Tuesday, December 29, 2015

Toy Submarine Dives And Surfaces Without Battery



This medium sized toy submarine can dive and surface in swimming pool without electric power. It is made of household items, such as: plastic sheet, polystyrene, rubber band, and nut. Click here, to watch video of bigger submarine in swimming pool.

The book is available at Google Play, or go to below address:

Ebook is available for purchase in the Amazon Kindle Store in some countries, with title as below:
"HOMEMADE WORKING MODEL SUBMARINE: BAKING POWDER POWERED"



video


Mainan Kapal Selam Menyelam Dan Muncul Ke Permukaan Tanpa Baterai
Mainan kapal selam ukuran sedang ini dapat menyelam dan muncul ke permukaan di kolam renang tanpa daya listrik. Kapal selam ini terbuat dari barang-barang rumah tangga, seperti: lembaran plastik, polystyrene (gabus), karet gelang, dan mur. Klik di sini, untuk menonton video dari kapal selam yang lebih besar di kolam renang.

Bukunya sudah tersedia di Google Play, atau di alamat berikut:
https://play.google.com/store/books/details?id=_trNCwAAQBAJ

Friday, December 4, 2015

Fish Pond Underwater Video By Olympus TG-860 Digital Camera




Fishes in a pond are filmed by Olympus TG-860 digital camera, it is waterproof up to 15 meters water depth.  This camera has adjustable flip monitor (tiltable screen) as shown in below photo. The flip monitor is very helpful for this filming condition: camera is positioned underwater while cameraman is above water surface. Cameraman doesn't need to dive underwater to view the monitor while filming. The camera has a wide angle 21 mm lens that can cover underwater scene when fishes swim in any direction. Screen can be tilted up to 180 degrees. So it can be viewed at front of camera, which helps for taking selfie photo. As far as I know, Olympus TG-860 is the only affordable waterproof pocket camera with tiltable screen. 


video





Video Dalam Air Kolam Ikan Dengan Kamera Digital Olympus TG-860
Ikan-ikan dalam kolam difilemkan dengan kamera digital Olympus TG-860, kedap air hingga kedalaman 15 meter. Kamera ini mempunyai flip monitor yang dapat disetel (tiltable screen, layar monitor yang dapat dirubah posisinya) sebagaimana photo diatas. Flip monitor sangat membantu untuk kondisi perekaman seperti ini: kamera diposisikan dalam air sedangkan kameramen diatas permukaan air. Kameramen tidak perlu menyelam di bawah air untuk melihat monitor saat syuting. Kamera mempunyai lensa sudut lebar 21 mm yang dapat mencakup pemandangan bawah air saat ikan bergerak ke segala arah. Layar dapat disetel hingga 180 derajat. Sehingga dapat dilihat dari depan kamera, yang membantu untuk foto selfie. Setahu saya, Olympus TG-860 adalah satu-satunya kamera saku tahan dengan harga terjangkau yang mempunyai tiltable screen.






Friday, November 27, 2015

Swimming Pool Submarine Moves Without Battery





This yellow plastic origami submarine can move vertically (dive and resurface) and also can move forward when tested in swimming pool. It is not touching swimming pool bed, it is hovering for a while before resurface.

This toy submarine was made of household materials such as: plastic sheet, polystyrene, rubber band, 10 mm (M6) nut. It has no battery.

This is a science toy to learn about Archimedes law and hydrodynamic for submarine design.

Underwater view by Olympus TG-860 digital video camera. For easier to acces, the movie was compressed by Handbrake software before uploaded.

The second video is in YouTube, it shows submarine dive and resurface for 10x times. The submarine dives deeper and sails a longer distance.

Both movies are a single long take movie. They are not a joined of few movies. Both movies are showing continuous motion of submarine in action.

In this article, we know that a small model of submarine can move up and down in water. The wing helps this model submarine to move forward, as it is moving up and down in water. No propeller is needed to move model submarine forward.  It is plausable to make a real submarine that can move by changing its vertical motion into horizontal motion. This is an idea to reduce energy cost, and also to make submarine move forward quietly. Theoretically, the energy is needed only to compress the air from ballast tanks into the reservoir tank (smaller tank), when submarine dives. When submarine surfaces, the air can go out from reservoir tank by its own pressure to fill up ballast tanks, no need energy.

The book is available at Google Play, or go to below address:
https://play.google.com/store/books/details?id=Zvy8CwAAQBAJ

Ebook is available for purchase in the Amazon Kindle Store in some countries, with title as below:
"HOMEMADE WORKING MODEL SUBMARINE: BAKING POWDER POWERED"






Kapal Selam Bergerak Di Kolam Renang Tanpa Baterai

Kapal selam dari origami plastik kuning ini dapat bergerak secara vertikal (menyelam dan muncul kembali) dan juga dapat bergerak maju ketika ditest dalam kolam renang. Kapal ini tidak menyentuh dasar kolam renang, kapal ini melayang sebentar sebelum muncul kembali ke permukaan air.

Kapal selam mainan ini dibuat dengan bahan-bahan rumah tangga seperti: lembaran plastik, polystyrene (gabus), karet gelang, mur 10 mm (M6). Kapal ini tidak memiliki baterai.

Kapal ini adalah mainan sains untuk mempelajari hukum Archimedes dan hidrodinamika untuk desain kapal selam.

Pemandangan bawah air direkam dengan kamera video digital Olympus TG-860. Agar lebih mudah diakses, video ini dikompresi dengan perangkat lunak Handbrake sebelum upload.

Video kedua di YouTube, menampilkan kapal selam menyelam dan muncul kembali sebanyak 10x kali. Kapal selam ini menyelam lebih dalam dan berlayar dengan jarak yang lebih jauh.

Kedua video adalah suatu film panjang yang kontinyu. Bukan gabungan dari beberapa film. Kedua video memperlihatkan gerakan kontinyu kapal selam saat beraksi.

Dalam artikel ini, kita tahu bahwa model kecil dari kapal selam bisa bergerak naik dan turun di dalam air. Sayap membantu model kapal selam ini untuk bergerak maju, saat kapal bergerak naik dan turun di dalam air. Tidak ada baling-baling yang dibutuhkan untuk menggerakkan model kapal selam maju. Adalah masuk akal untuk membuat kapal selam nyata yang dapat bergerak maju dengan mengubah gerak vertikal menjadi gerak horizontal. Ini adalah ide untuk mengurangi biaya energi, dan juga untuk membuat kapal selam bergerak maju dengan diam-diam (tidak berbunyi). Secara teoritis, energi yang dibutuhkan hanya untuk memampatkan udara dari tangki ballast ke dalam tangki penampung (yang lebih kecil), ketika kapal selam menyelam. Ketika kapal selam naik ke permukaan air, udara bisa keluar dari tanki penampung dengan tekanannya sendiri untuk mengisi tangki ballast, tidak membutuhkan energi.

Bukunya sudah tersedia di Google Play, atau di alamat berikut:
https://play.google.com/store/books/details?id=_trNCwAAQBAJ



Thursday, October 29, 2015

Garden Irrigation With Sewage Water Prevents Drought



In the dry season the water so scarce and it is not economical if used for watering the garden. Sewage water is suitable for garden irrigation if there are a lot of plants around the sewer, and a lot of fishes live in that sewer water. Usually sewer water is more suitable for garden irrigation instead of fresh water, because it contains nutrients suitable for plants. Perhaps it is equal to a liquid organic fertilizer.

