Monday, March 26, 2012

Recharge Dry Cell Non-rechargeable Battery with Vehicle Accu


Several dry cell batteries are not designed for recharge (non-rechargeable), but can still be recharged, though not as good as the rechargeable type battery. In the previous article, it is discussed how to recharge dry cell non-rechargeable battery with an adapter. While in this article, it is discussed how recharge dry cell non-rechargeable battery with a vehicle accu (battery).

This procedure is not applied to all types of rechargeable batteries. Use the appropriate charger to recharge rechargeable batteries.

A non-rechargeable batteries size AA with voltage 1.5 volt can draw current of 10 amperes when recharged with 12 volt battery. That large current will damage the battery, the heat generated can make the battery explode because the gas pressure inside. It requires the resistor to resist the current.

Resistor needed is approximately 33 ohms and 5 watts. To be safe, then you should use a 10 watt resistor. But 10 watt resistor is much more expensive than the total price of 10 each of 1 watt resistors, because 10 watt resistor is more rarely used than 1 watt resistor. So if using resistor, it is cheaper to use 10 pieces of 330 ohm 1 watt resistors which are connected in parallel so that their total value become 33 ohms. Can also use 10 pieces of 1 watt 3.3 ohm resistors which are connected in series.

Another way is to use a 12 volts 5 watts automotive bulb type C5W as I use. Bulb is mounted on fuse socket. Price of bulb and fuse socket is very cheap, I get them with price below US$ 0.5 total for both.

Procedure below describe how to recharge non-rechargeable dry cell batteries which are commonly used for wall clock, flashlight, toy, remote, etc. with size of D, C, AA, AAA, PP3 (9 volts), and coin size batteries as well.

Make sure the batteries to be recharged in good condition. If there are signs of leakage on battery body such as moisture, oil, stain, rust, etc.; the battery can not be recharged. Replace it with a new one. Fluids that leak from battery can damage the gadget that uses that leaking battery.

Measure voltage of battery to be recharged by multitester. Voltage should not be too low. For 1.5 volts battery, the voltage is not lower than 1.2 volts. For 3 volt battery, the voltage is not lower than about 2.4 volts. For 9 volt battery, the voltage is not lower than 7.2 volts. If the voltage is too low then it will be difficult to recharge.

Photo below shows an AA size dry cell battery is recharged with a vehicle accu. Note the automotive bulb is brightly glowing when the bulb is resisting current to the dry cell battery.



Cable connection diagram is as shown below.


Shown in the photo below detail of automotive bulb 12 volt 5 watt type C5W, along with the fuse socket that are used.


Can also use a continuity tester / electrical circuit tester as photo below as current resistor, but it is more expensive than the above system.


Recharge battery for about 1-2 minutes. Immediately stop if the battery get warm. Temperature rise is not due to heat from your hand, but because of chemical reactions inside the battery. Do not continue recharge if battery is hot and can not be hold by hand, or more than 40o Celsius. Wait a while to cool the battery by itself.

Check battery voltage with multitester, whether it reaches its normal voltage (1.5 volt, 3 volt, or 9 volt). If the battery voltage has normal already then it can be reused.

If the battery voltage is not normal yet, then continue recharge as above procedure. AA size battery will usually get a normal voltage after recharged for a total time about only 5 minutes. Bigger battery will need longer recharging time.

This dry cell battery recharge procedure can be applied when using other large current 12 volt sources such as power supply, large adapter, 12 volt battery charger, etc..

Recharge a dry cell battery is not only economical, but also help reduce pollution caused by battery waste. Carelessly discarded old or used battery will pollute soil and water. Make sure battery waste is discarded to a place that can recycle the old battery.

Video of recharging AA dry cell with vehicle battery, click here.

Isi-ulang Batere Kering Jenis Non-rechargeable dengan Aki Kendaraan


Beberapa batere kering memang tidak didesain untuk diisi-ulang (non-rechargeable), tapi masih bisa diisi-ulang walau tidak sebaik batere isi-ulang (rechargeable). Pada artikel sebelumnya dibahas isi-ulang batere kering jenis non-rechargeable dengan adaptor. Sedangkan pada artikel ini dibahas cara isi-ulang batere kering jenis non-rechargeable dengan aki kendaraan.

Prosedur yang dibahas disini tidak untuk diterapkan pada semua batere jenis rechargeable. Gunakan charger yang sesuai untuk mengisi ulang batere rechargeable.

Sebuah batere non-rechargeable ukuran AA bertegangan 1.5 volt dapat menarik arus sebesar 10 ampere saat diisi-ulang dengan aki 12 volt. Arus yang besar tersebut dapat merusak batere, panas yang ditimbulkan dapat membuat batere meledak karena tekanan gas di dalam. Untuk itu dibutuhkan resistor untuk menghambat arus.

Resistor yang dibutuhkan adalah sebesar sekitar 33 ohm dan berdaya sebesar 5 watt. Untuk amannya maka sebaiknya menggunakan resistor berdaya 10 watt. Tapi resistor berdaya 10 watt harganya jauh lebih mahal dari harga total 10 buah resistor 1 watt, karena resistor berdaya 10 watt lebih jarang dipakai dibanding resistor 1 watt. Jadi jika menggunakan resistor, maka agar murah dapat menggunakan 10 buah resistor 330 ohm 1 watt yang dihubungkan secara paralel sehingga nilai totalnya menjadi 33 ohm. Bisa juga dengan menggunakan 10 buah resistor 3.3 ohm 1 watt yang dihubungkan secara serie.

Cara lain adalah dengan menggunakan lampu otomotif 12 volt 5 watt tipe C5W sebagaimana yang saya gunakan. Lampu dipasang pada socket sekring. Harga lampu dan sekring tersebut sangat murah sekali, saya dapatkan dengan harga dibawah 4000 rupiah untuk total keduanya.

Berikut adalah cara mengisi ulang batere kering non-rechargeable yang biasa dipakai untuk jam dinding, senter, mainan, remote, dll yaitu ukuran D, C, AA, AAA, PP3 (9 volts), juga batere ukuran koin.

Pastikan batere yang akan diisi-ulang masih baik kondisinya. Jika ada tanda –tanda kebocoran dibadan batere seperti: lembab, minyak, noda, berkarat, dll; maka batere tidak dapat diisi-ulang. Ganti saja dengan yang baru. Cairan dari batere yang bocor dapat merusak peralatan yang menggunakan batere tersebut.

Ukur tegangan batere yang akan diisi-ulang dengan multitester. Tegangannya tidak boleh terlalu rendah. Untuk batere 1,5 volt maka tegangannya tidak lebih rendah dari sekitar 1,2 volt. Untuk batere 3 volt, maka tegangannya tidak lebih rendah dari sekitar 2,4 volt. Untuk batere 9 volt, maka tegangannya tidak lebih rendah dari 7,2 volt. Jika tegangan sudah terlalu rendah maka akan sulit diisi-ulang.

Foto dibawah memperlihatkan saat sebuah batere kering ukuran AA diisi-ulang dengan aki. Perhatikan lampu otomotif yang menyala terang saat menghambat arus aki menuju batere.



Diagram koneksi kabel adalah sebagaimana gambar dibawah.


Tampak pada foto dibawah detail lampu otomotif 12 volt 5 watt tipe C5W , beserta soket sekring yang digunakan.


Bisa juga menggunakan continuity tester / electrical circuit tester sebagaimana foto dibawah sebagai resistor, tapi harganya lebih mahal dari sistem diatas.


Isi-ulang dilakukan selama lebih kurang 1-2 menit. Segera hentikan jika batere terasa hangat. Kenaikan temperatur tersebut bukan karena dipegang tangan, tapi karena reaksi kimia di dalam batere. Jangan teruskan isi-ulang jika batere terasa panas dan tidak bisa dipegang tangan, atau lebih dari 40 derajat Celcius. Tunggu sebentar agar batere dingin sendiri.

Check tegangan batere dengan multitester, apakah sudah mencapai tegangan normalnya (1,5 volt, 3 volt, atau 9 volt). Jika tegangannya sudah normal maka batere sudah dapat digunakan.

Jika tegangan batere belum normal, maka lanjutkan isi-ulang sebagaimana prosedur diatas. Biasanya batere ukuran AA akan normal tegangannya setelah diisi-ulang selama total waktu lebih kurang hanya 5 menit. Makin besar ukuran batere makin lama waktu isi-ulang.

Cara mengisi-ulang batere kering yang dijelaskan di sini dapat diterapkan jika menggunakan sumber arus besar bertegangan 12 volt lainnya seperti power supply, adaptor besar, 12 volt battery charger, dll.

