Tuesday, November 22, 2011

Harapan di Tengah Krisis Ekonomi Global di 2012


Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5 persen diprediksi dapat dicapai di tahun 2011. Walau ada krisis utang di Eropa yang menyebabkan gejolak ekonomi dunia. Demikian pendapat ekonom HSBC untuk India dan ASEAN Leif Lybecker Eskesen. Berita dari Kementrian Keuangan

Menurut Eskesen, walau terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi 6,4 persen masih dapat dicapai, dan Indonesia masih berpeluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Walau terjadi krisis ekonomi global, tapi Eskesen menilai Indonesia masih bisa bertahan terhadap efek krisis ekonomi global, karena Indonesia mengandalkan ekonomi domestik, tidak terlalu bergantung pada ekspor dan impor.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi, maka dibutuhkan sejumlah persiapan, antara lain kondisi yang mendukung investasi. Salah satunya dengan membuat sistem birokrasi yang sederhana namun effisien.

Penegakan hukum juga patut dijadikan prioritas, sehingga akan meningkatkan kepercayaan dari para investor dari dalam negeri dan dari luar negeri. Saat ini Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI) sedang gencar-gencarnya melirik Indonesia, karena situasi di Amerika dan Eropa yang masih dibayangi masalah utang menjadi kendala investasi.

Dengan mengandalkan konsumsi domestik dan investasi swasta termasuk Penanaman Modal Asing, yang dilindungi dengan payung hukum dan birokrasi yang effisien, serta didukung oleh infrastruktur yang dibangun pemerintah, maka diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6,7 persen, bahkan bisa lebih tinggi dapat dicapai di tahun 2012. Dan tentu saja stabilitas regional yang baik diantara negara-negara ASEAN juga menjadi faktor pendukung yang sangat kuat.

Lihat juga Perekonomian Nusantara zaman: Sriwijaya, Majapahit, Indonesia

No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site