Pumping sewer water for garden irrigation can increase groundwater volume. It will raise ground water level and prevent drought in the dry season. The costs would be enormous if it had to buy water in the dry season.

As ground water level raises, fresh water pump will work lighter, thereby reducing the electric power consumed by the fresh water pump. So in addition to saving water, this system can also save electricity cost.

The main constraints of sewage pump is difficult to use one-way valve (foot valve) at the end of the suction pipe. Because dirt and mud from the gutter will make the valve always leaking. The water in the suction pipe and in the pump impeller housing always fall back to the gutter. Then the pump must always be filled with water (primed) just before turned on. The pump also does not have a one-way valve inside the impeler housing.

Photo below shows a small and inexpensive pump that I use, the pump power of about 125 watts. No need to use an expensive big power jet pump. Because of the difference in height of water being pumped (total head) is not too high. Total head is about 1 meter only. I am using a jet pump with 250 watts for fresh water pump. Of course there will be a significant electricity cost savings if I am watering the garden with sewer water with a small 125 watts pump, compared watering the garden with fresh water from the 250 watts jet pump.


Submersible pump can also be used. Submersible pump does not need to be primed before start. But submersible pump price can be three times more expensive than a pump in the above photo. Submersible pump must also be immersed in the gutter in order to operate. My gutter is positioned outside the fence. So, there is a risk of theft when using a submersible pump.

Pump motor coil is wetted with about 2-3 tablespoons oil to protect coil from water seepage into the motor housing, see photo below. This often occurs in small cheap pump because the motor housing has unprecise sealing. So it is easy for water to enter motor housing when the pump is primed, and the coil will be damaged if exposed to water. Pump oil filled and shaken up for the oil to spread evenly coat the entire motor coil. The oil inside motor housing also helps to absorb heat. Cheap pump has a small-sized cooling fins and can be easily overheating. The oil used was SAE 40 (engine oil), which is formulated to absorb heat. Transformer oil can also be used.


CAUTION: beware of electric shock when opening motor coil cover. Make sure the pump power cable is disconnected from the grid. Make sure all wiring connections are well insulated. As shown in the photo, wiring connections are insulated with yellow plastic caps.

As we know that the air is elastic, it is compressible and also can be stretched. The air inside impeller housing will be stretched if sucked by impeller, and will be compressed if blown by impeller.

Water pump works by pushing the liquid contained inside impeller housing, to go out through the exit pipe. Furthermore, there will be a low pressure inside the impeller housing, this pressure is lower than the air pressure in the atmosphere. The nature of air or gas will always fill the empty space. The air in the atmosphere will be trying to get into the impeller housing through inlet pipe. Atmospheric air pressure will push the surface of the water to be sucked, so the water will fill the impeller housing through the inlet pipe. In daily language we call it 'the pump to suck water', but actualy atmospheric air pushes the water into the pump.

If there is plenty air inside impeller housing, the impeller can not blow or push it out. Because the air is compressed inside impeller housing, not blown out through the exit pipe. So nothing low pressure is happening inside impeller housing.

Goose neck or U pipe system is applied too avoid air to enter into suction pipe and impeller housing. It is also called as water valve. Water valve system is also applied to toilet or WC (water closet). With goose neck pipe, some of water will be trapped in the suction pipe. The pump is positioned in the lowest part of goose neck, so the water is also trapped in the impeller housing.

Goose neck system is also applied to vehicle brake bleeding by only one mechanic , to remove air from brake hydraulic system.

Please refer to the following schematic. It is shown in the schematic that suction pipe (I) have a knee that is higher than the pump. Difference in height is about 20 cm. The height difference makes the water trapped in the suction pipe and the pump. This trapped water can not fall back to the filter (Sc) and into the gutter. My suction pipe (I) is about 5 meters long, not include the vertical suction pipe section. Vertical suction pipe is about 80 cm long. Differences gutter water level to the pump is about 50 cm high.


In the vertical section of the suction pipe, air is accumulated when the pump is not working. Because of this vertical section is only 80 cm in length, while the declining pipe towards the pump is much longer (5 meters). The volume of air accumulated in the vertical pipe is much smaller than the volume of water that is accumulated or trapped in the declining pipe. Trapped water volume is plenty enough so that the pump can start and immediately remove the air from the pipe, no need pump priming.

Output pipe (O) is positioned vertically. It is also to trap water inside impeller housing. Output pipe (O) is high enough to help to remove air bubbles from pump (P) impeller housing, when air is sucked by impeller. Because the air is lighter than water, air will always move up when mixed with water, while the water will always seek and fill the lowest place. If there is a small amount of air sucked by impeller, the air will try to rise to the top of output pipe (O), while the water in the output pipe (O) will go down back to impeller housing. Water that returned back to impeller housing will help the impeller to suck water from the suction pipe (I). Thus the air will not be accumulated in impeller housing, but the water will always be accumulated in impeller housing. Output pipe (O) is about 50 cm height, this pipe is connected by hose to the sprinkler (Sp). If using a transparent hose for output pipe (O), it will be clearly visible air bubbles go out of impeller housing, and the water flows back into the impeller housing.

In order to prevent mud and dirt enter into the pump, a screener (Sc) is fitted at the end of the suction pipe. Screener is made of PVC pipe which has opening cuts along the side, as the photo below.


Those cuts are deliberately tilted to avoid pipe strength greatly reduced. Cuts are positioned at the left and the right side of pipe. If those cuts are at the upper sidea and the lower side of the pipe, dirt and mud will easily enter. Because dirt in water usually moves from top to bottom, dirt will be collected or settled at lower part of water.

Screener is placed in the gutter with supporting bricks to make it slightly higher than gutter base. Screener must always be below the water level, to avoid air is sucked by the pump. It is needed to check and ensure the minimum water level. A buoy can be used to make screener always follow water level, and the screener always be slightly lower than the water level. But because my gutter is a public facility and the size is not big enough, then the buoy system is not suitable to be applied. Other citizens could questioning the buoy in the gutter, as it could block water flow in the gutter.

I am using PVC pipe with 1 inch diameter and 70 cm length. Since the suction pipe has 3/4 inches diameter, it is necessary to add an adapter socket 1 inch to 3/4 inches. End of the screener pipe which has no knee is left open.

Knee which connects vertical suction pipe to declining suction pipe (I) is not glued. This way will make it easy to remove screener (Sc) for cleaning, if the screener is too dirty or clogged. That knee is smeared with oil or grease to avoid leaking.

Knee at screener end is also not glued, to make it easy to remove to clean the screener. Knee at the end of screener is always submerged in water, so the air can not enter although it is not glued.

If screener is positioned in the same direction to gutter water flow, in the schematic from right to left as shown by arrow (F). Then the dirt inside the screener can be cleaned by that water flow. Water will flow into the screener through opening cuts and exit through the other end of the pipe which has no knee, while carrying the dirt. In other words, the screener can be cleaned by itself.

