Monday, June 25, 2012

Panduan Memilih Dan Membeli Kamera Digital


Kamera foto masih tetap popular walau kamera video dengan teknologi tinggi sudah dapat diperoleh dengan harga terjangkau. Fenomena yang aneh kalau kita menimbang secara logika. Tapi jika dilihat dari sisi seni, fenomena ini tetap dapat diterima. Seni fotografi tidak bisa digantikan video, walau gambar video sangat mirip kejadian aslinya yaitu bergerak dan bersuara.

Saya menggemari dan mempelajari fotografi sebagai hobby sejak dibangku SMA. Beberapa foto hasil jepretan saya dipublikasikan di blog ini dengan label "intermezzo".

Bagaimana cara memilih kamera yang tepat? Pertama-tama pertimbangkan dulu kebutuhan anda. Apakah anda butuh gambar bergerak dan bersuara atau gambar video, atau cukup mengabadikan momen dengan kamera foto.

Saya sendiri lebih suka memakai kamera video terutama saat mengabadikan peristiwa atau momen yang berlangsung secara kontinu, seperti acara perkawinan, ulang tahun, kegiatan olah raga, dan lain-lain. Momen tersebut berlangsung secara cepat dan kontinue dan kita tidak dapat mengabadikan satu persatu. Jadi dengan menggunakan kamera video, peristiwa yang sedang berjalan dapat diabadikan setiap momennya. Lalu diputar-ulang (replay) untuk dicari momen mana yang paling bagus. Dengan mencari momen yang terbaik maka dapat ditemukan frame yang dapat dijadikan foto dengan momen terbaik. Beberapa kamera foto digital juga dapat merekam video dengan kualitas sangat baik dan panjang rekaman sampai beberapa jam.

Saat ini berbagai jenis kamera digital tersedia di pasaran dengan harga sangat terjangkau. Bahkan kamera digital sudah digabungkan dengan perangkat lain seperti ponsel dan komputer tablet.


Jenis Kamera Foto
Ada tiga jenis kamera foto yaitu: pocket, prosumer, dan DSLR (Digital Single Lens Reflex). Jika anda bermaksud membawa-bawa kamera dengan mudah kemanapun anda pergi, maka jenis pocket (saku, kantong) cocok untuk anda. Kamera jenis pocket berukuran kecil dan mudah disimpan di kantong. Beratnya ringan dan tidak memberatkan kantong. Harganya pun tidak memberatkan kantong anda. Oleh sebab itulah disebut pocket camera.

Bagi anda yang ingin membuat foto yang canggih dengan teknik tinggi, maka kamera DSLR cocok bagi anda. Anda dapat mengganti lensa kamera dengan berbagai jenis lensa agar sesuai dengan setiap momen yang akan diabadikan. Foto yang dihasilkan mempunyai tingkat ketajaman yang tinggi mencapai 36.3 megapixel sehingga dapat diperbesar sampai ukuran poster, bahkan bisa lebih besar lagi untuk foto dinding.Kamera SLR dapat mempunyai berbagai fitur dan setelan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda, seperti setelan: kecepatan rana, bukaan diafragma, ISO, dan lain-lain. Berbagai asesoris untuk kamera DSLR tersedia untuk setiap kebutuhan pemotretan agar dapat menghasilkan foto terbaik.

Sebutan Single Lens Reflex (refleks lensa tunggal) digunakan pada kamera di mana jendela bidik (viewfinder) melihat melalui lensa yang sama dengan lensa yang digunakan untuk memotret atau disebut Single Lens. Hal ini berguna agar foto yang dihasilkan sama persis dengan pemandangan yang dilihat saat membidik kamera. Dulu kamera SLR menggunakan cermin agar pandangan melalui lensa dapat dipantulkan (refleksi) ke jendela bidik. Cermin akan bergerak cepat melipat ke atas saat foto diambil, agar tidak menghalangi cahaya dari objek dan lensa menuju film, gerakan cermin ini seperti gerakan refleks. Dari sinilah istilah Single Lens Reflex bermula. Lalu karena film berganti dengan sistem digital, maka ditambahkan kata tersebut menjadi Digital Single Lens Reflex atau DSLR. Kamera tipe SLR dapat diganti lensanya dengan berbagai tipe, dan jendela bidik selalu melihat dari lensa yang sama dengan lensa untuk pemotretan. Sekarang SLR digital (DSLR) tidak lagi menggunakan cermin pemantul yang dapat bergerak cepat. Hanya ada layar pada jendela bidik dan layar besar yang menerima gambar melalui lensa pemotretan. Sekedar opini: mungkin namanya sudah bisa diganti menjadi 'kamera yang dapat ditukar lensanya' (Digital Interchangeable Lens camera). Gambar di bawah adalah kamera DSLR yang tersedia di Amazon.