Mengisi ulang batere bukan saja menghemat secara ekonomi tapi juga membantu mengurangi polusi akibat limbah batere bekas. Batere yang sudah tidak digunakan lagi jangan dibuang sembarangan karena dapat mencemari tanah dan air. Pastikan batere bekas dibuang ke tempat yang dapat mendaur ulang batere bekas.

Video isi ulang batere AA dengan aki kendaraan, klik di sini.





Friday, March 23, 2012

Is Dry Cell Battery Rechargeable?


Some dry cell batteries are not designed for recharge (non-rechargeable), such as battery types: Alkaline, Lithium, Mercury, Silver Oxide, Zinc Air.

Some other dry cell batteries can be recharged (rechargeable), such as battery types: Lead Acid Gel, Lithium-ion, Nickel Cadmium, Nickel Metal Hydride.

Dry cell battery that can not be recharged, can also be recharged although it has lower capability then rechargeable battery.

Dry cell batteries which are described here are not vehicle batteries, but they are batteries for flashlight, toy, clock, remote, etc.. To recharge dry cell battery on vehicle, please read the article "Charging Your Vehicle Battery".

Here's how to recharge dry cell batteries which are commonly used for wall clock, flashlight, toy, remote, etc. that is the size of D, C, AA, AAA, PP3 (9 volts), and coin size batteries as well.


Equipment needed is an adapter with 12 volt output voltage and 300mA current, as the photo below. This kind of adapter is ussually very cheap, it cost around US$1-$2. Can also use other sources such as 12 volt vehicle battery (accu), but as the current is large it will be short and damage the dry cell battery. Procedure for recharging by vehicle accu, click here.

Multitester is also needed to measure battery voltage.


Measure voltage of battery to be recharged. Voltage should not be too low. For 1.5 volts battery, the voltage is not lower than 1.2 volts. For 3 volt battery, the voltage is not lower than about 2.4 volts. For 9 volt battery, the voltage is not lower than 7.2 volts. If the voltage is too low then it will be difficult to recharge.

Check if there is any leak in battery body. If the battery body has sign of leakage, such as damp, oily stains, rust, etc., then do not be recharged. Replace it with a new one. Liquid of a leaking battery can damage the device that uses that leaking battery.

Diagram below shows cables connection.


Hold the battery to be recharged by hand. Connect positive cable from the 12 volt adapter to positive pole of battery, and negative cable of 12 volt adapte to negative pole battery. Hold this position for about 1-2 minutes. Video of recharging with adapter, click here.

Battery being recharged will feel warm, and can be felt by your hand. That temperature rise is not due to the heat of your hand, but because the chemical reactions inside the battery as it is recharged by 12 volt. Remove the battery from adapter when warm, let cool by it self. Do not let the battery becomes too hot so it can not be hold by hand, or temperature above 40oC. Too high temperature will damage the battery.

Check by multitester whether the battery voltage has reached normal voltage (1.5 volt, 3 volt, or 9 volt). If the battery voltage is already normal then the battery can be used.

If the voltage is not normal, then recharge again as described above. Usually AA size 1.5 volt battery, wich is commonly used for wall clock, the voltage will be normal if it is recharged for total time only about 5 minutes. The greater the battery the longer charging time. D-size battery, which is commonly used in flashlight, takes about 15 minutes if recharge by 12 volt adapter like the photo above.

Recharge a dry cell battery is not only economical, but also help reduce pollution caused by battery waste. Carelessly discarded old or used battery will pollute soil and water. Make sure battery waste is discarded to a place that can recycle the old battery.

Video of recharging AA dry cell with vehicle battery, click here.

Apakah Batere Kering Bisa Diisi-ulang?


Beberapa batere kering memang tidak didesain untuk diisi-ulang (non-rechargeable), seperti batere jenis: Alkaline, Lithium, Mercury, Silver Oxide, Zinc Air.

Beberapa batere kering lainnya dapat diisi-ulang (rechargeable), seperti batere jenis: Lead Acid Gel, Lithium-ion, Nickel Cadmium, Nickel Metal Hydride.

Batere kering yang tidak bisa diisi-ulang (non-rechargeable), ternyata bisa juga diisi-ulang walau kemampuannya tidak seperti batere yang memang didesain untuk diisi-ulang (rechargeable battery).

Harap diperhatikan penggunaan istilah batere kering yang dimaksud di sini bukanlah untuk batere yang digunakan pada kendaraan, tapi batere kering yang biasa digunakan untuk senter, mainan, jam dinding, remote, dll. Untuk isi-ulang atau cas (charge, recharge) batere kering pada kendaraan (dry cell battery), harap membaca artikel "Cara Mengisi Ulang (Recharge) Aki Kendaraan".

Berikut adalah cara mengisi ulang batere kering yang biasa dipakai untuk jam dinding, senter, mainan, remote, dll, yaitu ukuran D, C, AA, AAA, PP3 (9 volts), juga batere ukuran koin.


Alat yang dibutuhkan adalah adaptor dengan tegangan output 12 volt 300 miliampere, sebagaimana foto dibawah. Adaptor seperti ini harganya sangat murah, sekitar belasan ribu rupiah saja. Bisa juga menggunakan sumber tegangan 12 volt lain seperti aki kendaraan, tapi karena arusnya besar maka dapat terjadi korslet dan merusak batere. Prosedur untuk sumber tegangan aki kendaraan, klik disini.

Dibutuhkan juga multitester untuk mengukur tegangan batere.


Ukur tegangan batere yang akan diisi-ulang. Tegangannya tidak boleh terlalu rendah. Untuk batere 1,5 volt maka tegangannya tidak lebih rendah dari sekitar 1,2 volt. Untuk batere 3 volt, maka tegangannya tidak lebih rendah dari sekitar 2,4 volt. Untuk batere 9 volt, maka tegangannya tidak lebih rendah dari 7,2 volt. Jika tegangan sudah terlalu rendah maka akan sulit diisi-ulang.

Periksa apakah ada kebocoran pada badan batere. Jika di badan batere sudah ada tanda-tanda kebocoran, seperti lembab, berminyak, noda, karat, dll, maka jangan diisi-ulang. Ganti saja dengan yang baru. Batere yang bocor mengeluarkan cairan yang dapat merusak alat yang menggunakan batere tersebut.

Diagram koneksi kabel adalah sebagaimana gambar dibawah.


Pegang batere yang akan diisi-ulang dengan tangan. Tempelkan kabel positif dari adaptor 12 volt ke kutub positif batere, dan kabel negatif dari adaptor 12 volt ke kutub negatif batere. Pertahankan posisi ini selama sekitar 1-2 menit. Video isi-ulang dengan adaptor, klik di sini.

Batere yang diisi-ulang akan terasa menghangat, dan dapat dirasakan oleh tangan anda. Kenaikan temperatur ini bukan karena panas dari tangan anda, tapi karena reaksi kimia di dalam batere akibat diisi oleh tegangan 12 volt. Lepaskan batere dari adaptor jika menghangat, dinginkan sebentar. Jangan biarkan batere menjadi terlalu panas sehingga tidak dapat dipegang tangan, atau temperaturenya diatas 40oC. Panas yang terlalu tinggi akan merusak batere.

Check tegangan batere dengan multitester apakah sudah mencapai tegangan normalnya (1,5 volt, 3 volt, atau 9 volt). Jika tegangan sudah normal maka batere sudah dapat digunakan.

Jika tegangan belum normal, maka isi-ulang lagi sebagaimana dijelaskan diatas. Biasanya batere 1.5 volt ukuran AA, yang biasa digunakan pada jam dinding, sudah normal tegangannya jika diisi selama total waktu hanya sekitar 5 menit saja. Semakin besar batere maka semakin lama waktu pengisian. Batere ukuran D, yang biasa digunakan pada lampu senter, butuh waktu sekitar 15 menit jika diisi-ulang menggunakan 12 volt adaptor seperti foto diatas.

Mengisi ulang batere bukan saja menghemat secara ekonomi tapi juga membantu mengurangi polusi akibat limbah batere bekas. Batere yang sudah tidak digunakan lagi jangan dibuang sembarangan karena dapat mencemari tanah dan air. Pastikan batere bekas dibuang ke tempat yang dapat mendaur ulang batere bekas.

Video isi ulang batere AA dengan aki kendaraan, klik di sini.













Thursday, March 22, 2012

Calculating Land Lot Area with GPS Coordinates


As many readers are looking for a reference to calculate land lot area and perimeter with GPS coordinates data (Global Positioning System), so I create an Excel program specifically for that purpose. Download here.