After 3 weeks operation, it was found that the water usually smelly if sprayed in the morning. While spraying during the afternoon or evening is not too smelly. Maybe because in the afternoon and evening, the smelly gases from the sewer have been evaporated because exposed to hot sun. Sewer aroma will be smelled when using sprinkler which spray water into the air. If sewage directly discharged into the ground, then it is not too smelly. Because water is directly absorbed by the soil and less time to release smelly gases into the air. The pump operates about 15-30 minutes for each test.

Due to hygienic reasons, I do not spray this sewage water directly with hand-held hose. I use a sprinkler (Sp) as sprayers which is placed on grass or tied to a tree. This way prevents sewage water contact with my body when watering the garden. Yellow plastic sprinkler in the top picture can spray to the left and to the right at an angle of about 60 degrees automatically, so water spreads in wide area. With pump power of 125 watts, the total area of the sprayed water can reach about 4x4 square meters. Similar to artificial rain with water sourced from the gutter. The sprinkler has a filter at input section, this filter is usually clogged by dirt. After some time dirt will be accumulated inside hose just before sprinkler input, can be seen clearly as the blackish water if using a transparent hose. Disconnect the sprinkler, turn the pump on to spray the dirt out of the hose. Clean the sprinkler filter with water spray from the hose.

Although the sewer water sprinkler is positioned just a few meters from the clean water pump well, pumped clean water does not change color, taste, and odorless. Thanks to a good casing pipe in the clean water well. Sewer water that seeps into the soil is well filtered by the soil. The sewer water will enter into fresh water well after pervasive dozen meters from ground level. Sewer water can not enter directly into fresh water well because it is obstructed by casing pipe.

Small water pump that is used in this design can directly spray water in less than 5 seconds after power on. The pump does not need to be primed, even if the pump has been rested for 1-2 days. With proper application techniques, this small and inexpensive pump is proven quite reliable.

If too much mud inside impeller housing, the pump will be difficult to start or jammed. Connect and disconnect the electric power quickly (intermittently) sometime could help to start the pump. Intermittent electric power will vibrate pump shaft to free jammed impeller. Usually the pump can be started after 5 times the electric power turned on and off quickly. If the impeller is hard to move, the pump shaft should be rotated manually by hand. For the pump that I use, simply remove the cooling fan cover behind the pump by hand, no need tool as nothing screw to hold that cooling fan cover. Then turn the cooling fan by hand until it feels lighter, no longer jammed. The pump will rotate smoothly as soon as the power cord is connected to the grid.

If a lot of people use this garden irrigation by sewage water, it will reduce load of city's waste water system and prevent flooding. It will also raise the volume of ground water, which can prevent the intrusion of sea water.



Monday, October 5, 2015

Irigasi Taman Dengan Air Selokan Mencegah Kekeringan



Di saat musim kemarau air bersih jadi langka dan sayang jika digunakan untuk menyiram taman. Air selokan cocok untuk irigasi taman jika terdapat banyak tanaman hidup di sekitar selokan, dan banyak ikan-ikan yang hidup di air selokan itu. Biasanya air selokan lebih cocok untuk taman daripada air bersih, karena sudah mengandung nutrisi yang cocok untuk tanaman. Mungkin bisa disamakan dengan pupuk organik cair.

Memompa air selokan untuk menyiram taman dapat menambah volume air tanah. Sehingga akan menaikkan muka air tanah dan mencegah kekeringan di saat kemarau. Biaya yang harus dikeluarkan akan sangat besar jika harus membeli air di musim kemarau.

Dengan naiknya muka air tanah, maka pompa air bersih akan bekerja lebih ringan sehingga mengurangi daya listrik yang dikonsumsi oleh pompa air bersih tersebut. Jadi selain menghemat air bersih, sistem ini juga dapat menghemat biaya listrik.

Kendala utama dari pompa air selokan adalah tidak bisa menggunakan klep satu arah (one way valve, foot valve) di ujung pipa isap. Karena kotoran dan lumpur dari selokan akan membuat klep selalu bocor. Air di dalam pipa isap dan di dalam rumah kipas pompa (impeler) selalu turun kembali ke selokan. Maka pompa harus selalu diisi air (dipancing) sesaat sebelum dinyalakan. Pompa yang digunakan juga tidak mempunyai klep satu arah di dalam rumah kipasnya.

Foto di bawah memperlihatkan pompa kecil dan murah yang saya gunakan, daya pompa sekitar 125 watt. Tidak perlu menggunakan jet pump yang mahal dan berdaya besar. Karena selisih ketinggian air yang dipompa (total head) yang tidak terlalu tinggi. Total head sekitar 1 meter saja. Jet pump untuk air bersih yang saya gunakan berdaya 250 watt. Tentu akan ada penghematan biaya listrik yang signifikan jika saya menyiram taman dengan air selokan dengan pompa kecil 125 watt, jika dibanding menyiram taman dengan air bersih dari jet pump 250 watt.


Pompa celup (submersible pump) juga dapat digunakan. Pompa celup tidak perlu dipancing sebelum dinyalakan. Tapi pompa celup harganya bisa 3 kali lipat lebih mahal dari pompa di foto atas. Pompa celup juga harus tercelup di selokan agar dapat beroperasi. Selokan saya posisinya di luar pagar rumah. Sehingga beresiko kecurian jika menggunakan pompa celup.

Kumparan (coil) motor pompa dibasahi dengan oli sekitar 2-3 sendok makan agar terlindung dari rembesan air yang masuk ke dalam rumah motor, lihat foto di bawah. Hal ini sering terjadi pada pompa kecil dan murah karena mempunyai rumah motor yang tidak terlalu presisi penyekatannya. Sehingga mudah kemasukan air saat pompa dipancing, dan kumparan bisa putus jika terkena air. Pompa yang terisi oli diguncang-guncang dan dinyalakan agar oli menyebar merata melapisi seluruh kumparan motor. Oli yang diisikan ke rumah motor juga membantu menyerap panas. Pompa murah ini mempunyai sirip pendingin berukuran kecil sehingga cepat panas. Jenis oli yang digunakan adalah SAE 40 (engine oil), yang memang diformulasikan untuk dapat menyerap panas. Dapat juga menggunakan minyak pendingin trafo. 


PERHATIAN: hati-hati tersengat listrik saat membuka penutup rumah kumparan. Pastikan kabel listrik pompa tidak tersambung dengan jaringan PLN. Pastikan sambungan-sambungan kabel terisolasi dengan baik. Sebagaimana terlihat pada foto, sambungan kabel diisolasi dengan plastic cap warna kuning.

Sebagaimana diketahui bahwa udara bersifat elastis, dapat dimampatkan dan dapat direnggangkan. Udara yang mengisi rumah kipas akan merenggang jika diisap kipas, dan akan memampat jika ditiup atau ditekan kipas.

Pompa air bekerja dengan mendorong cairan yang terdapat di dalam rumah kipas agar keluar melalui pipa keluar. Selanjutnya akan terjadi tekanan rendah di dalam rumah kipas, tekanan ini lebih rendah dari tekanan udara di atmosfir. Sifat udara atau gas akan selalu mengisi ruang yang kosong. Udara di atmosfir akan berusaha masuk ke dalam rumah kipas melalui pipa isap. Tekanan udara atmosfir akan menekan permukaan air yang akan diisap, sehingga air akan mengisi rumah kipas melalui pipa isap. Dalam bahasa sehari-hari kita menyebutnya sebagai 'pompa menyedot air', tapi sebenarnya air didorong udara atmosfir sehingga masuk ke dalam pompa.