Sedangkan jenis prosumer adalah tipe dengan kemampuan diantara pocket dan DSLR. Harganya masih terjangkau dan dilengkapi dengan lensa zoom yang cukup canggih dan fitur-fitur yang melebihi jenis pocket. Di bawah ini adalah kamera-kamera digital yang harganya cukup terjangkau dari Amazon.




Ada jenis kamera yang dinamakan Compact System Camera (CSC). Jenis ini menggabungkan kamera saku dengan DSLR, mungkin bisa dimasukkan dalam golongan prosumer. Kamera CSC dapat diganti lensanya seperti kamera DSLR. Nama lain dari kamera CSC adalah kamera tanpa cermin (mirrorless) karena kamera ini tidak lagi menggunakan cermin untuk melihat dari jendela bidik sebagaimana pada DSLR. Karena menggabungkan kamera saku dan DSLR, maka kamera CSC juga disebut kamera hybrid. Kamera CSC dapat merekam gambar hampir setara kualitasnya dengan kamera DSLR. Beberapa fotografer berpendapat bahwa kamera CSC dapat menggantikan kamera DSLR di masa depan. Tapi saat ini lensa yang tersedia untuk kamera CSC belum sebanyak lensa untuk DSLR. Dan karena berbeda dudukan lensa, lensa DSLR tidak bisa digunakan untuk kamera CSC.


Lampu kilat
Kamera foto memang memiliki fasilitas lebih dari video sehingga dapat menghasilkan gambar lebih baik. Fasilitas yang paling utama adalah adanya lampu kilat, yang jelas tidak bisa disaingi oleh video. Dengan lampu kilat kita bisa membuat foto yang bagus walau cahaya kurang, bahkan gelap.

Beberapa produk mempunyai fungsi untuk mengurangi efek mata merah dengan cara menyalakan lampu kilat sebelum foto diambil, lalu lampu kilat dinyalakan lagi saat foto diambil. Pantulan cahaya lampu kilat dari pupil mata yang terbuka lebar menyebabkan mata nampak merah saat difoto. Cahaya masuk ke dalam mata melalui pupil yang terbuka lebar, sinar kilat terpantul dan melewati pembuluh darah sehingga mata terlihat merah. Dengan menyalakan lampu kilat sebelum foto diambil maka mata akan terbiasa dengan cahaya lampu kilat dan mengecilkan pupil sehingga tidak terlalu memantulkan cahaya lampu kilat.

Jika anda perlu mengambil gambar di tempat yang kurang cahaya tanpa bantuan lampu kilat, maka uji dulu kamera yang akan dibeli dengan mengarahkan ke tempat yang kurang cahaya, misalnya di sudut toko yang gelap. Ada kamera yang dapat disetel kemampuan menangkap cahayanya yang disebut ISO. Semakin tinggi nilai ISO maka semakin peka untuk menerima cahaya yang lemah. Tapi semakin tinggi nilai ISO maka semakin rendah ketajaman gambar karena berkurangnya jumlah pixel.

Beberapa kamera video dapat digunakan untuk merekam dengan hanya cahaya bintang, tapi kualitas gambarnya tidak terlalu baik. Biasanya gambar video akan berwarna hijau saat digunakan merekam dengan cahaya minim. Anda dapat membuat foto dalam gelap tanpa lampu kilat dengan kamera video ini.

Sekarang sudah ada trail camera yang dapat digunakan untuk memotret secara otomatis jika ada obyek, manusia, ataupun hewan yang melintas di depan kamera. Trail camera biasa digunakan untuk monitor keamanan, memfoto hewan liar, dan lain-lain. Trail camera dilengkapi dengan kemampuan merekam di malam hari. Juga dilengkapi dengan lampu infra merah sebagai penerangan di malam hari, yang cahayanya tidak terlihat mata manusia tapi terlihat oleh kamera. Harganya sangat terjangkau, bisa dicheck di toko Amazon di bawah ini.




