Tuesday, November 29, 2011

Roof for a High Additional Building at Backyard



If you are planning to add two storeys building on the back of your house, maybe some following roof designs could help.


The above sketch is the original house with an empty space at backyard, the backyard is on the right side of that house sketch, the front of the house is to the left of sketch.



Two storeys building is built at the back of the house. There is a water channel in the middle that holds the water from the roof of the second level and some water from the roof of the original house. The original roof tends to leak because the water falling from the second roof. It needs water channel at the back of the second roof so that water does not fall into the neighbor's yard. These designs are often chosen, but this design has a high risk of leakage and not economical.


Storey building with 
eternit roof, it is gray lines on the sketchThis design does not need a water channel on the second level. Water from the roof of the second level are all channeled to the front, and gathered at the water line in the original house. The back of the original house roof is using eternit in order to reduce splashed water from the second level roof.


This is the best design in my opinion. Using eternit for storey building, the water from the roof of this second level is fallen forward, so no need water channel at the back. The roof truss of the original house is modified, so that the upper end is attached to the roof of second level. The original house roof can use metal tile to add beauty. In this design there is absolutely no water channel needed, thus less likely to leak and save on development cost and maintenance cost. You can raise the ceiling in the original house to get a bigger volume of room insideYou can also make room in the attic of original house, but must consider the weight of materials and goods that filled inside the attic room, except if the foundation and pillar of the original house are strengthened. Window or ventilation for second floor can be added in space between upper and lower roof. 

Do not forget to check roof pitch to minimize risk of water leaks.


House with rain water falling to the front side will be look like the very top picture.




Atap Bangunan Bertingkat di Belakang Rumah



Jika anda bermaksud menambah bangunan bertingkat di bagian belakang rumah anda, mungkin beberapa sketsa desain atap berikut ini dapat membantu.


Gambar diatas adalah sketsa tampak samping bentuk rumah asli, dengan halaman belakang yang masih kosong pada gambar di sebelah kanan rumah, bagian depan rumah di sebelah kiri gambar.



Pada gambar diatas terlihat tampak samping rumah jika ditambah bangunan bertingkat dibagian belakang rumah. Tampak adanya saluran air di bagian tengah yang menampung air dari atap tingkat kedua dan sebagian air dari atap rumah asli. Atap rumah asli cenderung bocor karena kejatuhan air dari atap tingkat kedua. Dibutuhkan saluran air di belakang tingkat kedua agar air tidak jatuh ke halaman tetangga. Desain seperti ini sering dipilih, padahal desain ini mempunyai resiko kebocoran yang tinggi dan tidak ekonomis.


Bangunan bertingkat dengan atap asbes gelombang, digambarkan sebagai garis abu-abu. Pada desain ini tidak perlu adanya saluran air pada tingkat kedua. Air dari atap tingkat kedua semuanya dialirkan ke bagian depan, dan berkumpul pada saluran air di rumah asli. Bagian belakang atap rumah asli menggunakan asbes gelombang agar mengurangi tempias akibat kejatuhan air dari atap tingkat kedua.



 Desain yang ini menurut saya paling bagus. Atap bangunan belakang menggunakan asbes gelombang, air dari atap ini dibuang ke depan semuanya sehingga tidak perlu saluran air. Atap dari rumah asli dirubah rangkanya, sehingga ujung bagian atas atap menempel pada bangunan tingkat dua di belakang. Atap rumah asli dapat menggunakan genteng metal untuk menambah keindahan. Pada desain ini sama sekali tidak ada saluran air, sehingga kecil kemungkinan bocor dan menghemat biaya pembangunan dan pemeliharaan. Anda dapat menaikkan plafon di rumah asli agar menjadi lebih luas. Dapat juga membuat ruangan di loteng rumah asli, tapi harus dipertimbangkan berat material dan barang yang diisi ke ruangan tersebut, kecuali jika pondasi dan tiang pada rumah asli diperkuat. Diantara atap bagian depan dan atap bagian belakang, dapat disisipkan jendela atau ventilasi untuk ruangan ditingkat kedua.

Jangan lupa check kemiringan atap untuk mengurangi resiko kebocoran.

Rumah dengan atap yang membuang air ke depan akan tampak seperti gambar paling atas.


Monday, November 28, 2011

Roof Pitch or Slope


In tropics area where high rainfall and strong winds like Indonesia, the roof of the house must be designed and calculated to drain water easily. In some areas with low rainfall, it tends to have a less steep of roof pitch.