Jika terdapat banyak udara yang masuk ke dalam rumah kipas, maka kipas tidak dapat menghembus atau menekan udara tersebut keluar. Karena udara termampatkan di rumah kipas, tidak tertiup keluar melalui pipa keluar. Sehingga tidak timbul tekanan rendah di dalam rumah kipas.

Untuk mengatasi agar udara tidak masuk ke dalam pipa isap dan rumah kipas, digunakan sistem pipa leher angsa (goose neck) atau pipa U. Sering juga disebut sebagai katup air (water valve). Sistem katup air juga digunakan pada toilet atau WC (water closet). Dengan pipa leher angsa, maka sebagian air akan terjebak tidak bisa turun keluar dari pipa isap. Pompa diposisikan di bagian terendah dari leher angsa, sehingga air juga terjebak di dalam rumah kipas pompa.

Cara memisahkan gas dari cairan dengan sistem pipa leher angsa ini juga diterapkan untuk membuang angin pada rem kendaraan oleh hanya satu orang mekanik.

Harap lihat skema berikut. Tampak dalam skema pipa isap ( I, input) mempunyai sambungan siku (knee) yang lebih tinggi dari pompa. Perbedaan ketinggian adalah sekitar 20 cm. Perbedaan ketinggian tersebut membuat air terjebak di dalam pipa isap dan pompa. Air yang terjebak ini tidak dapat turun kembali ke saringan (Sc) dan ke selokan. Panjang pipa isap ( I ) yang saya coba adalah sekitar 5 meter, tidak termasuk bagian pipa isap yang tegak. Pipa isap tegak sepanjang sekitar 80 cm. Perbedaan tinggi muka air selokan dengan tinggi pompa sekitar 50 cm.


Pada bagian yang tegak dari pipa isap adalah tempat udara terkumpul saat pompa tidak bekerja. Karena bagian yang tegak ini panjangnya hanya 80 cm, sedangkan bagian yang menurun menuju pompa jauh lebih panjang yaitu 5 meter. Maka volume udara yang terkumpul di pipa tegak jauh lebih kecil dari volume air yang terkumpul atau terjebak di pipa menurun. Sehingga air yang terjebak tersebut cukup besar volumenya agar pompa dapat start dan segera mengeluarkan udara dari pipa, tanpa perlu memancing pompa.

Pipa keluar (O, output) diposisikan tegak ke atas. Hal ini juga agar menjebak air agar tidak keluar dari rumah kipas. Pipa keluar (O) yang tinggi juga membantu mengeluarkan gelembung udara dari dalam rumah kipas pompa (P), ketika udara tersedot kipas. Karena udara lebih ringan dari air sehingga akan selalu bergerak naik jika tercampur air, sedangkan air akan selalu mencari dan mengisi tempat yang lebih rendah. Jika ada sedikit udara tersedot kipas, maka udara akan berusaha naik ke atas di pipa keluar (O), sedangkan air di dalam pipa keluar (O) akan turun ke bawah berusaha kembali mengisi rumah kipas. Air yang kembali ke rumah kipas selanjutnya akan membantu kipas mengisap air dari pipa isap (I). Dengan demikian udara tidak akan berkumpul di rumah kipas, tapi air akan selalu berkumpul di rumah kipas. Pipa keluar (O) mempunyai tinggi sekitar 50 cm, selanjutnya pipa ini disambung dengan selang menuju sprinkler (Sp) atau penyemprot. Jika menggunakan selang transparan sebagai pipa keluar (O), akan jelas terlihat gelembung udara keluar dari rumah kipas, dan air mengalir kembali ke dalam rumah kipas.

Guna mencegah masuknya lumpur dan kotoran ke dalam pompa, maka ujung pipa isap diberi penyaring (Sc, screener). Penyaring dibuat dari pipa pralon yang diiris-iris miring di sepanjang sisinya, sebagaimana foto di bawah.


Irisannya sengaja dibuat miring agar tidak terlalu mengurangi kekuatan pipa pralon yang diiris. Posisi irisan di sisi kiri dan kanan pipa. Jika diiris di atas dan di bawah pipa, akan mempermudah kotoran masuk. Karena kotoran dalam air biasanya bergerak dari atas ke bawah, kotoran akan terkumpul atau mengendap di bagian bawah air.

Penyaring diletakkan dalam selokan dengan diberi landasan agar sedikit lebih tinggi dari dasar selokan. Tinggi penyaring harus selalu di bawah muka air selokan, agar tidak ada udara yang masuk ke pompa. Jadi perlu diketahui tinggi air minimal dari selokan. Sebenarnya bisa menggunakan pelampung agar penyaring selalu mengikuti ketinggian muka air, sehingga penyaring selalu berada sedikit lebih rendah dari muka air. Tapi karena selokan tersebut adalah fasilitas umum dan ukurannya tidak terlalu besar, maka sistem pelampung ini tidak cocok diterapkan. Akan dapat menimbulkan pertanyaan dari warga yang lain karena khawatir pelampung di selokan akan menghambat aliran air di selokan.

Panjang pipa saringan yang saya gunakan sekitar 70 cm dan terbuat dari pipa pralon (PVC) diameter 1 inchi. Berhubung pipa isap terdiri dari pipa diameter 3/4 inchi, maka perlu  ditambahkan soket adaptor 1 inchi ke 3/4 inchi. Ujung pipa saringan yang tidak tertutup knee dibiarkan terbuka.

Knee pada pipa isap yang tegak tidak dilem ke pipa isap yang menurun (I). Tujuannya supaya mudah dilepaskan untuk membersihkan penyaring (Sc), jika penyaring terlalu kotor hingga tersumbat. Agar tidak bocor maka knee tersebut diolesi dengan oli atau gemuk (grease).

Knee pada ujung penyaring juga tidak dilem, agar mudah dilepas untuk membersihkan penyaring. Knee pada penyaring selalu terendam air, maka udara tidak mungkin masuk walau tidak dilem.

Jika posisi saringan mengikuti arah aliran air selokan, pada skema dari kanan ke kiri seperti ditunjukkan panah (F). Maka kotoran pada saringan dapat dibersihkan oleh aliran air selokan. Aliran air selokan akan masuk ke saringan lewat irisan-irisan, dan keluar membawa kotoran melalui ujung pipa saringan yang tidak tertutup knee. Dengan kata lain saringan dapat membersihkan dirinya sendiri.

Setelah 3 minggu pompa air selokan ini beroperasi, ditemukan bahwa biasanya air yang disiram ke taman menebarkan aroma selokan jika disemprotkan di pagi hari. Sedangkan penyemprotan pada siang hari atau sore hari tidak terlalu menebarkan aroma selokan. Mungkin karena pada siang dan sore hari, gas-gas yang berbau sudah menguap dari selokan karena terkena panas matahari. Aroma selokan akan lebih tercium saat menggunakan sprinkler yang menyemprot air ke udara. Jika air selokan langsung dialirkan ke tanah, maka aromanya tidak terlalu tercium. Karena air selokan yang langsung dialirkan ke tanah tersebut langsung diserap tanah dan tidak sempat melepaskan gas-gas yang berbau di udara. Setiap dinyalakan, pompa beroperasi sekitar 15-30 menit.

