Sunday, January 15, 2012

Teknik Menghentikan Mobil Saat Rem Blong


Salah satu prosedur standard sebelum menghidupkan kendaraan adalah menginjak rem, memastikan perseneling di posisi netral, hal ini berguna untuk mencheck kondisi rem sambil memastikan kendaraan tidak bergerak saat distarter. Tapi sering kali kita baru mengetahui bahwa rem tidak berfungsi dengan baik justru disaat kita sedang menjalankan kendaraan.

Biasanya rem tidak langsung seketika blong. Jika terjadi kebocoran minyak rem pada rem depan, maka rem di kedua roda di belakang masih dapat difungsikan walau tidak terlalu pakem. Demikian pula jika rem belakang terjadi kebocoran, rem pada kedua roda depan masih berfungsi walau tidak terlalu baik. Hal ini karena sistem rem depan dan rem belakang tidak menyatu. Walau master cylinder rem depan dan rem belakang menyatu, tapi pistonnya berbeda, sehingga jika rem depan atau rem belakang bocor, kehilangan tekanan hidrolik rem tidak terjadi seketika atau sekaligus.

Ada juga sistem yang mempunyai sistem hidrolik diagonal, dimana rem depan kanan mempunyai sistem hidrolik yang sama dengan rem belakang kiri, dan rem depan kiri menggunakan sistem hidrolik yang sama dengan rem belakang kanan. Sehingga jika terjadi kebocoran pada sistem hidrolik rem di roda depan kanan, maka rem depan kiri dan rem belakang kanan masih dapat digunakan untuk menghentikan kendaraan sesegera mungkin.

Beberapa kendaraan memiliki rem yang mempunyai sistem hidrolik ganda, dimana sistem hidrolik yang satu benar-benar terpisah atau independen terhadap sistem hidrolik yang lain. Setiap sistem mengoperasikan rem di tiga buah roda, dua roda depan dan satu roda belakang, seperti dua buah segitiga. Sehingga jika rem di satu roda tidak bekerja baik maka ketiga roda lainnya masih tetap bekerja baik untuk segera menghentikan kendaraan.

Jika sistem hidrolik rem bocor, pedal akan terasa lunak dan langkah pedal menjadi panjang atau rem jadi dalam. Jika sudah parah maka pedal bisa diinjak sampai kandas ke lantai. Biasanya dengan memompa pedal beberapa kali, rem akan kembali bekerja untuk sementara.

Jika mekanisme pedal tersangkut, maka rem terasa keras saat diinjak dan langkah pedal jadi pendek.


Rem Tromol
Pada kendaraan dengan semua rodanya menggunakan rem tromol, seperti pada truck, maka rem akan menjadi kurang pakem saat kendaraan melewati genangan air. Hal ini karena lapisan air terjebak dibagian dalam tromol. Untuk menghilangkan lapisan air ini, maka jalankan kendaraan dengan rem diinjak setengah. Panas akibat gesekan sepatu rem dengan tromol akan menguapkan lapisan air dalam tromol. Lepaskan pedal rem jika rem sudah terasa pakem lagi.

Bisa juga rem diinjak setengah sebelum dan selama memasuki genangan air, tapi tambahan beban akibat genangan air dan rem yang diinjak setengah akan menyebabkan engine mati saat posisi kendaraan di dalam genangan air. Akan sulit menstart engine jika kendaraan terjebak genangan air karena sistem elektrik yang basah, terutama pada kendaraan berbahan bakar bensin.

Jika mengaktifkan rem parkir / rem tangan setengah, sesaat sebelum memasuki dan saat melewati genangan air, maka beban kendaraan tidak terlalu berat seperti jika rem diinjak. Tapi hanya rem belakang yang kering, sedangkan rem depan basah. Sehingga jika dilakukan pengereman, akan ada resiko roda belakang selip dan bagian belakang kendaraan bergerak ke kiri atau ke kanan (sliding). Jika roda belakang selip, maka sedikit gerakan setir akan membuat kendaraan berbelok lebih tajam dari seharusnya (oversteer).