Simply by writing longitude and latitude data of each vertex of a land lot, then the program will instantly calculate the area and perimeter. To avoid confusing, always use a clockwise direction to input vertex coordinates of the land lot. Counter clockwise direction will get negative result of area calculation.

In the picture below, I calculate area and perimeter of an area around National Monument (Monas, Jakarta). Picture shows GPS coordinates obtained from Google Maps. Please note that Google Maps uses latitude-longitude order.




Shown in the picture above the land lot is an irregular shaped polygon with 8 vertices (octagon). The starting point is the vertex at bottom left, then this point is also used as an end point to form a closed irregular polygon so that the program can calculate it’s area and perimeter. Total 9 GPS coordinates are written, as the starting point and end point at the same vertex. Coordinates are written in yellow cells, and they are sorted in clockwise order. On the right, there is a graph illustrating the measured polygon shape. In this example, octagonal polygon area is 231,339 square meters, and the perimeter is 1782.7 meters.

In the attached Excel workbook, there is also formula to convert GPS data with sexagesimal (degrees minutes seconds) format to become decimal format, then that decimal format will be used to calculate the area and perimeter of a land lot with irregular and regular polygon shaped.

This article is related to previous articles: calculation of polygons and calculate distance with GPS coordinates.

There are two methods for calculation of polygon area, by matrix and by rectangles. Matrix method is rather difficult to understand but the formula is simpler. And there is an article that explain about polygon perimeter calculation.





If you are looking for a reliable and high quality GPS equipment such as Garmin and Tom Tom, please check at "Best Sellers in GPS & Navigation Equipment".

Menghitung Luas Tanah dengan Koordinat GPS


Berhubung banyaknya pembaca yang mencari referensi untuk menghitung luas tanah dan kelilingnya dengan data koordinat GPS (Global Positioning System), maka saya membuat program Excel khusus untuk keperluan tersebut. Download disini.

Cukup dengan menuliskan data bujur dan lintang dari setiap titik sudut tanah, maka program akan langsung menghitung luas dan kelilingnya. Agar tidak membingungkan, maka selalu gunakan arah jarum jam untuk mengurut titik-titik sudut tanah. Jika kebalikannya maka perhitungan luas akan negatif.

Pada gambar dibawah, saya mencoba menghitung luas dan keliling suatu area di sekitar Monumen Nasional (Monas, Jakarta). Terlihat koordinat GPS yang didapat dari Google Maps. Perlu diperhatikan bahwa Google Maps menggunakan data dengan urutan lintang-bujur.





Terlihat pada gambar diatas bahwa kapling tanah yang diukur berbentuk poligon tak beraturan segi delapan. Titik sudut yang digunakan sebagai starting point adalah titik paling kiri bawah, selanjutnya titik ini juga digunakan sebagai end point sehingga membentuk poligon segi delapan tertutup sehingga program dapat menghitung luas dan kelilingnya. Jadi total koordinat GPS yang diinput berjumlah 9 koordinat, karena starting point dan end point dititik yang sama. Koordinat diinput pada sel berwarna kuning dan diurut searah jarum jam. Di sebelah kanan ada grafik yang menggambarkan bentuk poligon yang diukur. Pada contoh ini luas poligon segi delapan adalah 231.339 meter persegi, dan lingkarannya adalah 1.782,7 meter

Video olahraga menembak pistol laser yang aman dilakukan dimana saja karena tidak ada peluru beterbangan.



Pada Excel workbook terlampir, juga ada rumus untuk mengkonversi data GPS dengan format sexagesimal (derajat menit detik), menjadi desimal dan selanjutnya digunakan untuk menghitung luas dan keliling tanah yang berbentuk poligon beraturan dan tak beraturan.

Artikel ini berhubungan dengan artikel sebelumnya yaitu: perhitungan luas poligon dan menghitung jarak dengan GPS koordinat.

Perhitungan luas poligon ada dua artikel yang pernah saya tulis yaitu menggunakan metoda matrix dan metoda segiempat. Metoda matrix agak sulit dipahami tapi rumusnya lebih sederhana. Ada juga artikel yang khusus membahas perhitungan keliling poligon.




Jika Anda sedang mencari peralatan GPS yang handal dan berkualitas tinggi seperti Garmin dan Tom Tom, lulus uji kualitas standar industri Amerika,  silakan melihat di "GPS Paling Laku Di Amerika".

Tuesday, March 20, 2012

Pattaya Jomtien Palm Beach Swimming Pool


View of swimming pool at Jomtien Palm Beach Hotel Pattaya, Thailand. Seen from 11th floor. Note clear blue water in the pool. For Pattaya beach scenery click here.

Pemandangan dari kolam renang di Jomtien Palm Beach Hotel Pattaya, Thailand. Dilihat dari lantai 11. Perhatikan air kolam yang jernih berwarna biru. Untuk pemandangan pantai Pattaya klik di sini.





Monday, March 19, 2012

Charging Your Vehicle Battery


Recharge or often referred as charging a battery, is an attempt to reverse the chemical reaction of the battery (accu, accumulator). When producing the electric power, liquid acid in the battery reacts with battery cells, and forming deposit accumulation in battery cells. Sediment will be accumulated overtime on battery cells, battery liquid acidity will be lower acidity, battery cells are no longer in contact with battery acid, then the battery voltage and current will be decreased, or battery flat. Recharging the battery is an attempt to remove sediment in battery cells and return that sediment into water to increase water acidity.

If sediments on the battery cells are too much accumulated and in a long time, then battery can not be recharged again and needs to be replaced. There is an opinion stating that sediment in the battery cells can be cleaned by filling the battery with hot water to wash and drain battery cells. But there is a risk of damaging battery cells.

There is also a chemical substance to reduce sediment in battery cells, it is added every month. In my opinion, the battery is not designed for this chemical way. Where this chemical or additive goes after it cleans battery cells? I let you to analyze, to try and to conclude it yourself.

When normal, battery chemical reaction is as follows:
Chemical reaction while producing power (discharge)
Negative plate reaction: Pb(s) + HSO−4(aq) → PbSO4(s) + H+(aq) + 2-e
Positive plate reaction: PbO2(s) + HSO−4(aq) + 3H+(aq) + 2-e → PbSO4(s) + 2H2O(l)


Chemical reaction when charging
Negative plate reaction: PbSO4(s) + H+(aq) + 2-e → Pb(s) + HSO−4(aq)
Positive plate reaction: PbSO4(s) + 2H2O(l) → PbO2(s) + HSO−4(aq) + 3H+(aq) + 2-e

It is clearly shown above that chemical reaction when discharge is the opposite of chemical reaction when charging. If battery cells are not damaged, and no other substances that may interfere, then both reactions always can be done. If discharge and charging are always done at the right time and with proper procedure, then battery life can be extended.

To recharge a battery, it needs a slightly higher voltage than the battery voltage. For 12 volt battery, the charging voltage is 14 volts. According to the specification, 12-volt battery is fully charged when the voltage is 14.4 volts, some can be recharged up to 15 volts without damaging the battery. So as a general rule, 14 volt is charging voltage, and if the battery is full then the voltage will be equal to the charging voltage which is 14 volts.

Read also "Power Supply, Battery Charger, With Transformer", and wind turbine as battery charger in "Pico Wind Turbine With Bicycle Wheel".

When charging, battery produces gas and water vapor. So before charging, clean battery top by a damp cloth to avoid dirt enters into the battery, and loosen battery caps and let them hanging loose on their hole. This way will ensure gases to exit and prevent prevent battery explode while keeping dust out. Actually battery cell caps are ventilated, but it is likely those vents are blocked or not enough to ensure gases go out. Add distilled water (pure water) if the battery water level is lower than maximal.

Battery charger can be either an adapter that converts alternating current (AC) from the city grid into direct current (DC). Adapter is widely available in the market, choose adaptor with voltage 13.8 Volt, which is typically used by radio amateurs for radio communication and it is usually referred as power supply, see the picture below.


According to the terms commonly used in everyday life, the adapter is a device for changing alternating current from city power grid, into direct current.While the power supply, is an adapter that has a voltage stabilizer. Adapter is cheaper than power supply. A special battery charger with large current capacity, over 40 amperes, which can be used to jump start, has a very expensive price.

Battery charging current is about 10% of the maximal current that can be produced by the battery. For example, a 40AH (ampere hour) battery capacity is capable to produce 40A current for one hour, so the charging current is 10% of 40A which is 4 amperes. To recharge 40AH battery, it needs an adapter or power supply with capacity of 8 amps, or 2 times the charging current. If less than 8 amperes then there is the possibility of battery charger or power supply is getting too hot and burnt.

