi ternyata, untuk mengirit bahan bakar, jalur terbaik adalah di sebelah paling kiri, yaitu jalur untuk kendaraan besar. Hal ini karena berkurangnya hambatan aerodinamis akibat udara yang dibelah oleh kendaraan besar di depan anda.

Teori ini dibuktikan oleh Mythbuster acara tivi dari Discovery Channel bahwa berkendara di belakang truk dapat menghemat bahan bakar sekitar 10%. Bahkan bisa mencapai 40% jika jaraknya sangat dekat, Drafting behind a big rig will improve your car’s fuel efficiency.




Saya sering memanfaatkan cara ini untuk menghemat bahan bakar saat berkendara dari Jakarta ke Bandung saat melalui jalan tol Jakarta Outer Ring Road, Cikampek dan Purbaleunyi (Cipularang).

Berikut adalah cara yang biasa saya pakai untuk berbaris di belakang kendaraan besar (truk, trailer, bus):
· Cari kendaraan besar yang berjalan sekitar 60-80 kmh.
· Pastikan lampu rem di belakang kendaraan tersebut bekerja baik dan terlihat jelas oleh anda.
· Pilih truk yang dilengkapi dengan bumper belakang yang rendah, agar mengurangi resiko dan mencegah kendaraan anda masuk ke kolong truk jika truk direm mendadak (semoga tidak terjadi).
· Pastikan truk dikendarai dengan tenang dan kecepatannya stabil, tidak terlalu sering menginjak rem dan menambah kecepatan.
· Pastikan supir truk tidak suka berpindah jalur atau zig-zag.
· Ikuti truk dengan jarak 2 detik di belakangnya atau sekitar 33 meter di belakang truk pada kecepatan 60 kmh, dan sekitar 44 meter di belakang truk pada kecepatan 80 kmh. Jarak 2 detik adalah jarak aman yang disarankan agar anda dapat bereaksi jika truk di depan anda mengerem mendadak.
· Pastikan asap truk tidak terlalu tebal agar anda dan kendaraan anda cukup mendapat oksigen.
· Pastikan tidak ada resiko muatan pada kendaraan besar yang dapat terjatuh.

Jika ditinjau dari sisi keselamatan, berbaris di belakang kendaraan besar mengandung resiko bahwa pengemudi kendaraan besar tersebut tidak melihat kendaraan anda yang lebih kecil di belakangnya, sehingga ada kemungkinan kendaraan besar tersebut direm mendadak tanpa memperhitungkan adanya mobil kecil di belakang. Tapi karena kendaraan besar mempunyai jarak pengereman yang jauh lebih panjang, maka resiko akibat direm mendadak dapat lebih kecil dari pada resiko jika ada mobil kecil yang direm mendadak di depan kendaraan anda.

Pada saat mengantri untuk membayar tiket tol, saya juga suka menggunakan jalur antrian truk dan bus. Hal ini karena antrian truk terlihat panjang, tapi sebenarnya jumlah kendaraannya sedikit karena truk yang sangat panjang bodinya jika dibanding mobil kecil. Panjang satu buah truk dapat sebanding dengan panjang 2 atau 3 mobil kecil. Antrian mobil kecil sepanjang 50 meter dapat terdiri dari sekitar 10 unit mobil kecil, sedangkan antrian truk sepanjang 50 meter hanya terdiri dari sekitar 3-5 unit truk saja. Juga supir truk biasanya sudah mempersiapkan uang pembayaran tol, apalagi jika dia dibantu oleh kenek untuk mempersiapkan uang pembayaran, maka lamanya proses pembayaran bisa lebih cepat dari mobil kecil. Sehingga mengantri membayar tiket tol di jalur kendaraan besar bisa lebih cepat daripada mengantri di jalur mobil kecil. Saat ini di Indonesia tidak ada peraturan yang melarang mobil kecil masuk ke antrian truk saat membayar tol.

Jika anda tidak yakin dengan keselamatan saat berbaris di belakang truk, maka berbaris di jalur mobil kecil juga dapat menghemat bahan bakar, walau kalah hemat dibanding berbaris di belakang kendaraan besar. Jika jalan tol tersebut terdiri dari 3 jalur atau lebih, maka anda dapat memilih jalur yang tengah, dimana banyak mobil kecil berbaris. Jika memilih jalur paling kanan maka anda harus memacu kendaraan karena jalur paling kanan adalah jalur untuk kendaraan yang lebih cepat. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi akan memboroskan bahan bakar.

Jadi selalu gunakan jalur yang sesuai dengan kecepatan, kebutuhan, dan tujuan anda. Berbaris di belakang kendaraan lain dapat menghemat bahan bakar, apalagi jika berbaris di belakang kendaraan besar. Selalu berbaris dengan tertib dan sesuaikan jarak dengan kendaraan di depan sesuai dengan aturan 2 detik.

No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site