For snowy areas, the roof must be able to withstand the weight of snow that piled up and sloped enough so that snow can fall easily.


The pitch of the tile roof is 30-40 degrees

Too steep will make complecated installation and the tiles will be fallen, and not easy to climb. Less steep would cause the rain water splashed, especially when heavy rain and wind with the wind direction right from the front of the roof. The angle can be a bit more lower if tile is wider and longer. If you want a steeper angle then you should use a metal roof which is screwed into a light steel frame to avoid tile falls easily.


Zinc roof and eternit have pich angle of 10-40 degrees

Too steep will complicate installation, the longer the eternit or zinc, less pitch angle is allowed. Zinc and eternit have a tighter joint than tile, so less likely to leak. Eternit are quite economical, less heat conductivity, and not noisy when raining like zinc roof, so it is quite popular. Eternit has longer lifespan than zinc roof. Eternit can be painted for better look with exterior paint or roof paint.


Metal tile roof with 15-35 degrees of pitch angle

Metal tile roof and lightweight steel trusses are very popular today. Metal tile and lightweight steel trusses theoretically will not rust and damage by age, except when hit by heavy objects, blown by hurricanes and other disasters. This roof can be easily constructed, and economical. Unlike wooden roof truss that is not easy to built and vulnerable by termites. Metal tile roof can be fastened with screws to avoid open easily, or fallen if the pitch angle is too steep. A wide selection of tiles and colors are available in the market. Therefore, the roof is becoming very popular today.



How to measure roof pitch

An easy way to measure the roof pitch angle is to measure the horizontal distance (x) and vertical distance (y) of the roof, then use tangensial formula to determine angle.



Example 1:
horizontal length of the roof from the lowest point to highest point is x = 5 meters
vertical length of the roof from the lowest point to highest point is y = 3 meters

Tan = y / x = 3 / 5
Roof pitch angle = ATAN (3 / 5) = 30.95 degrees

Example 2:
horizontal length of the roof from the lowest point to highest point is x = 4 meters
vertical length of the roof from the lowest point to highest point is y = 3 meters

Tan = y / x = 3 / 4
Roof slope angle = ATAN (3 / 4) = 36.86 degrees

Example 3:
horizontal length of the roof from the lowest point to highest point is x = 4 meters
vertical length of the roof from the lowest point to highest point is y = 1 meters

Tan = y / x = 1 / 4
Roof slope angle = ATAN (1 / 4) = 14.03 degrees


Roof Pitch Degree


x
y
Pitch
in meters
Degree
2
1
27
2
2
45
2
3
56
3
1
18
3
2
34
3
3
45
4
1
14
4
2
27
4
3
37
5
1
11
5
2
22
5
3
31

Sudut kemiringan atap rumah

Untuk daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi dan disertai angin yang kuat seperti di Indonesia, maka atap rumah harus memperhitungkan teknik mengalirkan air hujan yang baik. Di beberapa daerah dengan curah hujan rendah, cenderung mempunyai atap rumah yang lebih landai.





Untuk daerah yang bersalju, maka atap rumah harus mampu menahan berat salju yang menumpuk dan mempunyai kemiringan yang cukup agar salju dapat turun dan tidak terlalu banyak menumpuk.

Sudut kemiringan atap genteng 30 – 40 derajat.
Terlalu miring akan menyulitkan pemasangan dan dapat membuat genteng melorot dan sulit dipanjat. Kurang miring akan menyebabkan air hujan tempias, terutama saat hujang angin dengan arah angin tepat dari depan atap genteng. Sudut dapat sedikit lebih landai jika genteng lebih lebar dan lebih panjang. Jika ingin sudut yang lebih curam maka sebaiknya menggunakan genteng metal yang disekrup ke rangka baja ringan agar tidak mudah melorot.

Sudut kemiringan atap seng dan asbes gelombang atau eternit 10-40 derajat
Terlalu miring akan menyulitkan pemasangan. Semakin panjang asbes gelombang yang digunakan semakin landai sudut yang diperbolehkan. Seng dan asbes gelombang mempunyai sambungan yang lebih rapat dari genteng, sehingga lebih sedikit kemungkinan bocor. Asbes gelombang cukup ekonomis, sedikit menghantar panas, dan tidak berisik di saat hujan sebagaimana seng, sehingga cukup populer. Asbes gelombang juga lebih panjang umurnya dibanding seng. Agar tampak lebih menarik, asbes gelombang dapat dicat dengan cat exterior atau cat khusus untuk atap.