Charging current is determined by the voltage difference. Battery charging current will be larger if the difference in battery voltage to charger voltage is higher. For example: a battery is recharged when the voltage is as low as 11 volts, with 14 volt battery charger, the charging current will be greater than if the same battery is recharged when its voltage at 13 volts. Large charging current will cause high heat and more gas is formed. In Smart Battery Charger system, charging voltage can be set automatically to prevent the formation of large amounts of gas.

 The principle of charging a battery is similar to principal of two connected water vessels as shown below. Vessel A is containing higher level of water and it is connected to vessel B with water level difference S. Water will flow from A to B, water will stop flowing if there is no difference in height of A-B or S=0. Flow will be greater if the difference in water level increases.

If the battery voltage is less than 12 volts, then it takes about 8 -10 hours to charge the battery to rise it’s voltage to 14 volts. If your power supply or adapter voltage can be set to 12 volts, to prevent high gas formation due to very low battery voltage, it is preferably to recharge battery with 12 volts setting first and then continue with voltage of 14 volts setting. There are also a battery charger with current setting, not voltage setting, then use a low current setting first when charging a very low voltage battery, in order to reduce gas formation.

It doesn’t need to remove battery connections, nor it doesnt need to remove battery from vehicle, so you can do it in your home garage. See the photo below, it shows a battery which is connected to a charger while the battery is still connected to vehicle electrical system. Also can be seen that the battery top is clean, with all caps are loosened so that gas can get out, but all caps are remain in their holes to prevent dirts entry.


Connect positive cable of charger battery positive pole and negative cable of charger to negative pole of battery, see the diagram below. Connect the positive cable first. Negative cable can be connected to the vehicle body, not necessarily on negative battery terminal.


Due to vehicle charging system limition, if this battery recharging is done regularly every 1-2 months, or when the battery voltage drops below 12.6 volts, it can extend battery life to about 5 years.

Read also: Vehicle Accu Maintenance For Durability and Economical Use


Here are the details of voltage of Lead-acid type battery:

After fully recharged, the voltage will drop quickly to 13.2 volts, and then goes down slowly to 12.6 volts (open circuit voltage) in 12 hours.

12.6 volts open circuit voltage is the voltage of battery 12 hours after fully recharged and then left without any load (lights, vehicle alarm, clock, etc.), specific gravity of battery acid 1265 grams / cc. Open circuit voltage for a 6 volt battery is 6.32 volts.

When the open circuit voltage as low as 11.7 volts then the battery is considered as empty, battery water density 1120 g / cc. For 6 volt battery, will be considered empty or flat if the voltage is 6.0 volts.

Maximal voltage when recharging to avoid large amount of gas formation is 14.4 volts (gassing voltage).

All voltages above are measured at room temperature 20 degrees Celsius or 68 degrees Fahrenheit, and if temperature increases then voltage must be adjusted by -0.022volt / degree Celsius. Please note that the negative temperature coefficient, the cooler the higher voltage.

For detail to suit your battery, please refer to specifications of your battery manufacturer. Dry cell battery usually has lower recharging voltage 13.8 volts, while lead-acid battery can be up to 14.4 volts recharging voltage.

Circuit to monitor the battery voltage can be read in the article "Simple Battery Voltage Indicator With LED".

Watch test video on vehicle for battery and electric system condition interpretation by voltage, please read "Battery And Charging System Condition Interpretatio Voltage".

CAUTION:

Do not smoke near the battery when it is recharged, battery gases are flammable and may explode. Water inside battery is extremely corrosive and can damage clothe and paint, flush with fresh water if exposed to battery acid.

Do not start the engine when the battery is being recharged by adapter or power supply, because that tool is not able to provide enough current to turn the starting motor, adapter or power supply can be burnt. Disconnect at least one cable from the adapter before starting. Unless you recharge the battery with a battery charger that can supply very large currents, can be above 40 amperes, so that it can be used to jump start the engine.

Wrong cables connection can cause electrical short, may result adapter burnt and battery may explode.

Use proper size fuse can reduce the risk of burning. Fuse size is about 10% of battery capacity, eg for 40AH battery, then use the 5 amperes fuse. To protect adaptor and battery, fuse is installed to adapter output, not to adapter input, or between the adapter and battery. Fuse on adapter input, will protect grid if adapter short.

Saturday, March 17, 2012

Cara Mengisi Ulang (Recharge) Aki Kendaraan



Dapatkan uang Rp 500 ribu dari kartu Citibank, klik di sini.

Mengisi-ulang (recharge) atau secara awam dikenal dengan sebutan cas aki (charge), adalah usaha atau upaya untuk membalik reaksi kimia pada aki (accu, accumulator). Saat mengeluarkan daya listrik, cairan asam di dalam aki bereaksi dengan sel-sel aki. Produk dari reaksi tersebut adalah arus listrik. Produk sampingannya adalah terbentuknya endapan pada sel-sel aki. Lama kelamaan produk endapan semakin menumpuk, air aki berkurang keasamannya atau menjadi tawar, sel-sel tidak lagi bersentuhan dengan air aki, maka tegangan dan arus aki jadi menurun. Mengisi-ulang aki adalah usaha atau upaya melepas endapan pada sel-sel aki sehingga endapan tersebut kembali larut dalam air aki dan meningkatkan keasaman air aki.

Jika endapan pada sel-sel aki sudah terlalu banyak menumpuk dalam waktu yang lama maka aki tidak dapat diisi-ulang lagi dan harus diganti baru. Ada pendapat menyatakan bahwa sel-sel aki bisa dibersihkan endapannya dengan mengisi aki dengan air panas untuk mencuci dan menguras sel-sel aki. Tapi cara ini beresiko merusak sel-sel aki.

Video latihan menembak dengan pistol laser, aman tanpa peluru beterbangan.


Ada juga cara kimia untuk mengurangi endapan pada sel-sel aki, yaitu dengan cara menambahkan produk zat kimia setiap satu bulan sekali. Menurut saya, sebenarnya aki tidak didesain untuk diperbaharui dengan cara kimia ini, tapi saya serahkan kepada para pembaca untuk menganalisa, mencoba, dan menyimpulkannya.

Video origami kapal selam di kolam renang, yang dapat menyelam hingga sedalam hampir 1 (satu) meter dan kembali muncul ke permukaan air beberapa kali. Juga dapat bergerak maju sekitar 5 (lima) meter, tanpa menggunakan baterai. Kapal selam mainan ini dibuat dari bahan-bahan rumah tangga seperti lembaran plastik berwarna, polystyrene (gabus), karet gelang, mur. Video ini utuh satu adegan penuh, tanpa sambungan.


Pada saat normal, reaksi kimia aki adalah sebagai berikut:
Reaksi kimia aki saat mengeluarkan arus listrik (discharge)
Negative plate reaction: Pb(s) + HSO−4(aq) → PbSO4(s) + H+(aq) + 2-e
Positive plate reaction: PbO2(s) + HSO−4(aq) + 3H+(aq) + 2-e → PbSO4(s) + 2H2O(l)

Reaksi kimia aki saat diisi-ulang (recharge)
Negative plate reaction: PbSO4(s) + H+(aq) + 2-e → Pb(s) + HSO−4(aq)
Positive plate reaction: PbSO4(s) + 2H2O(l) → PbO2(s) + HSO−4(aq) + 3H+(aq) + 2-e

Jelas terlihat bahwa reaksi kimia saat discharge adalah kebalikan dari reaksi kimia saat recharge. Selama sel-sel aki tidak rusak, dan tidak ada zat lain yang dapat mengganggu, maka kedua reaksi tersebut akan selalu dapat dilakukan. Jika discharge dan recharge selalu dilakukan pada saat yang tepat dan dengan prosedur yang tepat, maka umur aki dapat diperpanjang.


Lihat video tentang origami model kapal berlayar dengan cepat dan dapat berbelok di tikungan 180 derajat. Kapal berlayar tanpa listrik, tanpa bahan bakar, tanpa tiupan angin. Kapal cantik berwarna-warni ini berlayar dengan bantuan reaksi kimia dari molekul-molekul air. Kapal terbuat dari bahan-bahan yang tersedia di rumah tangga, seperti: lembaran polystyrene (gabus), kertas plastik, sabun. Berbagai model kapal dengan mudah dapat dirakit. Sangat baik sebagai  mainan edukatif (educational toy) yang mendidik dan merangsang kreatifitas, dan belajar teknologi perkapalan.

