Thursday, October 25, 2012

Saklar Lampu Kedip 200 Watt Yang Dapat Disetel




Saklar lampu kedip yang juga sering disebut sebagai flasher biasanya menggunakan starter lampu neon. Kelemahan starter lampu neon adalah kedipannya tidak beraturan bahkan sering tidak berkedip sama sekali.

video

Flasher yang dibahas disini dapat digunakan untuk lampu 220 VAC berdaya lampu mulai dari 5 watt sampai dengan 200 watt. Pada video diatas tampak flasher sedang ditest dengan 2 (dua) buah lampu 100 watt, sehingga berdaya total 200 watt atau sama dengan 40 buah lampu 5 watt yang biasa dipakai sebagai lampu hias.

Flasher ini adalah saklar yang sangat effisien, hanya mengkonsumsi daya kurang dari 0,2 watt untuk dirinya sendiri untuk beroperasi.

Penyambungan kabel sebagaimana skema dibawah:

Penyambungan kabel sangat sederhana. Kabel biru dari flasher dikoneksikan dengan lampu (B) yang akan berkedip, kabel lain dari lampu dihubungkan dengan jaringan listrik. Kabel merah dari flasher dihubungkan dengan sekring (F) dengan ukuran maximal 1 ampere, dan sekring terhubung dengan jaringan. Dengan demikian flasher terjaga dari arus yang besar langsung dari jaringan, dan menjamin performa terbaiknya.

Kedipan dapat disetel. Flasher ini cocok digunakan untuk lampu kedip pada perayaan 17-Agustus, Natal, tahun baru, lampu hias toko, restoran, salon, tempat hiburan, dan lain-lain.

Sebagai perbandingan, video berikut menggunakan starter lampu neon sebagai flasher.

video


Foto dibawah memperlihatkan saklar lampu kedip yang sudah dikemas dalam box, untuk skema rangkaiannya dapat dibaca di artikel: Skema Lampu Kedip 200 Watt 220 VAC Yang Dapat Disetel.


No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site