Karena alasan higienis, saya tidak menyemprot langsung dari selang yang dipegang tangan. Saya menggunakan sprinkler (Sp) sebagai penyemprot yang diletakkan di atas rumput atau diikatkan ke pohon. Dengan cara ini mencegah air selokan mengenai badan saat menyiram taman. Sprinkler dari plastik berwarna kuning pada foto paling atas dapat bergerak ke kiri dan ke kanan dengan sudut sekitar 60 derajat, secara otomatis agar semburan airnya menyebar luas. Dengan daya pompa 125 watt, total area yang disemprot air dapat mencapai seluas 4x4 meter persegi. Mirip dengan hujan buatan dengan air bersumber dari selokan. Sprinkler ini mempunyai saringan bagian inputnya, saringan ini yang biasanya tersumbat kotoran. Setelah beberapa lama kotoran akan terkumpul diselang menuju sprinkler, dapat terlihat jelas sebagai air yang kehitaman jika menggunakan selang transparan. Lepaskan koneksi sprinkler, nyalakan pompa agar kotoran keluar dari selang. Bersihkan saringan sprinkler dengan semprotan air.

Walaupun posisi sprinkler air selokan hanya beberapa meter dari sumur pompa air bersih, air bersih yang dipompa dari tanah tidak berubah warna, rasa, dan tidak berbau. Hal ini karena adanya pipa selubung (casing) di sumur air bersih tersebut. Sehingga air selokan yang meresap ke tanah disaring dengan baik oleh tanah. Air selokan baru masuk ke sumur pompa setelah meresap belasan meter dari muka tanah. Air selokan tidak bisa langsung masuk ke sumur pompa air bersih karena terhalang casing. 

Pompa air kecil yang digunakan pada desain ini langsung dapat menyemprotkan air selokan dalam waktu kurang dari 5 detik setelah dinyalakan. Pompa tidak perlu dipancing, walaupun pompa sudah diistirahatkan selama 1-2 hari. Dengan aplikasi teknik yang tepat, pompa kecil dan murah ini ternyata cukup dapat diandalkan.

Jika terlalu banyak endapan lumpur di dalam rumah kipas, pompa akan sulit start alias macet. Cara mengatasinya dengan menyambung dan memutus aliran listrik pompa dengan cepat. Hal ini akan membuat sentakan-sentakan pada poros pompa sehingga membebaskan kipas yang macet. Biasanya pompa sudah dapat start setelah suplai listriknya disambung-putus sekitar 5 kali. Jika macetnya terlalu parah, maka poros pompa harus diputar secara manual atau dengan tangan. Pada pompa yang saya gunakan, cukup melepas tutup kipas pendingin di belakang pompa dengan tangan, tanpa bantuan perkakas karena tutup kipas pendingin tidak ada bautnya. Lalu putar kipas pendingin dengan tangan sampai terasa lebih ringan, tidak macet lagi. Selanjutnya pompa akan berputar lancar segera setelah kabel listriknya disambung ke jaringan PLN.

Jika banyak orang yang menggunakan irigasi taman dengan air selokan ini, tentu akan mengurangi beban sistem pembuangan air kota sehingga mencegah banjir. Juga akan menaikkan volume air tanah, yang dapat mencegah intrusi air laut.


Thursday, September 10, 2015

Homemade Drinking Straw Submarine Science Toy


The book is available in google play and google books:
https://play.google.com/store/books/details?id=ExjjDAAAQBAJ
https://books.google.co.id/books/about?id=ExjjDAAAQBAJ&redir_esc=y


Ebook is available for purchase in the Amazon Kindle Store in some countries, with title as below:
"How To Make Science Toys Ship & Submarine: Made Of Household Materials, Battery Powered"


This electric submarine science toy is made of drinking straws, plastic sheet, and polystyrene. The submarine is hovering in water. It does not float. It does not sink. Only the 'periscope' or 'antenna' is above water surface.

Archimedes principle: a water submerged object will get upward force equal to the weight of water displaced by the object. By calculating the weight of submarine and submarine volume equal to the weight of water displaced, to allow submarine to hover in the water.

The submarine is driven by a small direct current motor which is powered by a single triple A (AAA) battery.



video

Bukunya tersedia di google play dan google books:
https://play.google.com/store/books/details?id=SzfjDAAAQBAJ
https://books.google.co.id/books/about?id=SzfjDAAAQBAJ&redir_esc=y


Prakarya Mainan Sains Kapal Selam Dari Sedotan


Kapal selam mainan berpenggerak listrik ini terbuat dari sedotan, lembaran plastik, dan polystyrene (gabus). Kapal selam ini melayang di air. Kapal selam ini tidak mengambang dan juga tidak tenggelam. Hanya 'periskop' atau 'antena' yang berada di atas permukaan air.

Berdasarkan hukum Archimedes: suatu benda yang tercelup air akan mendapat gaya ke atas sebesar berat air yang dipindahkan oleh benda tersebut. Dengan memperhitungkan berat kapal selam dan volume kapal selam agar sama dengan berat air yang dipindahkan oleh kapal selam, maka kapal selam ini dapat dibuat melayang di dalam air.

Kapal selam ini digerakkan oleh motor arus searah kecil yang ditenagai oleh satu buah baterai triple A  (AAA).



Sunday, August 2, 2015

Electric Toy Boat Made Of Household Items


The book is available in google play and google books:
https://play.google.com/store/books/details?id=ExjjDAAAQBAJ
https://books.google.co.id/books/about?id=ExjjDAAAQBAJ&redir_esc=y


Ebook is available for purchase in the Amazon Kindle Store in some countries, with title as below:
"How To Make Science Toys Ship & Submarine: Made Of Household Materials, Battery Powered"


This electric model boat is made of used polystyrene and plastic sheet. The motor is a small dc motor powered with 9 volt battery. Boat propeller is made of a metal plate of beverage can. Propeller shaft is made of plastic straw. To prevent water leaks into boat, the propeller shaft is covered with stuffing box. That stuffing box is made of plastic straw.

Average speed at first lane right after start is 40.8 centimeter per second (1.5 kmh = 0.9 mph). With better battery and high performance dc motor, this boat is potential to reach higher top speed.

So don't waste polystyrene, plastic straw, and beverage can. You can made a beautiful and fast boat with those used household items.


video

Bukunya tersedia di google play dan google books:
https://play.google.com/store/books/details?id=SzfjDAAAQBAJ
https://books.google.co.id/books/about?id=SzfjDAAAQBAJ&redir_esc=y

Model perahu listrik ini terbuat dari polystyrene (gabus) dan lembaran plastik. Motor dc kecil di suplai dayanya oleh baterai 9 volt. Baling-baling kapal terbuat dari pelat bekas kaleng minuman. Poros baling-baling terbuat dari sedotan plastik. Untuk mencegah kebocoran air ke dalam perahu, poros baling-baling ditutupi dengan selubung (stuffing box). Stuffing box terbuat dari sedotan plastik.