Lensa zoom
Lensa zoom (zoom lens) adalah lensa yang dapat diatur panjang focusnya. Dengan kata lain dapat dijadikan lensa tele untuk memperbesar atau mendekatkan obyek yang jauh, dan dapat juga digunakan dengan panjang focus normal atau seperti sebenarnya obyek terlihat. Jika disetel pada posisi tele, maka lensa zoom akan mendekatkan obyek yang jauh, dan mempersempit sudut pandang (angle of view). Jika disetel dengan jarak fokus normal, maka lensa zoom akan menangkap pemandangan atau obyek seperti mata melihat pemandangan atau obyek tersebut, yaitu dengan sudut pandang normal. Beberapa lensa zoom dapat disetel untuk digunakan dengan sudut pandang lebar (wide angle) sehingga dapat digunakan untuk memfoto pemandangan yang luas, tapi gambar yang dihasilkan agak melengkung, misalnya garis cakrawala tidak tampak lurus tapi melengkung.

Jika kamera foto dilengkapi dengan lensa zoom yang dapat dioperasikan secara manual, tidak dengan tombol, maka kita dapat membuat foto dengan zooming effect, dimana gambar yang dihasilkan terlihat seperti sapuan kuas dari bagian tengah ke arah luar, terlihat seolah-olah obyek yang difoto seperti meledak.

Kemampuan zoom terbagi dua, yaitu: optical zoom dan digital zoom, gabungan keduanya disebut total zoom. Biasanya yang dijelaskan oleh para penjual adalah total zoom. Sebenarnya kita tidak terlalu membutuhkan digital zoom yaitu zoom yang dilakukan oleh secara elektronik atau digital, karena dapat dilakukan dengan komputer saat melakukan edit digital pada hasil rekaman. Kelemahan digital zoom adalah gambar jadi pecah saat di zoom terlalu besar. Jadi sebaiknya berpatokan pada optical zoom, yaitu zoom yang dapat dilakukan oleh lensa, zoom ini tidak menyebabkan gambar jadi pecah.

Perlu diperhatikan bahwa kemampuan zoom yang besar akan menyebabkan kamera rentan goncangan. Gambar yang direkam akan tampak bergoyang saat menggunakan zoom yang tinggi. Ini adalah efek yang terjadi pada lensa tele, dimana sudut pandang jadi sempit, dan membesarkan obyek yang jauh. Sedikit gerakan pada kamera, misal beberapa milimeter, maka akan membuat obyek ditempat yang jauh seolah-olah bergerak banyak, seperti bergerak beberapa meter. Maka untuk mencegah hal ini anda perlu berlatih cara memegang kamera denga lensa zoom. Penggunaan penopang seperti tripod dan monopod akan sangat membantu. Tripod dan monopod biasa dipakai oleh juru kamera olahraga seperti saat meliput pertandingan sepak bola. Mereka harus menangkap momen dari jarak puluhan meter dan harus diperbesar dengan lensa tele atau zoom, maka penopang monopod dan tripod akan mencegah gambar yang direkam bergoyang. Beberapa kamera dengan lensa zoom yang kuat, mempunyai fitur untuk mengurangi efek goncangan secara elektronik.

Beberapa kamera didesain dengan model pistol grip sebagaimana foto di bawah, seperti Sanyo Xacti, Panasonic, Polaroid, Aiptek, Dxg, Spectra, SVP, dan lain-lain. Kamera jenis ini memang terbukti lebih tahan goyangan tangan. Cocok untuk digunakan merekam kegiatan di luar ruang (outdoor) seperti kegiatan olahraga, camping, dan lain-lain. Beberapa kamera lain yang tidak dirancang dengan model pistol grip, tapi dapat dipasangkan dengan gagang pistol grip yang dapat dibeli tersendiri. 



