Thursday, October 13, 2011

Dampak sosial-ekonomi dari Pico Wind Turbine


Indonesia archipelago mempunyai masalah distribusi listrik ke pulau-pulau terpencil dan daerah pedalaman. Ongkos distribusi dan transmisi bisa lebih mahal dari ongkos pembangkitan. Pico wind turbine dapat dibawa dengan mudah ke daerah terpencil (portable) kemanapun ke seluruh dunia dan harganya terjangkau. Dapat langsung dioperasikan tanpa butuh persiapan lapangan (minimum site engineering).

Biasanya digunakan Diesel genset sebagai pembangkit listrik di daerah terpencil, seharga sekitar $0.2/watt, tapi dengan biaya bahan bakar yang mahal dan polusi. Jika menggunakan solar cell harganya sekitar $3.5/watt, masih sangat mahal.

Diperkirakan penduduk dunia akan mencapai 9.5 milyar jiwa pada tahun 2050, maka dibutuhkan peningkatan sekitar 75% produksi pangan global, khusus untuk negara-negara berkembang harus meningkat sampai 100%.

Jika ada suatu turbin angin murah yang terjangkau oleh nelayan, petani dan penduduk terpencil lainnya maka akan berdampak sosial-ekonomi sebagai berikut:

Dengan adanya listrik maka masyarakat mendapat fasilitas penerangan, komunikasi (radio, tv, hp, internet), membantu bisnis bagan, tambak, pertanian, dll. Dapat mengurangi konsumsi minyak bakar yang berbahaya, mengurangi pengangguran dan urbanisai dengan membantu produktifitas penduduk terpencil. Sehingga penduduk terpencil yang umumnya adalah produsen makanan (nelayan, petani) dapat lebih produktif guna memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Lihat artikel tentang cara membuat turbin angin kelas Pico dengan rim atau velg roda sepeda.

Lihat gambar video di Pico Wind Turbine at Cijeruk.

No comments:

Post a Comment

Your positive comment will be highly appreciated to improve this site