Untuk mengisi-ulang aki dibutuhkan battery charger dengan tegangan yang sedikit lebih tinggi dari tegangan aki. Untuk aki 12 volt, maka tegangan pengisian adalah 14 volt. Menurut spesifikasi, aki 12 volt akan terisi penuh jika tegangannya mencapai 14.4 volt, beberapa dapat diisi-ulang sampai 15 volt tanpa merusak aki tersebut. Jadi sebagai patokan umum, 14 volt adalah tegangan pengisian aki, dan jika aki sudah penuh maka tegangannya akan sama dengan tegangan pengisian yaitu 14 volt tersebut.

Baca juga "Power Suplai, Battery Charger, Dengan Trafo", dan turbin angin untuk sebagai charger aki pada "Turbin Angin Pico Dengan Roda Sepeda".

Pada saat diisi-ulang, aki dapat mengeluarkan gas dan uap air. Maka sebelum diisi-ulang, bersihkan dulu bagian atas aki dengan lap basah agar kotoran tidak masuk ke cairan aki, lalu kendurkan tutup-tutup sel aki. Tujuannya adalah agar gas mudah keluar dan mencegah aki meledak. Sebenarnya tutup sel aki mempunyai ventilasi, tapi ada kemungkinan ventilasi itu tersumbat atau kurang mampu mengeluarkan gas. Tambahkan air destilasi (air murni) jika air aki kurang dari level maximal.

Battery charger dapat berupa adaptor yang merubah arus listrik bolak-balik (AC) dari jaringan kota atau rumah menjadi arus searah (DC). Adaptor jenis ini banyak tersedia dipasaran, pilih yang bertegangan 13.8 Volt, yang biasanya digunakan oleh radio amatir dan biasanya disebut sebagai power supply untuk radio komunikasi, lihat gambar dibawah.


Menurut istilah yang biasa digunakan sehari-hari di pasaran di Jakarta, adaptor adalah suatu alat untuk merubah arus bolak-balik jaringan listrik kota atau rumah, menjadi arus searah. Sedangkan power supply, adalah suatu adaptor yang mempunyai stabilisator tegangan. Dari sisi harga, adaptor lebih murah dari power supply. Sedangkan Battery charger dengan kapasitas arus besar, diatas 40 ampere, yang dapat digunakan untuk jump start, harganya sangat mahal.

Arus pengisian battery adalah sekitar 10% dari arus maximal yang dapat keluarkan aki. Misal, suatu aki berkapasitas arus 40AH (ampere hour) maka aki tersebut mampu mengeluarkan arus 40 ampere selama satu jam, jadi arus pengisiannya adalah 10% dari 40A yaitu 4 ampere. Untuk mengisi-ulang aki 40AH dibutuhkan battery charger atau power supply berkapasitas 8 ampere, atau 2 kali arus pengisian. Jika kurang dari 8 ampere maka ada kemungkinan battery charger atau power supply tersebut menjadi terlalu panas dan dapat terbakar.

Arus pengisian ditentukan oleh selisih tegangan. Arus pengisian aki akan membesar jika selisih tegangan aki dengan tegangan charger besar. Misal: aki diisi-ulang saat tegangannya sudah serendah 11 volt, dengan battery charger bertegangan 14 volt, maka arus pengisiannya akan lebih besar dibanding jika aki yang sama diisi-ulang saat tegangannya 13 volt. Arus pengisian yang besar akan menyebabkan panas yang tinggi dan gas lebih banyak terbentuk. Pada sistem Pengisi Aki Pintar (Smart Battery Charger), tegangannya dapat diatur secara automatis guna mencegah terbentuknya gas dalam jumlah besar.

Prinsip pada pengisian aki adalah mirip dengan 2 bejana berhubungan sebagaimana gambar dibawah. Bejana A berisi air lebih tinggi dan berhubungan dengan bejana B dengan selisih tinggi air S. Air akan mengalir dari A ke B, air akan berhenti mengalir jika tidak ada selisih ketinggian A-B atau S=0. Aliran akan semakin besar jika selisih ketinggian air semakin besar.

Jika tegangan aki sudah kurang dari 12 volt, maka dibutuhkan sekitar 8 -10 jam untuk mengisi aki tersebut agar tegangannya naik menjadi 14 volt. Jika adaptor atau power supply anda dapat disetel tegangannya menjadi 12 volt, maka untuk mencegah terbentuknya banyak gas saat mengisi aki yang sudah sangat rendah tegangannya, sebaiknya aki diisi-ulang dengan tegangan 12 volt dulu, baru kemudian diisi-ulang dengan tegangan 14 volt. Ada juga battery charger yang dapat disetel arusnya, bukan tegangannya, maka gunakan arus yang rendah terlebih dulu untuk aki yang sudah sangat rendah tegangannya, agar mengurangi pembentukan gas.

Aki tidak perlu dilepas koneksinya dari kendaraan, juga tidak perlu dilepas dari dudukannya di kendaraan, sehingga dapat dilakukan di garasi rumah anda. Lihat foto dibawah, tampak aki masih terpasang dan terhubung dengan dengan sistem elektrik mobil, saat aki diisi-ulang. Terlihat juga bagian atas aki yang bersih, dengan semua tutup aki sudah dikendurkan agar gas dapat keluar, tapi tutup-tutup tetap berada pada lubangnya guna mencegah kotoran masuk.


Penyambungan kabel charger adalah positif charger ke positif aki, dan negatif charger ke negatif aki, lihat diagram dibawah. Sambung kabel positif terlebih dahulu. Kabel negatif dapat disambungkan ke bodi kendaraan, tidak harus pada terminal negatif aki.


Karena keterbatasan pada system alternator kendaraan, maka jika isi-ulang dilakukan secara rutin setiap 1-2 bulan sekali, atau saat tegangan aki turun dibawah 12.6 volt, maka dapat memperpanjang umur aki menjadi sekitar 5 tahun.

Baca juga artikel : Merawat Aki Kendaraan agar Awet dan Ekonomis


Berikut adalah detail tegangan aki dari jenis Lead-acid battery:

Sesudah diisi-ulang sampai penuh, tegangan akan turun drastis ke 13.2 volt, dan selanjutnya turun perlahan selama 12 jam ke 12.6 volt (open circuit voltage).

12.6 volt open circuit voltage adalah tegangan aki 12 jam setelah diisi-ulang sampai penuh lalu dibiarkan tanpa beban apapun (lampu, alarm kendaran, jam, dll), berat jenis air aki 1265 gram/cc. Open circuit voltage untuk aki 6 volt adalah 6.32 volt.

Saat open circuit voltage serendah 11.7 volt maka aki dianggap kosong, berat jenis air aki 1120 gram/cc. Pada aki 6 volt, akan dianggap kosong jika tegangannya 6.0 volt.

Tegangan maximal agar tidak ada produk gas dalam jumlah besar saat diisi-ulang adalah 14.4 volt (gassing voltage).

Semua tegangan diatas diukur pada suhu kamar 20 derajat Celsius atau 68 derajat Fahrenheit, dan setiap kenaikan temperatur maka tegangan harus disesuaikan sebesar -0,022 volt/derajat Celsius. Harap perhatikan koefisien temperatur yang negatif, semakin dingin maka semakin tinggi tegangan.

Untuk detail yang sesuai dengan aki anda, harap membaca spesifikasi dari produsen aki anda. Aki kering biasanya bertegangan lebih rendah dengan tegangan isi-ulang (charging voltage) 13,8 volt. Aki kering atau dry cell battery kadang disebut juga sebagai batere kering, tapi sebutan ini bisa rancu dengan batere kering alkalin yang biasa digunakan untuk senter, mainan, jam dinding, dll. Tegangan isi-ulang aki basah (lead-acid) bisa mencapai 14,4 volt.

Untuk monitor tegangan aki dapat dibaca di artikel "Indikator Tegangan Baterai Sederhana Dengan LED".

Lihat video test di kendaraan untuk penafsiran kondisi aki dan kondisi elektrik kendaraan berdasarkan tegangan, harap baca "Battery And Charging System Condition Interpretation By Voltage", artikel berbahasa Indonesia ada di bawah video di halaman tersebut.


PERHATIAN:

Jangan merokok di dekat aki, terutama saat diisi-ulang, karena gas dari dalam aki mudah menyala dan terbakar, juga dapat meledak. Air dari dalam aki bersifat asam dan sangat korosif, dapat merusak pakaian dan cat, segera siram dengan air tawar bagian yang terkena air asam.