Layar
Layar pada kamera membantu untuk mengatur komposisi saat pemotretan. Beberapa kamera dilengkapi dengan jendela bidik (viewfinder) disamping memiliki layar, karena layar dapat memboroskan pemakaian batere. Jadi jika anda perlu menghemat batere, maka gunakan jendela bidik

Saya lebih menyukai layar dengan tipe flip yang dapat diposisikan agar memudahkan kita melihat ke layar. Ada layar dengan flip yang dapat diarahkan ke muka kamera, agar anda dapat memfoto diri sendiri dan mengatur komposisinya dengan melihat layar tersebut dari arah depan kamera. Foto diatas memperlihatkan kamera dengan layar tipe flip yang diputar ke muka, difoto menghadap cermin, terlihat juga gambar tangan dan kamera yang sama pada layar.

Layar juga membantu untuk melihat hasil pemotretan dan mengulang pemotretan jika hasilnya kurang bagus. Dengan layar anda dapat melihat dan membuang foto yang salah agar menghemat memory. Beberapa kamera mempunyai fitur edit foto dengan bantuan layar ini.


Ketajaman
Ketajaman atau resolusi foto bergantung pada titik-titik atau pixel yang direkam oleh software kamera. Semakin banyak pixel akan semakin baik, tapi akan membesarkan file foto sehingga butuh memory yang besar. Untuk foto ukuran postcard yang berukuran 3,5 x 5 inci atau 89 mm x 127 mm dan dinamakan 3R, kamera dengan 3 megapixel sudah cukup baik. Saat ini tersedia pocket kamera dengan ketajaman lebih dari 10 megapixel.

Jika anda bermaksud mendokumentasikan pemandangan alam dengan detail yang dapat diperbesar, misalnya anda harus memfoto suatu bukit dengan berbagai pohon buah-buahan. Nantinya foto tersebut akan digunakan sebagai dokumentasi, dan pemirsa dapat memperbesar foto bukit untuk melihat detail pohon lalu diperbesar lagi guna melihat detail buahnya. Maka anda butuh kamera dengan resolusi yang sangat tinggi. Demikian juga jika anda harus membuat foto pemandangan, gadis foto model, dan lain-lain, yang nantinya foto tersebut akan dicetak sangat besar, misalnya untuk ditempel ke dinding sebagai wallpaper.


Batere
Beberapa kamera dapat menggunakan batere kering yang tersedia di pasaran, jenis ini dapat juga menggunakan batere isi ulang yang tersedia di pasaran. Beberapa lainnya menggunakan batere khusus yang dapat di isi ulang, jenis ini hanya dapat menggunakan batere yang didesain untuk kamera tersebut. Pilihlah yang paling aman bagi anda untuk jangka panjang, jangan berpatokan pada yang murah tapi kemudian anda tidak bisa membeli batere baru.


Tips lainnya
Pilih kamera digital yang menggunakan wadah penyimpanan seperti kartu memory (memory card) yang umum di pasaran di mana anda berada. Sehingga anda tidak kesulitan untuk menambah kapasitas penyimpanan. Juga kamera yang menggunakan sistem yang populer sehingga mudah untuk berbagi dan mencetak foto. Anda juga perlu memastikan bahwa sistem kamera tersebut tidak konflik dengan sistem komputer anda. Sehingga anda dapat menyimpan, menampilkan, edit, dan cetak foto-foto yang dihasilkan melalui komputer dan printer anda. Pastikan kabel koneksinya, misalnya USB, dapat dihubungkan dengan komputer anda.

Saat ini sudah tersedia kamera yang kedap air dan dapat dibawa menyelam sampai kedalaman 12 meter bahkan lebih. Kamera ini tersedia dengan jenis pocket dengan harga sedikit lebih mahal dari kamera pocket biasa. Kamera ini juga didesain tahan guncangan (shockproof). Cocok digunakan untuk meliput kegiatan di alam bebas.

Dan yang terakhir tentu saja anda harus memilih kamera digital yang sesuai dengan kemampuan finansial anda. Jangan membeli yang canggih dan mahal karena teknologinya bisa saja ketinggalan dalam beberapa bulan, kecuali jika anda benar-benar butuh teknologi tersebut. Lebih baik anda membeli yang popular dan tidak terlalu mahal. Karena jika banyak yang menggunakan maka akan mudah berbagi foto, berdiskusi dengan pengguna kamera lain, mudah mendapatkan asesoris, dan akan mudah diperbaiki jika rusak, jika dijual kembali akan banyak peminatnya sehingga harganya tidak terlalu jatuh. Produk yang popular biasanya juga memiliki layanan garansi yang mudah dan baik.

No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site