Rata-rata kecepatan di jalur pertama segera setelah start adalah 40,8 centimeter per detik (1,5 kmh = 0,9 mph). Dengan baterai yang lebih bagus dan dengan motor dc berkinerja tinggi, kapal ini potensial untuk mencapai kecepatan maximum yang lebih tinggi.

Jadi jangan buang polystyrene, sedotan plastik, dan kaleng bekas minuman. Anda dapat membuat perahu yang indah dan kencang dengan sisa barang-barang rumah tangga tersebut.

Saturday, July 4, 2015

Water Molecule Energy Propels Mini Torpedo





Mini torpedo in video is made by Vicks inhaler tube, it is propelled by different surface tension or Marangoni effect. It looks like a torpedo or a submarine sailing just below water surface.

I am trying to create a mini submarine with baking powder (sodium bicarbonate) that can submerge, then resurface and sail, and then submerge again. The submarine can resurface after submerge, but so far it cannot sail although it is already on water surface. It is hard to control baking powder reaction and propellant reaction with water, and also difficult to control the timing of those reactions to ensure submarine movement.

Baking powder reacts with water and produces carbon dioxide gas, which helps submarine to resurface after submerge. For more detail about baking powder submarinehttp://torgo.org/bpsubs/

The book about this mini torpedo:
https://books.google.co.id/books?id=omdDCgAAQBAJ



video

Video in YouTubehttps://youtu.be/cUwK_jShwRo


Molekul Energi Menggerakkan Mini Torpedo


Mini torpedo dalam video yang dibuat dari tabung Vicks inhaler tabung, dan digerakkan oleh tegangan permukaan yang berbeda atau efek Marangoni. Kelihatan seperti torpedo atau kapal selam berlayar tepat di bawah permukaan air.

Saya mencoba untuk membuat kapal selam mini dengan baking powder (sodium bicarbonate) yang dapat menyelam, lalu muncul kembali dan berlayar, dan kemudian menyelamkan lagi. Kapal selam itu bisa muncul kembali sesudah menyelam, tapi sejauh ini tidak dapat berlayar meskipun sudah di permukaan air. Sulit untuk mengontrol reaksi baking powder dan reaksi propelan dengan air, dan juga sulit memastikan saat reaksi tersebut terjadi untuk memastikan gerakan kapal selam.

Baking powder jika terkena air akan bereaksi mengeluarkan gas karbon dioksida, yang membantu kapal selam terapung kembali setelah menyelam. Lebih detail tentang kapal selam baking powderhttp://torgo.org/bpsubs/






Thursday, June 4, 2015

Big Fast Surface Tension Powered Soap Boat




This colorful model boat runs fast in water channel with 530 centimeters long for one lane (half lap). The boat can take u-turn and almost complete one lap. Average speed for first lane, from start to u-turn, is about 15.5 centimeters per second.

Top speed is 22.9 centimeters per second (22.9 cms = 0.8 kmh = 0.5 mph) at position 96 inches or 244 centimeters at 17th seconds. Although boat has relatively big size with about 6 inches long and 2 grams weight.

Model boat in video can sail without burning fuel, without electric power, and without wind blow. The boat is very simple, nothing moving parts inside the boat to propel it. Boat is sailing by Marangoni effect or also popular as soap boat. Marangoni effect creates a thrust to propel the boat.

This is a soap boat, it uses shampoo as propellant with only 1 (one) droplet of about 3 mm diameter, about 14 millimeters volume of droplet. The propellant is: Cussons Kids Shampoo energize melon.

Boat is designed with a certain form big area for propellant to react with water. Boat also designed with certain front angle to split open propellant polluted water surface, so the boat can sail back to previous location.

The boat and u-turn walls are polished with "Meguiar's MIRROR GLAZE 8" Carnauba wax. 

The book about this fast and beautiful soap boat is available on Google or go to below address:



video

Video in YouTube or go to this address: https://youtu.be/8C5a0xtRpTg


Kapal Sabun Besar Dan Kencang Digerakkan Dengan Tegangan Permukaan

Kapal model berwarna-warni ini berlayar cepat di saluran air sepanjang 530 sentimeter panjang untuk satu jalur (setengah putaran). Kapal tersebut dapat berbalik arah dan hampir menyelesaikan satu putaran. Kecepatan rata-rata di jalur pertama, dari awal sampai tikungan tusuk konde (u-turn), sekitar 15,5 sentimeter per detik.

Kecepatan tertinggi 22.9 centimeter per sekon (22.9 cms = 0.8 kmh = 0.5 mph), dicapai di jarak 96 inci atau 244 centimeter di detik ke 17. Walaupun kapal mempunyai ukuran relatif besar dengan panjang sekitar 15 centimeter dan berat 2 gram.

Kapal model dalam video dapat berlayar tanpa membakar bahan bakar, tanpa listrik, dan tanpa angin bertiup. Kapal ini sangat sederhana, tidak ada bagian yang bergerak di dalam kapal untuk mendorongnya. Kapal berlayar dengan effek Marangoni atau juga dikenal sebagai kapal sabun. Efek Marangoni menciptakan dorongan untuk menggerakkan kapal.

Kapal sabun ini menggunakan shampoo sebagai propelan dengan hanya 1 (satu) tetes dengan sekitar 3 mm diameter, sekitar 14 milimeter volume tetesan. Propelannya adalah: Cussons Kids Shampoo energize melon.

Kapal ini dirancang dengan area besar dengan bentuk tertentu agar propelan bereaksi dengan air. Kapal juga dirancang dengan sudut depan tertentu untuk membuka permukaan air yang sudah tercemar propelan, sehingga kapal bisa berlayar kembali ke lokasi sebelumnya.

Kapal dan dinding-dinding tikungan tusuk konde dipoles dengan lilin "Meguiar's MIRROR GLAZE 8" Carnauba wax.

Buku tentang kapal sabun cantik dan kencang ini tersedia di Google atau lihat ke alamat di bawah ini:
https://play.google.com/store/books/details?id=6jp2CgAAQBAJ




Saturday, May 16, 2015

Water Energy Runs Colorful Model Boats




Three colorful model boats in video below are using soap as 'fuel'. Soap reacts with water creating chemical reaction called Marangoni flow.

Boat hull is made of polystyrene sheet, which is usually used as food box. Top body is made of origami of plastic paper. So, if you find polystyrene and plastic sheet, dont waste it.

A simple type of this soap boat can sail up to 33 meters with top speed about 23 centimeters per second, to view video click here.


A bigger boat complete with beautiful top body in the above photo can run with about same top speed (22.9 cms = 0.8 kmh = 0.5 mph), but in shorter distance as it is heavier, click here.

The book is available on Google Play or go to below address:

https://play.google.com/store/books/details?id=omdDCgAAQBAJ


video


Energy Air Menjalankan Perahu Model Warna-warni

Tiga model perahu warna-warni dalam video diatas menggunakan sabun sebagai 'bahan bakar'. Sabun bereaksi dengan air menciptakan reaksi kimia yang disebut aliran Marangoni.