Pada rem cakram lapisan air terlempar keluar karena gaya sentrifugal saat roda berputar, maka rem akan kering dengan sendirinya.


Rem Blong pada Kecepatan Tinggi
Bila anda merasa bahwa rem tidak bekerja sebagaimana biasanya, maka segeralah hentikan kendaraan. Demi keselamatan anda dan orang lain, jangan coba-coba berjudi dengan rem, lebih baik kendaraan anda mogok tidak bisa dijalankan, daripada anda ngebut dengan kendaraan yang remnya blong.

Tapi bagaimana jika kendaraan sedang berjalan kencang dan kemudian diketahui rem tidak bekerja normal??

Sebagaimana pada situasi darurat apapun, prosedur paling utama adalah jangan panik.


Tanda Bahaya
Nyalakan lampu hazard. Perlu diingat, saat lampu hazard menyala maka lampu belok atau lampu sein (sign, turn light) tidak bekerja. Jadi jika anda perlu memberitahu pengendara lain arah yang anda tuju, maka matikan lampu hazard agar lampu belok bekerja sehingga pengendara lain tahu bahwa anda akan berbelok.

Bunyikan klakson jika anda harus meminta jalan dari kendaraan di depan, mengedipkan lampu jauh / lampu besar juga dapat membantu. Bunyi klakson, kedipan lampu besar, dan lampu hazard biasanya sudah cukup untuk membuat pengendara lain mengerti bahwa anda dalam situasi darurat.


Rem dengan Kompresi
Turunkan perseneling secara bertahap sambil melepas pedal gas, dari 5 ke 4 ke 3 ke 2 dan terakhir 1. Sehingga kecepatan kendaraan menurun karena tekanan kompresi (engine brake).

Penurunan preseneling yang tidak bertahap akan sulit dilakukan, misal dari 5 langsung ke 1, karena selisih kecepatan roda gigi yang terlalu berbeda, maka roda-roda gigi akan sulit mengait. Anda akan membuang waktu yang sangat berharga hanya untuk berusaha menurunkan perseneling dari 5 langsung ke 1. Dan akan menyebabkan kerusakan pada mekanisme kendaraan. Penurunan persnelling yang tidak bertahap dapat menyebabkan engine overspeed, atau putaran engine melampaui batasnya. Overspeed pada diesel engine dapat menyebabkan piston pecah, connecting rod menghantam cylinder sehingga dapat membuat engine pecah. Perhatikan tachometer atau RPM meter untuk memastikan putaran engine masih dalam batas aman.

Pada kendaraan dengan penggerak roda belakang (rear wheel drive), penurunan perseneling yang tidak bertahap dapat menyebabkan roda belakang selip, sehingga bagian belakang kendaraan selip dan sulit dikendalikan. Jika roda belakang selip, maka sedikit gerakan setir akan membuat kendaraan berbelok lebih tajam dari seharusnya (oversteer).

Pada kendaraan dengan penggerak roda depan (front wheel drive), penurunan perseneling yang tidak bertahap dapat menyebabkan roda depan selip. Jika roda depan selip, maka kendaraan cenderung bergerak lurus dan sulit dibelokkan walau setir diputar lebih banyak dari seharusnya (understeer).

Untuk kendaraan dengan transmisi otomatis, biasanya tuas perseneling dapat langsung dipindahkan dari Drive ke 1, kontrol tansmisi akan menurunkan gigi secara otomatis dan bertahap. Tapi harus tetap mempertimbangkan efek selip roda sebagaimana dijelaskan diatas (oversteer dan understeer), terutama jika jalan licin.


Rem Tangan atau Rem Parkir
Rem tangan atau rem parkir dapat digunakan untuk memperlambat kendaraan. Perlu diperhatikan agar jangan gunakan rem tangan sampai roda belakang terkunci dan selip. Karena dapat menyebabkan oversteer, baik pada kendaraan berpenggerak roda depan, maupun pada kendaraan berpenggerak roda belakang.


