Tuesday, October 18, 2011

Sepeda dan komponen-komponen utama permesinan


Sepeda adalah suatu kendaraan yang dapat mencapai kecepatan cukup tinggi, dapat membawa beban cukup berat, dengan hanya menggunakan tenaga pengendaranya, tanpa polusi dan menyehatkan pengendaranya.

Sepeda saat ini masih sangat digemari walau kendaraan bermotor roda dua dan roda empat sudah menjamur. Sepeda dapat dengan mudah dimodifikasi untuk berbagai keperluan. Sepeda saat ini sudah berkembang dengan teknologi cukup canggih. Berat sepeda dapat dikurangi hingga kurang dari 8 kg, malah sudah ada yang mengklaim berhasil memfabrikasi sepeda dengan berat di bawah 6 kg.

Effesiensi mekanisnya juga meningkat, diklaim mampu mencapai 99%, ini berarti dari 100 watt daya pedal dari pengendara biasa (bukan pembalap), 99 watt menjadi gerakan sepeda. Rekor dunia kecepatan tertinggi saat ini sudah mencapai lebih dari 130 km/jam dengan menggunakan perangkat aerodinamis yang sangat bagus. Bayangkan jika anda sendiri yang mengendarai sepeda dengan kecepatan 130 km/jam, kecepatan tinggi dengan tenaga sendiri dari kedua paha anda.

Lebih detail tentang kecepatan tertinggi bersepeda, harap lihat disini.

Sepeda mempunyai komponen-komponen dasar pada teknik mesin seperti: roda gigi, rantai, rem, kopling satu arah, dll. Menurut buku panduan teknik mesin, komponen-komponen utama permesinan antara lain adalah: ulir, pegas, bantalan, poros, roda gigi, rantai, kopling dan rem, yang semuanya terkandung pada sepeda.

Banyak komponen-komponen yang digunakan pada kendaraan bermotor roda dua dan roda empat awalnya dikembangkan pada sepeda. Misalnya: ban pneumatic, kendali kawat baja (kawat rem), transmisi rantai dan sprocket, differential (pada tricycle), rem cakram, dll. Hal ini bisa terjadi karena pengembangan dan pengujian pada sepeda tidaklah terlalu mahal, dan sepeda mampu berjalan dengan kecepatan cukup tinggi sehingga cocok untuk pengujian pada kecepatan tinggi.

Saya sendiri mengembangkan sebuah turbin angin sederhana kelas Pico dengan menggunakan komponen roda sepeda.

Bahkan sepeda mempunyai transimisi mencapai 30 tingkat kecepatan yang mana hampir tidak ada kendaraan lain, maupun mesin lain, yang dapat menyaingi. 30 tingkat kecepatan didapat dengan kombinasi roda gigi (sprocket) depan 3 buah dan sprocket belakang 10 buah, sehingga bisa mendapat 3 x 10 = 30 kombinasi atau tingkat kecepatan.

Secara teoritis untuk menerapkan suatu komponen sepeda pada kendaraan bermotor, design engineer cukup membesarkan power factor nya, dengan kata lain komponen tersebut cukup diperkuat dan atau dibesarkan ukurannya saja.



Wright bersaudara ditahun 1901 memanfaatkan pengetahuan dan keahlian mereka sebagai pembuat sepeda untuk menerbangkan dan mengendalikan layang-layang besar. Mereka mengadopsi sistem kontrol dengan kawat baja dari sepeda untuk mengendalikan layang-layang besar tersebut. Selanjutnya layang-layang tersebut disesuaikan dan didesain agar dapat ‘melayangkan’ seorang pilot dan motor penggerak, yang kemudian kita kenal sebagai pesawat terbang. Foto diatas adalah sepeda yang digunakan oleh Wright bersaudara saat menguji sudut pitch pada experiment aeronautika.

Oleh sebab itu, bagi mereka yang ingin mempelajari bidang mechanical engineering, saya sangat menganjurkan untuk mulai mempelajarinya dari sepeda. Sepeda juga sangat terjangkau harganya.

No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site