Lambung kapal terbuat dari lembaran polystyrene, yang biasanya digunakan sebagai kotak makanan. Bodi atas terbuat dari origami kertas plastik. Jadi, jika Anda menemukan polystyrene dan lembaran plastik, jangan disia-siakan.

Type sederhana dari kapal sabun ini dapat berlayar hingga 33 meter dengan kecepatan maximum sekitar 23 centimeter per detik, untuk melihat videonya klik di sini.


Kapal yang lebih besar komplit dengan body atas yang cantik, seperti foto di atas, dapat berlayar dengan top speed yang hampir sama (22.9 cms = 0.8 kmh = 0.5 mph), tapi dengan jarak tempuh yang lebih pendek karena lebih berat bobotnya, lihat di sini.

Buku tentang kapal sabun cantik berwarna-warni ini tersedia di Google Play dengan alamat berikut:

https://play.google.com/store/books/details?id=6jp2CgAAQBAJ





Sunday, May 10, 2015

Boat Sails Without: Engine, Electric Motor, Wind Blow



Fast, long distance,yet controllable direction, and even can take u-turn. The self-propelled red boat in video seems to know where to go.

Model boat in video can sail without burning fuel, without electric power, and without wind blow. The boat is very simple, nothing moving parts inside the boat to propel it.

The boat is using surface tension to sail. It is often called Marangoni effect. The effect is named after Italian physicist Carlo Marangoni, it was published in 1865 for his doctoral dissertation at the University of Pavia, as cited from Wikipedia.

The boat sails for about 3 laps, with a total about 33 meters distance, in about 8 minutes 44 seconds.

The boat uses body wash soap as propellant with only 1 (one) droplet of about 3 mm diameter, about 14 millimeters volume of droplet. The propellant is: Johnson's baby top-to-toe-wash.

Boat is designed to have a big area for propellant to react with water. Boat also designed with certain front angle to split open propellant polluted water surface, so the boat can sail back to previous location. Only about 25 liters of water in the gutter, and the boat can sail for 3 laps before stopped as it hits u-turn wall.

If only it is a continuous gutter without u-turn, the boat could sail up to 100 meters in about 30 minutes.

The book is available on Google Play or go to below address:




The video also can be viewed in YouTube address: http://youtu.be/83yBRvNm4HE




Perahu Berlayar Tanpa: Engine (Mesin Penggerak), Motor Listrik, Tiupan Angin

Kencang, jarak tempuh jauh, namun arah terkendali, dan bahkan dapat berbelok di tikungan U (u-turn, tusuk konde). Perahu merah dalam video dapat bergerak sendiri dan seperti tahu ke mana harus pergi.

Model perahu dalam video diatas dapat berlayar tanpa membakar bahan bakar, tanpa listrik, dan tanpa angin bertiup. Perahu sangat sederhana, tidak ada bagian yang bergerak di dalam perahu untuk menggerakkan perahu.

Perahu menggunakan tegangan permukaan untuk berlayar. Hal ini sering disebut efek Marangoni. Efek ini dinamai dengan nama fisikawan Italia Carlo Marangoni, dalam disertasi doktornya di University of Pavia yang diterbitkan pada tahun 1865, seperti dikutip dari Wikipedia.

Perahu berlayar sejauh sekitar 3 lap, dengan total sekitar jarak 33 meter, di sekitar 8 menit 44 detik.

Perahu menggunakan sabun pembersih tubuh (body wash) sebagai propelan (zat yang menggerakkan) dengan hanya 1 (satu) tetes dengan sekitar 3 mm diameter, sekitar 14 milimeter volume tetesan. Propelan yang digunakan adalah: Johnson's baby top-to-toe wash.

Perahu dirancang untuk memiliki area yang besar agar propelan dapat bereaksi dengan air. Perahu juga dirancang dengan sudut depan tertentu untuk membelah dan mengupas permukaan air yang sudah tercemar propelan, sehingga perahu bisa berlayar kembali ke lokasi sebelumnya. Hanya sekitar 25 liter air di dalam saluran, dan perahu dapat berlayar selama 3 lap sebelum berhenti sesudah menabrak dinding tikungan U.

Jika saja saluran air tersebut memanjang lurus tanpa tikungan U, perahu bisa berlayar hingga 100 meter dalam waktu sekitar 30 menit.

Bukunya sudah tersedia di Google Play, atau pergi ke alamat berikut:
https://play.google.com/store/books/details?id=sKemCQAAQBAJ

Thursday, April 23, 2015

Different Surface Tensions Create Marangoni Effect



This video shows pepper powders are spread on top of red colored water surface at center of a basin. A small amount of dish-washing soap is introduced into the water. Soapy water has lower surface tension then pure water. We can see water flows from lower surface tension to higher surface tension, as pepper powders spread. This phenomena is called Marangoni effect.

Click here , to see Marangoni effect propels a model boat to sail for about 33 meters distance in 8 minutes 44 seconds. That model boat can sail in straight line and even can take u-turn smoothly, just like the boat knows where to go. Shown in below photo the self-propelled red boat is about to take u-turn after sailing for about 520 centimeters or about 17 feet.




The book is also available on Google Play or go to below address:



In below video, water level height is very low, only about 1-2 millimeters. Because of that, we can see lighter red color at the center as water level is lower on that area. Water tends to accumulate at area with higher surface tension. Then the red color back to homogen when no more different surface tension, when no more Marangoni effect.

Diagonal lines inside basin are measuring in centimeters, we can see there are markings for 5, 10, 15, and 20 centimeters. Also there is measuring tape at the bottom. Therefore we can easily estimate current flow for every second.

We are now polluting air by burning fossil fuels. If only the soap will not pollute the water, if only the effect more powerful and more efficient, could it become an alternative energy source?





Some soaps have been tested for propellant, such as: 
· Johnson’s baby top-to-toe wash 
· Cussons Kids Shampoo energize melon 
· Sunlight dish wash 
· Biore Body Foam Pure Mild 
· So Klin Higinis Putih detergent 
· Dove body wash 
· Mustika Ratu Rose Mawar Bath And Shower Gel


Perbedaan Tegangan Permukaan Menimbulkan Efek Marangoni

Video ini diatas memperlihatkan bubuk lada tersebar di atas permukaan air berwarna merah di tengah baskom. Sejumlah kecil sabun cuci piring dicampurkan ke dalam air. Air sabun memiliki tegangan permukaan yang lebih rendah dari air murni. Kita bisa melihat air mengalir dari daerah bertegangan permukaan rendah ke daerah bertegangan permukaan yang lebih tinggi, saat serbuk lada menyebar. Fenomena ini disebut efek Marangoni.

Klik disini, untuk melihat efek Marangoni mendorong model perahu sehingga berlayar sejauh sekitar 33 meter dalam waktu 8 menit 44 detik. Model perahu dapat berlayar lurus dan bahkan dapat berbelok di tikungan U, sepertinya perahu tahu ke mana harus pergi. Di foto kedua diatas terlihat perahu merah yang dapat bergerak sendiri sedang berbelok di tikungan U setelah berlayar sejauh sekitar 520 sentimeter atau sekitar 17 kaki.