Genteng metal dengan 15-35 derajat sudut kemiringan

Genteng metal dan rangka baja ringan saat ini sangat populer. Genteng metal dan rangka baja ringan secara teoritis tidak akan berkarat dan rusak dimakan usia, kecuali jika tertimpa benda berat, tertiup angin topan, dan bencana lainnya. Atap jenis ini juga mudah dibangun, dan ekonomis. Tidak seperti rangka atap kayu yang sulit dibangun dan mudah dimakan rayap. Dapat diikat dengan sekrup agar tidak mudah menganga, atau melorot jika sudut kemiringan terlalu curam. Berbagai pilihan model genteng dan warnanya tersedia di pasaran. Oleh karena itu atap ini menjadi sangat populer saat ini.  






Cara mudah mengukur sudut atap 
Adalah dengan mengukur jarak horizontal (x) dan jarak vertikal (y) dari atap, lalu menggunakan rumus tangensial untuk menentukan sudutnya.



Contoh 1:
panjang horizontal ujung atap dari titik terendah ke titik tertinggi adalah x = 5 meter dan panjang vertikal ujung atap dari titik terendah ke titik tertinggi adalah y = 3 meter

Tan = y / x = 3 / 5
Sudut kemiringan atap = Atan (3 / 5) = 30,95 derajat

Contoh 2:
panjang horizontal ujung atap dari titik terendah ke titik tertinggi adalah x = 4 meter dan panjang vertikal ujung atap dari titik terendah ke titik tertinggi adalah y = 3 meter

Tan = y / x = 3 / 4
Sudut kemiringan atap = Atan (3 / 4) = 36,86 derajat

Contoh 3:
panjang horizontal ujung atap dari titik terendah ke titik tertinggi adalah x = 4 meter panjang vertikal ujung atap dari titik terendah ke titik tertinggi adalah y = 1 meter

Tan = y / x = 1 / 4
Sudut kemiringan atap = Atan (1 / 4) = 14,03 derajat



Tabel Sudut Kemiringan Atap



x
y
Derajat
meter
2
1
27
2
2
45
2
3
56
3
1
18
3
2
34
3
3
45
4
1
14
4
2
27
4
3
37
5
1
11
5
2
22
5
3
31

Sunday, November 27, 2011

G-20 stocks all red, Jakarta the highest percentage


All G-20 stocks are in red on the last week of November. Jakarta is the highest in percentage, followed by US and South Africa. It is only about a month to finish 2011, but no good sentiment yet, market are still pressurezed by Euro debt crisis. It will be a taft situation for year end rally.


G-20 COUNTRIES STOCK INDEX YEAR TO DATE NOV-25, 2011
NO
G-20 MEMBER
INDEX
PRICE
GROWTH
Last day of Dec 2010
Fri Nov 25, 11
%
1
 European Union
EURO STOXX 50
2,792.82
2,111.26
-24
2
 United States
DOW
11,577.51
11,231.94
-3
3
 China
SSEC
2,808.80
2,380.22
-15
4
 Japan
N225
10,228.92
8,160.01
-20
5
 Germany
DAX
6,914.19
5,492.87
-21
6
 France
CAC 40
3,804.78
2,856.97
-25
7
 United Kingdom
FTSE 100
5,971.00
5,164.65
-14
8
 Brazil
BOVESPA
69,304.81
54,894.49
-21
9
 Italy
FTSE Italia All-Share
20,935.64
14,688.75
-30
10
 Canada
S&P/TSX Composite
13,443.22
11,462.10
-15
11
 India
BSE 30
20,025.42
15,695.43
-22
12
 Russia
RTSI
1,770.28
1,413.18
-20
13
 Australia
AOI
4,846.90
4,057.60
-16
14
 Mexico
IPC
38,550.79
34,573.00
-10
15
 South Korea
Seoul Composite
2,051.00
1,776.40
-13
16
 Turkey
Istanbul SE National 100
66,004.48
51,071.22
-23
17
 Indonesia
IHSG
3,703.51
3,637.19
-2
18
 Saudi Arabia
Tadawul All Share
6,620.75
6,047.91
-9
19
 Argentina
MerVal
3,523.59
2,426.00
-31
20
 South Africa
JSE All Share
32,118.89
31,124.00
-3
Sorted by GDP biggest
Average percentage
-17