Jangan menstarter kendaraan saat aki sedang diisi-ulang dengan adaptor atau power supply, karena alat tersebut tidak mampu menyediakan cukup arus untuk memutar dinamo starter, adaptor atau power supply dapat terbakar. Lepaskan salah satu kabel dari adaptor sebelum menstarter. Kecuali jika mengisi-ulang aki dengan battery charger yang dapat mensuplai arus yang sangat besar, bisa diatas 40 ampere, sehingga dapat digunakan untuk jump start.

Kesalahan penyambungan kabel dapat menyebabkan hubungan pendek listrik (korslet), yang mengakibatkan terbakarnya adaptor dan aki dapat meledak.

Penggunaan sekring dengan ukuran ampere yang tepat dapat mengurangi resiko terbakarnya adaptor. Ukuran sekring adalah sekitar 10% dari kapasitas aki, misal untuk aki 40AH, maka gunakan sekring 5 ampere. Untuk melindungi adaptor dan aki, sekring dipasang pada output adaptor bukan pada input, atau di antara adaptor dan aki. Sekring yang dipasang di input adaptor akan memproteksi jaringan listrik rumah jika adaptor korslet.



Monday, March 12, 2012

Vehicle Accu Maintenance For Durability and Economical Use


Battery (accumulator or just accu) serve to supply electric power to start vehicle engine. Battery power will be recharged up by alternator when engine is running.

Currently two types of batteries are available in the market, namely wet batteries and dry batteries. Wet batteries have liquid electrolyte which must be maintained in quantity. Make sure the electrolyte in wet batteries are always in between the upper level and lower level. If the liquid is low, then add distilled water, do not add battery acid. Battery acid is only added for a new battery. Distilled water is better as it is pure water and does not contain minerals that can contaminate battery cells. Distillate water can be made by trapping rain water and collect it by dust free plastic funnel and bottle, do not expose to metal as metal can react with water and lower water purity.

Distillate water can also be produced by sunlight as mentioned in article: Simple Solar Water Distiller.

If water has lower acidity, this is because water content has been settled in battery cells. Recharging the battery is an attempt to release deposit in battery cells and make it back into the water, or in other words reverse the chemical reaction of the battery. Battery generates electric current due to the acid reaction with battery cells. If the sediment is too much accumulated and for a long time in battery cells, it will be difficult to remove, so the battery should be replaced, no longer rechargeable.

Maintenance free batteries may also need top up water, but with much fewer quantity. Maintenance free batteries have a special top lid that can condense water vapor and returned it back into the battery, see photo below.



For dry cell battery, it doesnt need top up water because this battery does not contain a liquid electrolyte. It has electrolyte in paste form, not liquid, with only enough moisture in it to allow current to flow. Some are using gel (gel cell, gel battery), and some are using textile or mat to absorb electrolyte (Absorbed Glass Mat AGM). Photo below shows a type of dry cell battery, please note to the sealed top of battery, no holes at all.


Alternator as a power plant on the vehicle, serves to recharge the battery and supply electric power to run a variety of vehicle accessories, such as: the ignition system on a gasoline engine, the engine management computer system, A/C, lights, radio/tape, power windows, etc..

Alternator will work best when engine revolution above 1500 RPM. In conditions where:
• the vehicle is rarely used
• often used in traffic jam
• often used at night when head lamps are needed, less used in daytime
the engine revolution will be too low to turn alternator to supply enough power to recharge the battery. In this case, the battery need to be recharged regularly, eg once a month for about 2 hours.

Excessive accessories such as: high-power sound system, high-power head lights, lights under the vehicle as in 'Fast & Furious’ movie, etc.. Large electric power is required and it exceeds alternator power designed for that vehicles. Modification or replacement with a bigger alternator could be done. But the alternator is very expensive, and also alternator generally only works well with engine revolution above 1500 RPM. Therefore, battery power needs to be replenished regularly.

Some accessories such as alarm, radio tape, clock, GPS, use an electrical current even when engine is turned off, often called the standby current or parasitic current. So it should be considered to replace battery with a larger one if too many accessories and drawing high-power, even when standby. You can measure the use of electric current when the vehicle is turned off with ammeters. If the standby current of 2 amperes, and the battery is a 40 ampere hours (AH), then the battery will be flat after 20 hours. Most vehicle are using only about 50 milliamps when standby. Some vehicles with a complex electronic system draws about 400 milliamps when the ignition key is removed.

When the ignition key is in the Off position or removed, remove fuses one by one while monitoring the change in the ammeter reading, in order to find accessories that use a lot of current. If a large current flow through the fuse, then the ammeter reading will decrease when the fuse is disconnected. It can be done also by disconnecting the cable to accessories one by one to find the accessories with large current. Then check whether the standby currents are still in accordance with the specifications of that accessory. If the standby current is greater than specification, then there is the possibility of such a device having internal leakage.

If no ampere meter available, it can be tested by removing one battery connector and put it back. If there is a pretty big sparks when connector is disconnected or connected, there is a possibility of electrical system draws too much current. Or there is current leakage that makes the battery flat. If it gets worse, it could cause shorting.

It is necessary to recharge battery if the voltage is less than 12.6 volts. Battery with voltage about 12 volts has enought power to start the engine, but it’s lifespan will be reduced. Battery is considered fully charged when the voltage reaches 14 volts. Battery on a sedan that is usually used in the city with many traffic jams, usually last for about 1 year. After that, the battery can not be recharged anymore as it has a lot of sediment in it’s cells, so it must be replaced with a new battery. But if the battery is recharged on a regular basis when voltage drops below 12.6 volts, then battery lifespan will be much more extended, it can reach 5 years.

Currently there are many battery charger available with cheap price, even can be cheaper than the price of battery. You can use a power supply which is used by amateur radio to recharge the battery. Battery charging can be done in your garage regularly every 1-2 months, without the need to disconnect the battery from vehicle. Please note that the cheap battery charger is intended to use only to recharge battery or to replenish battery power, it doesn't have enough power or current to jump start the engine. Read more: Charging Your Vehicle Battery

Long life battery is good and economical, especially for vehicles with automatic transmission that can not be started by pushing it.

Merawat Aki Kendaraan Agar Awet dan Ekonomis


Aki (accu, accumulator) berfungsi untuk mensuplai daya listrik untuk menstarter kendaraan. Daya aki kemudian diisi-ulang (recharge) oleh pembangkit listrik (alternator) saat engine bekerja.

Saat ini tersedia 2 jenis aki di pasaran, yaitu aki basah dan aki kering. Aki basah mempunyai cairan elektrolit yang harus dijaga kuantitasnya. Pastikan cairan elektrolit pada aki basah selalu berada diantara level atas (upper) dan level bawah (lower). Jika cairan berkurang, maka tambahkan dengan air suling, bukan dengan air asam (battery acid). Air asam hanya digunakan untuk mengisi aki baru. Air aki berkurang karena penguapan. Air suling lebih baik daripada air minum karena air suling adalah air murni yang tidak mengandung mineral yang dapat mengotori sel-sel aki. Air suling dapat dibuat dengan menampung air hujan dengan menggunakan corong dan wadah penampung plastik yang bersih dari debu, jangan terkena logam karena dapat bereaksi dengan air dan membuat air tidak murni.

Air murni juga dapat dibuat dengan destilasi dengan sinar matahari sebagaimana di artikel Penyuling Air Sederhana Tenaga Surya.

Jika air aki berkurang keasamannya atau tawar, hal ini karena kandungannya sudah mengendap pada sel-sel aki. Mengisi ulang (recharge) aki adalah upaya untuk melepaskan endapan pada sel-sel aki sehingga air aki kembali asam, atau dengan kata lain membalik reaksi kimia pada aki. Aki membangkitkan arus listrik karena reaksi asam pada sel-sel aki. Jika endapan menumpuk banyak dan terlalu lama pada sel-sel aki, maka akan sulit terlepas sehingga aki harus diganti, tidak dapat diisi ulang.

Aki dari tipe maintenance free tetap membutuhkan penambahan air, tapi dengan jumlah yang jauh lebih sedikit. Aki tipe maintenance free mempunyai tutup yang dapat mengembunkan uap air dan dikembalikan ke dalam aki, lihat foto dibawah.


Untuk aki kering (dry cell), tidak perlu penambahan air karena aki ini memang tidak mengandung cairan elektrolit. Elektrolitnya berbentuk pasta, tidak cair, yang cukup lembab untuk mengalirkan arus listrik. Ada juga yang menggunakan jely (gel cell, gel battery), dan ada juga yang menggunakan sejenis textil untuk menyerap cairan eletrolit (Absorbed Glass Mat, AGM). Foto dibawah memperlihatkan aki jenis kering, perhatikan bagian atas aki yang tertutup rapat, tidak ada lubang sama sekali.