Cruise Control
Cruise control, kadang disebut juga: autocruise, speed control, tempomat; adalah alat untuk menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil secara otomatis pada kecepatan yang disetel oleh pengemudi, walau pedal gas tidak diinjak saat kendaraan melaju di jalan lurus seperti di jalan tol. Jika kendaraan anda dilengkapi cruise control, pastikan cruise control dalam posisi mati (off). Biasanya cruise control akan langsung mati jika pedal rem atau pedal kopling diinjak, tapi sebaiknya dipastikan switch nya benar-benar pada posisi mati.


Retarder, Jake Brake (Jacobs Brake)
Beberapa kendaraan seperti truck, dilengkapi dengan retarder yaitu suatu alat untuk memperlambat kendaraan yang terpasang pada transmisi. Biasanya retarder digunakan di jalan menurun, dimana penggunaan rem yang terlalu lama akan menyebabkan rem jadi panas. Retarder dapat digunakan dalam waktu lama seperti saat menuruni gunung. Efektifitas retarder menurun pada kecepatan rendah, karena retarder adalah seperti sudu-sudu fan yang berputar dan putarannya dihambat dalam rendaman olie. Beberapa kendaraan ada yang menggunakan elektromagnet retarder. Retarder dapat mencegah engine overspeed jika memperlambat kendaraan dengan kompresi engine.

Kendaraan dengan diesel engine ada yang dilengkapi dengan jake brake, yaitu memperlambat kendaraan dengan kompresi (engine) dan putaran engine diperlambat oleh jake brake. Jake brake adalah suatu mekanisme katup buang (exhaust valve) yang membocorkan kompresi di saat piston mengakhiri langkah kompresi, agar udara yang terkumpul dan bertekanan tinggi saat kompresi, tidak menekan piston ke bawah saat langkah kompresi engine selesai. Tanpa jake brake maka udara kompresi akan beraksi seperti pegas yang menekan piston ke bawah setelah piston melakukan langkah kompresi. Maka dengan jake brake perlambatan dengan kompresi engine bisa lebih effektif.

Gunakan retarder dan jake brake jika kendaraan anda diperlengkapi dengan kedua alat tersebut.


Manfaatkan Bahu Jalan
Jalan dengan bahu yang mempunyai kerikil atau pasir, dapat dimanfaatkan untuk memperlambat kendaraan. Arahkan kendaraan anda ke bahu jalan tersebut. Pada sirkuit balap biasa disebut sebagai jebakan kerikil (gravel trap).


Bahu jalan seperti gambar diatas, dengan rumput, ilalang, dan semak-semak juga dapat memperlambat laju kendaraan. Sebaiknya ilalang dan semak-semak tidak terlalu tinggi, maximal setinggi lantai kendaraan atau sekitar 15 cm untuk sedan. Untuk kendaraan tinggi seperti jip dan truk, maka semak-semak atau ilalangnya boleh lebih tinggi. Pertimbangan ini karena kita tidak bisa melihat jelas benda-benda yang ada di balik ilalang dan semak-semak tersebut. Bisa saja ada batu besar atau selokan yang dapat menyebabkan kerusakan parah, bahkan kendaraan bisa terbalik jika terjebak selokan saat kecepatan tinggi.

Setelah kendaraan berhenti sempurna, check rem anda. Jika memang tidak bisa diperbaiki ditempat, maka sebaiknya kendaraan anda diderek saja. Jika rem tangan tidak bisa difungsikan maka dapat menggunakan perseneling gigi 1 untuk mencegah kendaraan meluncur saat diparkir. Tapi jika parkir di tempat miring ada kemungkinan kompresi engine tidak mampu menahan kendaraan meluncur, jadi tambahkan dua ganjal roda agar kendaraan tidak meluncur ke depan atau ke belakang.


Ingat: Jangan Berjudi Dengan Rem.


No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site