Lihat video diatas, tinggi muka air sangat rendah, hanya sekitar 1-2 milimeter. Karena itu, kita bisa melihat warna merah terang di tengah saat tinggi air menjadi lebih rendah pada daerah itu. Air cenderung menumpuk di daerah dengan tegangan permukaan yang lebih tinggi. Kemudian warna merah kembali homogen saat tidak ada perbedaan tegangan permukaan, saat tidak ada lagi efek Marangoni.

Garis diagonal di dalam baskom mengukur dalam sentimeter, kita bisa melihat ada tanda-tanda untuk 5, 10, 15, dan 20 sentimeter. Juga ada pita pengukur (meteran) di bagian bawah. Sehingga dapat dengan mudah diperkirakan kecepatan aliran arus untuk setiap detik.

Sekarang kita membakar bahan bakar fosil sehingga membuat polusi udara. Jika saja sabun tidak akan mencemari air, jika saja efek Marangoni lebih kuat dan lebih efisien, bisakah hal ini menjadi sumber energi alternatif?

Buku tentang kapal sabun cantik berwarna-warni ini tersedia di Google Play dengan alamat berikut:







Wednesday, March 25, 2015

How To Cook Red Rice With Rice Cooker



Red rice is a long-grain rice with reddish brown color. Usually unhulled or partially hulled rice which has a red husk. Red rice is chewier and has higher nutritional value then white rice, as the germ of the rice is left intact.

Red rice is not the same as brown rice. Brown rice is whole grain or unmilled white rice. Same like red rice, brown rice is also chewier and higher nutritional value then white rice. Red rice and brown rice have about the same way to cook, to soften the cooked rice.

Measure the rice with the measuring cup (1 cup for about 1-2 people). Put the rice into cooker pot.

Wash with cold water, swirl your fingers through rice grains, discard washing water. Repeat washing for about 3 times, or until the water gets clearer from cloudy. But too much washing will lost much nutrition.

Add cold water into rice pot about 2 times of rice volume. If the rice volume is 2 cups, then add 2x2=4 cups of water. More water means softer cooked rice. Leave it for at least 15 minutes to allow rice absorbs water.

Put rice pot into cooker, close the lid, and cook the rice by setting cooker to 'Cook'. When the rice is already cooked, do not open rice cooker lid. The cooker will set to 'Warm' automatically. Leave it for at least 15 minutes to allow steam to condense back to water. The water will be absorbed back into rice and soften the rice. And condensed steam also avoid hardened rice to stick at bottom of cooker pot.

If the cooked red rice is not soft enough, you can mix red rice with white rice. Usually 1/4 volume of white rice is enough to make red rice less chewy.

On the above photo we can see cooked red rice with roasted chicken at the top, cucumbers on the left, mashed and fried potato (Indonesian: perkedel), tomatoes, crispy fried soya (Indonesian: krupuk tempe), and lettuce.



Cara Memasak Beras Merah Dengan Penanak Nasi


Beras merah adalah beras berbulir panjang dengan warna coklat kemerahan. Gabahnya berwarna kemerahan biasanya dikuliti sebagian atau seluruhnya. Beras merah lebih renyah dan kenyal, atau kadang disebut perak, dan memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dari beras putih, sebagai benih beras yang tersisa utuh.

Beras merah tidak sama dengan beras coklat. Beras coklat adalah bulir beras putih utuh yang belum digiling atau dikuliti. Sama seperti beras merah, beras coklat adalah nilai gizi juga lebih kenyal dan renyah, serta lebih tinggi gizinya dari beras putih. Beras merah dan beras coklat memiliki cara memasak yang relatif sama, agar nasinya lunak atau pulen.

Ukur beras dengan gelas ukur (1 gelas untuk sekitar 1-2 orang). Taruh beras dalam panci penanak nasi.

Cuci dengan air dingin, aduk jari Anda melalui bulir-bulir beras, buang air cucian. Ulangi cuci selama sekitar 3 kali, atau sampai air menjadi lebih jernih dari sebelumnya keruh. Tapi terlalu banyak mencuci akan kehilangan banyak nutrisi.

Tambahkan air dingin ke dalam panci beras sekitar 2 kali volume beras. Jika volume beras 2 cangkir, maka tambahkan 2x2 = 4 cangkir air. Lebih banyak air berarti lebih lunak nasinya. Biarkan selama minimal 15 menit agar beras menyerap air.

Masukan panci beras ke dalam penanak nasi (rice cooker), tutup, dan masak beras dengan menyetel tombol penanak  pada posisi 'Cook'. Ketika nasi sudah matang, jangan membuka tutup penanak. Tombol penanak nasi akan secara otomatis berubah setelannya ke posisi menghangatkan 'Warm'. Biarkan selama minimal 15 menit untuk agar uap mengembun kembali menjadi air. Air akan diserap kembali ke dalam nasi dan melembutkan nasi. Dan uap yang terkondensasi juga mencegah nasi mengeras dan menempel (menjadi kerak) di bagian bawah panci.

Jika beras merah yang dimasak tidak cukup lunak, Anda dapat mencampur beras merah dengan beras putih. Biasanya 1/4 volume beras putih sudah cukup untuk membuat beras merah lunak.

Pada foto di atas kita dapat lihat nasi merah dengan ayam panggang di atas, mentimun di sebelah kiri, perkedel, tomat, krupuk tempe, dan selada.


Friday, February 27, 2015

Neodymium Magnet Induces Eddy Current In Aluminum Tube



This experiment shows Eddy current effect when a Neodymium magnet is moving inside aluminum tube. The moving magnet produces very low voltage, but with very high amperage Eddy current. The voltage measured up to 0.8 volts when aluminum tube is connected to a digital multitester while the magnet is moving.

The magnet is fallen slowly inside alluminum tube as Eddy current creates magnetic field in alluminum tube that holds magnet againts gravity force. Magnet diameter is 34 mm, while aluminum hole diameter is 35 mm. Closer distance from magnet to aluminum wall means greater Eddy current. Thicker tube wall means greater Eddy current, so greater force against gravity when magnet falls.

This magnet effect occurs to any electric conductor material with no magnetic attraction, such as: alluminum, copper, brass, bronze, etc. 

video



Percobaan ini memperlihatkan efek arus Eddy ketika magnet Neodymium bergerak dalam tabung aluminium. Gerakan magnet menghasilkan tegangan yang sangat rendah, tetapi dengan arus Eddy dengan ampere yang sangat tinggi. Tegangan terukur hingga 0,8 volt ketika tabung aluminium terhubung dengan multitester digital dan magnet digerak-gerakan.

Magnet yang dijatuhkan di dalam tabung aluminium akan bergerak perlahan karena arus Eddy yang timbul menciptakan medan magnet di tabung aluminium sehingga menahan magnet terhadap gaya gravitasi. Diameter magnet 34 mm, sedangkan lubang tabung aluminium diameter 35 mm. Semakin dekat jarak dari magnet ke dinding aluminium berarti semakin arus Eddy. Semakin tebal dinding tabung akan semakin besar arus Eddy, sehingga akan lebih kuat melawan gravitasi ketika magnet jatuh.

Efek magnet ini terjadi untuk setiap bahan konduktor listrik tanpa daya tarik magnet, seperti: alluminum, tembaga, kuningan, perunggu, dll.