Alternator sebagai pembangkit listrik pada kendaraan, berfungsi untuk mengisi ulang aki dan mensuplai daya listrik untuk menjalankan berbagai asesoris kendaraan, seperti: sistem pengapian pada kendaraan berbahan bakar bensin, computer pada engine management system, A/C, lampu-lampu, radio/tape, power window, dll.

Alternator akan bekerja baik jika putaran engine berkisar diatas 1500 RPM. Pada kondisi dimana:
· kendaraan jarang digunakan
· sering digunakan di jalan macet
· sering digunakan di malam hari saat lampu besar dibutuhkan, kurang digunakan disiang hari maka putaran engine terlalu rendah untuk mensuplai daya alternator pembangkit listrik guna mengisi ulang aki. Untuk aki perlu diisi ulang secara teratur, misalnya setiap sebulan sekali selama 2 jam.

Asesoris berlebihan seperti: sound system berdaya tinggi, lampu besar daya tinggi, lampu di kolong kendaraan seperti pada filem ‘Fast & Furious, dll. Membutuhkan daya listrik yang besar melampaui daya alternator yang didesain untuk kendaraan yang bersangkutan. Modifikasi atau penggantian alternator dengan yang lebih besar bisa saja dilakukan. Tapi alternator harganya sangat mahal, lagi pula pada umumnya alternator hanya bekerja baik pada putaran engine diatas 1500 RPM. Sehingga aki perlu diisi ulang secara teratur.

Beberapa asesoris seperti alarm, radio tape, jam, GPS, menggunakan arus listrik walau disaat engine dimatikan, sering disebut arus standby atau arus parasitik. Jadi perlu dipertimbangkan untuk mengganti aki yang lebih besar jika asesoris terlalu banyak dan memakai daya tinggi, walau di saat standby. Anda dapat mengukur penggunaan arus listrik di saat kendaraan dimatikan dengan amperemeter. Jika arus standby sebesar 2 ampere, dan aki yang digunakan adalah 40 ampere jam (AH), maka aki akan kosong setelah 20 jam. Biasanya kendaraan hanya menggunakan arus paling banyak 50 miliampere di saat standby. Beberapa kendaraan dengan system elektronik yang komplex menarik sekitar 400 miliampere walau kunci sudah dilepas.

Saat kunci kontak di posisi Off atau dilepas, lepaskan sekring satu per satu sambil memonitor perubahan pada ammeter, guna mencari asesoris yang memakai banyak arus. Jika sekring dilalui arus yang besar, maka bacaan ammeter akan menurun saat sekring diputuskan. Bisa juga dengan memutuskan hubungan kabel ke asesoris satu per satu untuk mencari asesoris mana yang memakai arus standby paling besar. Lalu check apakah arus standby tersebut masih sesuai dengan spesifikasi asesoris tersebut. Jika arus standby lebih besar dari spesifikasi, maka ada kemungkinan alat tersebut mengalami kebocoran arus.

Jika tidak ada ampere meter maka dapat mentest dengan melepas salah satu konektor aki lalu memasangnya kembali. Jika terjadi percikan api yang cukup besar saat konektor dilepas atau dipasang, ada kemungkinan system elektrik menarik arus terlalu besar. Atau ada kebocoran arus yang membuat aki lemah. Jika bertambah parah bisa menyebabkan korslet.

Aki sudah dapat dianggap perlu diisi ulang jika tegangannya kurang dari 12.6 volt. Pada tegangan 12 volt pun aki masih mampu menstarter engine kendaraan, tapi umurnya akan berkurang. Aki dianggap penuh jika tegangannya mencapai 14 volt sesaat setelah di recharge. Aki pada sedan yang biasa dipakai di dalam kota yang sering macet, biasanya berumur sekitar 1 tahun. Selanjutnya aki tidak dapat diisi ulang lagi karena sudah banyak endapan pada selnya, sehingga harus diganti baru. Tapi jika aki tersebut diisi ulang secara teratur jika tegangannya berkurang dari 12.6 volt, maka umurnya akan jauh lebih awet, dapat mencapai 5 tahun.

Saat ini banyak tersedia battery charger yang murah, bahkan dapat lebih murah dari harga aki. Anda dapat menggunakan power supply yang biasa digunakan oleh amatir radio untuk mengisi ulang aki. Pengisian aki dapat dilakukan di garasi anda secara rutin setiap 1-2 bulan sekali, tanpa perlu melepas aki dari kendaraan. Perlu diperhatikan bahwa battery charger murah ini hanya ditujukan untuk digunakan mengisi ulang aki, dan tidak dapat mensuplai cukup daya atau arus untuk jump start.

Lebih detail di: Cara Mengisi-ulang (Recharge) Aki Kendaraan

Aki yang baik dan berumur panjang akan menguntungkan, terutama bagi kendaraan dengan transmisi automatis yang tidak dapat dihidupkan dengan didorong.

Thursday, March 8, 2012

Reduce Loss of Wheel Traction with Brake


Usually the rally driver and drifter, and also motocrosser, use brake to get sliding effect as wheels are locked and lose traction.

But what discussed in this article is to use the brake to prevent driving wheel spin freely due to slippage or loss of traction, as side effect of a component named differential. Brake is used to gain traction.

Differential in four-wheeled motor vehicles, serves to adjust wheels speed when the vehicle is cornering. Because of differences in the radius of the circle, a wheel that is outside the cornering line will spin faster than the wheel in the inside. Suppose the vehicle turned right, then the left wheel will spin faster than the wheel on the right.


Differential is only mounted on the axle that transmits engine torque to the wheels. In the rear-wheel drive system, differential is mounted on the rear axle. On front-wheel drive system, differential is mounted on middle of front wheels. For vehicle with 4 wheel drive system, differentials are mounted on the front and rear axles. Similarly to vehicle wheel with 6 wheel drive.

On wheels that do not transmit engine power, these wheels are free to run and follow direction and speed of the vehicle, so no differential is needed.

But, if one wheel that drives a vehicle slip or lose traction, then the differential will transmit engine torque to the slipping wheel. For example in a pick-up vehicle with rear-wheel drive, if rear left wheel slip in the mud, while the rear right wheel is on the asphalt. Thus, the left rear wheel will be given torque by the differential, but this wheel is slipping, so the pick-up can not move. This is not a problem if you use the differential that can give power to the wheel with best traction, for example using a Limited Slip Differential, or Locking Differential.

For rear-wheel drive vehicles, such as pick-up and bus, hand brake or parking brake can be helpful to reduce rear wheels slip. The trick is to pull the hand brake half, so that both rear wheels have about same turning load, so the differential divides engine torque to left and right wheel. Step on throttle pedal a bit deeper to ensure engine provides enough power to overcome hand brake force and to drive the vehicle. Release the hand brake when the vehicle is moving normally. If the handbrake is pulled too much, then there is the possibility of engine shut off as not being able to overcome hand brake braking force and vehicle load.

For front-wheel drive vehicles, such as sedan, if one of the front wheels lose traction, then it can be helped by pressing the brake pedal half. Do not press the brake pedal too much that make the engine not able to overcome braking force.

This trick to reduce the loss of traction by using brake is very good for rear-wheel drive vehicle, because it simply by activating the parking brake half, and parking brake only works on rear wheels. While front wheels can turn freely and do not increase the engine load.

On front-wheel drive vehicles, this method is somewhat more difficult to apply. Because the risk of using the foot brake will lock all wheels. But if both rear wheels are also slipping, then the risk of engine lack of power as wheel locking is lower.

This driving technique can be applied when the driving wheel is slipping in the mud, sand, gravel, snow, grass,or wheel is lifted and drifted due to the uneven road. It would be better if this technique is done gently, because sudden movements can make tires lose grip. If wheel slippage is not because it is lifted such as tire sinking in the mud, the reduction in tire inflation pressure can help to increase traction, as wider tire contact surface will reduce tire surface pressure on to slippery ground or mud. Can be applied to manual transmission and automatic transmission (if the parking brake can be applied when the accelerator pedal is pressed on 1st or Drive position).

You can prove this technique without the need to wait for your vehicle to slip. Procedure: jack the driving wheels, eg on the rear-wheel drive pick-up, jack the two rear wheels so that both wheels are no longer touching the ground or floating. Make sure both the front wheels properly blocked by wheel chocks to ensure the vehicle won’t move. Have someone to start the engine, then use the first gear to turn two floating rear wheels. Hold one of rear wheels with your hand, if the differential works well then you can easily stop a spinning rear wheel, and the differential will transfer torque to the wheel that are free and rotate it two times faster. Then, ask your friend to apply the parking brake a half while stepping on the accelerator pedal to increase engine torque to overcome braking force. Now try to hold one of those floating driving wheels, it will be very difficult to stop even impossible. Both wheels continue to rotate together even though you try to stop one of the driving wheels. Note: this procedure is only for standard differential, not for Limited Slip differential, ensure your safety before you perform this procedure.

For front-wheel drive, you have to jack up both front wheels to float. Perform the same procedure as above, but apply a half foot brake in order to make both front wheels continue to rotate together although you hold one of those front wheels as you try to stop it.

Traction Control System (TCS) or Anti-slip Regulation (ASR) are using the same principle, applying brake on slipping wheel to maintain traction and it is done automatically by computer. It is applied by Mercedes Benz, BMW, General Motors, etc.

Mengurangi Roda Kehilangan Traksi dengan Rem


Biasanya para pembalap rally dan drifter, juga motocrosser, memanfaatkan rem untuk mendapatkan efek menggelincir (sliding) karena roda terkunci dan kehilangan traksi.

Tapi pada artikel ini yang dibahas adalah memanfaatkan rem untuk mencegah roda penggerak berputar bebas karena selip atau kehilangan traksi, karena efek samping dari komponen bernama diferential. Rem justru dimanfaatkan untuk mendapatkan traksi.

Diferential pada kendaraan roda empat atau lebih, berfungsi untuk menyesuaikan putaran roda saat kendaraan menikung. Karena perbedaan jari-jari lingkaran tikungan, roda yang berada diluar garis lingkaran tikungan akan berputar lebih cepat dari roda yang berada di dalam garis lingkaran tikungan. Misal kendaraan berbelok ke kanan, maka roda di sebelah kiri akan berputar lebih cepat dari pada roda disebelah kanan.


Diferential hanya terpasang pada as roda yang mentransmisikan daya putar engine ke roda. Pada sistem penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive), maka diferential terpasang pada roda belakang. Pada sistem penggerak roda depan (Front Wheel Drive), maka diferential terpasang diantara roda-roda depan. Pada kendaraan yang berpenggerak 4 roda (4 Wheel Drive), maka diferential terpasang pada roda depan dan belakang. Demikian juga untuk kendaraan berpenggerak 6 roda (6 Wheel Drive).

Pada roda yang tidak mentransmisikan daya putaran engine, maka roda bebas bergerak sendiri mengikuti arah dan kecepatan kendaraan, sehingga tidak diperlukan diferential.

Tapi, jika salah satu roda yang menggerakkan kendaraan selip atau kehilangan traksi, maka diferential akan memberi putaran ke roda yang selip. Misal pada suatu kendaraan pick-up berpenggerak roda belakang, jika roda kiri belakang masuk ke dalam lumpur, sedangkan roda kanan belakang berada diatas aspal. Maka, roda kiri belakang akan diberi putaran oleh diferential, padahal roda ini selip, sehingga pick-up tersebut tidak bisa jalan. Hal ini tidak masalah jika menggunakan diferential yang dapat memberi daya putaran ke roda yang tidak selip, misal menggunakan Limited Slip Differential, atau Locking Differential.

Untuk kendaraan berpenggerak roda belakang, seperti pick-up dan bus, rem tangan atau rem parkir dapat membantu, jika salah satu roda belakang selip. Caranya dengan menarik rem tangan setengah, agar kedua roda belakang mendapat beban putar yang hampir sama, sehingga diferential membagi putaran ke roda kiri dan kanan. Tekan pedal gas agak lebih dalam agar engine tidak mati dan memberikan cukup daya untuk melawan gaya rem tangan dan menggerakkan kendaraan. Bebaskan rem tangan saat kendaraan bergerak normal kembali. Jika rem tangan ditarik terlalu banyak, maka ada kemungkinan engine akan mati karena tidak mampu melawan gaya pengereman rem tangan dan beban kendaraan.

Untuk kendaraan berpenggerak roda depan, seperti sedan, jika salah satu roda depan kehilangan traksi, maka dapat dibantu dengan menekan pedal rem kaki setengah. Jangan menekan pedal rem kaki terlalu banyak sehingga daya engine tidak mampu melawan gaya rem.

Cara mengurangi kehilangan traksi dengan menggunakan rem ini sangat baik untuk kendaraan berpenggerak roda belakang, karena cukup dengan mengaktifkan rem tangan setengah, dan rem tangan hanya bekerja pada roda belakang. Sedangkan roda depan berputar bebas dan tidak menghambat atau menambah beban engine.

Pada kendaraan berpenggerak roda depan, cara ini agak lebih sulit diaplikasikan, karena menggunakan rem kaki yang beresiko mengunci semua roda. Tapi jika kedua roda belakang juga selip, maka risiko beban engine bertambah karena roda terkunci akan lebih rendah.

Teknik mengemudi ini dapat diaplikasikan jika roda penggerak selip di lumpur, pasir, kerikil, salju, rumput, ataupun roda terangkat dan melayang karena jalan yang tidak rata. Akan lebih baik jika dilakukan dengan halus, karena gerakan mendadak dapat membuat ban kehilangan cengkeraman. Jika roda selip bukan karena terangkat seperti terendam lumpur, maka pengurangan tekanan ban dapat membantu menambah traksi karena permukaan tapak ban jadi lebih lebar sehingga tekanan ban pada lumpur jadi lebih ringan. Dapat diterapkan pada transmisi manual dan transmisi automatis (jika rem parkir dapat difungsikan saat pedal gas ditekan pada posisi gigi 1 atau Drive).

Anda bisa membuktikan teknik ini tanpa perlu menunggu kendaraan anda selip. Caranya: dongkrak kedua roda penggerak, misal pada pick-up berpenggerak roda belakang, maka dongkraklah ke dua roda belakang agar kedua roda tersebut tidak lagi menyentuh tanah atau melayang. Pastikan kedua roda depan terganjal baik agar kendaraan tidak bergerak. Minta bantuan seseorang untuk menghidupkan engine, lalu gunakan gigi 1 agar kedua roda belakang yang melayang tersebut diputar engine. Tahan salah satu roda belakang dengan tangan, jika diferential bekerja baik maka anda dapat dengan mudah menghentikan roda yang berputar, dan diferential akan memindahkan torsi ke roda yang bebas sehingga berputar 2 kali lebih cepat. Lalu, minta teman anda mengaktifkan rem parkir setengah sambil menambah pijakan pedal gas agar engine mampu melawan gaya rem. Sekarang coba tahan lagi salah satu roda penggerak yang melayang tersebut, akan sangat sulit menghentikannya bahkan mustahil. Kedua roda terus bergerak bersama-sama walau salah satu roda dicoba ditahan. Catatan: prosedur ini hanya berlaku untuk diferensial biasa, tidak untuk Limited Slip diferensial, pastikan keselamatan anda sebelum melakukan prosedur ini.

Untuk penggerak roda depan, anda harus mendongkrak kedua roda depan hingga melayang. Lakukan prosedur yang sama seperti diatas, tapi menginjak rem kaki setengah agar kedua roda depan terus bergerak bersama-sama walau dicoba ditahan.

Traction Control System (TCS) atau Anti-slip Regulation (ASR) menggunakan prinsip yang sama, yaitu mengerem roda yang selip untuk menjaga traksi dan dilakukan secara otomatis dengan komputer. Diterapkan oleh Mercedes Benz, BMW, General Motors, dll.

Tuesday, March 6, 2012

Thailand Pattaya Beach scenery

I just read news that Don Muang airport in Bangkok, Thailand, is now operating normally after 4 months closed due to big flood. I remember my trip to Pattaya. Photos below are showing Pattaya beach, with Jomtiensainueng road / Jomtien Beach road.

Flood from Chao Phraya river killed about 600 people. It was the worst flood in 50 years, inundated 60 regions of total 77 provinces in Thailand. Thailand economic growth was fallen to 0.1% in 2011, estimated before flood was 4.1 %. Some analysts forecast Thailand economy will grow 4.5% in 2012. This is a good news for economic strength in ASEAN regional.

Below are photos of scenery view from 11th flool of JOMTIEN PALM BEACH HOTEL PATTAYA, 408 Moo 12, Jomtien Beach Road,Pattaya City, Chon Buri 20250, Thailand. Hotel swimming pool with blue water, detail can be seen in here,